Mensyukuri NIKMAT Kemerdekaan

Harian SOLOPOS (Jumat, 31Agustus 2012). Belum genap 2 minggu kita sebagai bangsa Indonesia memperingati hari proklamasi kemerdekaan, hari lahirnya bangsa Indonesia. Saat yang tepat untuk mengenang kembali jasa para pahlawan bangsa.

Pada saat itu semua komponen bangsa serentak bersatu padu gegap gempita melawan penjajah, sehingga terbentuk kekuatan yang dahsyat yang tidak bisa mereka kalahkan. Kesungguhan dan keikhlasan berjuang para pahlawan langsung dibalas Allah dengan nikmat kemerdekaan. Sayang sebagian besar para pahlawan itu tidak bisa mencicipi nikmat kemerdekaan.

Kita sebagai anak cucu mereka sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan memiliki kewajiban moral untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan itu. Jika tidak bersyukur, maka boleh jadi kita termasuk ke dalam kelompok orang yang kufur yang diancam Allah dengan adzab yang pedih.[QS Ibrahim : 7]

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Rasa syukur kepada Allah itu nampak dari ketunduk-patuhan kita kepada-Nya. Orang yang tunduk patuh kepada Allah itulah yang disebut sebagai orang yang bertakwa. Sedang takwa adalah kedudukan yang paling tinggi di sisi Allah yang bisa dicapai oleh manusia.[QS Al-Hujuraat : 13]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kedudukan mulia yang sangat didambakan oleh orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadlan.[QS Al-Baqarah : 183]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Momen peringatan hari proklamasi kemerdekaan yang terjadi di bulan Ramadan kemarin hendaknya menyadarkan diri kita akan pentingnya mensyukuri nikmat kemerdekaan yang akhri-akhir ini sering dilupakan.

Terjadinya perkelahian antar pelajar, antar mahasiswa, antar kelompok pemuda, terjadinya bentrok antar kampung, antar desa, antar kelompok agama, bahkan terjadi konflik sesama agama hanya karena perbedaan faham, terjadinya konflik antara aparat dan rakyat di berbagai tempat menunjukkan bahwa sesama anak bangsa kita sudah kehilangan RUH "satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia".

Yang menonjol adalah kepentingan pribadi, kelompok atau golongan, bukan lagi kepentingan bersama sebagai bangsa yang satu yaitu bangsa Indonesia. Bila masing-masing komponen anak bangsa mengutamakan ananiyyah dan ashshabiyyah, maka nikmat ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathoniyyah akan dicabut Allah dan diganti dengan adzab.

Allah sudah datangkan adzab berupa keganasan satu golongan terhadap golongan yang lain. [QS Al-An'aam : 65]

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu[482] atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti[483] agar mereka memahami(nya)".

[482] Azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. yang datang dari bawah seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya.[483] Maksudnya: Allah s.w.t. mendatangkan tanda-tanda kebesaranNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti. Adapula Para mufassirin yang mengartikan ayat di sini dengan ayat-ayat Al-Quran yang berarti bahwa ayat Al-Quran itu diturunkan ada yang berupa berita gembira, ada yang berupa peringatan, cerita-cerita, hukum-hukum dan lain-lain.

Contoh riil yang masih hangat dalam pemberitaan adalah peristiwa di Sampang, Madura. Sangat tidak masuk akal bila ada sekelompok anak bangsa menyerang kelompok anak bangsa yang lain. Lebih tidak masuk akal lagi bila ada sekelompok umat Islam menyerang kelompok umat Islam yang lain. Padahal Allah telah memjadikan mereka bersaudara [QS Ali Imron : 103]

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

dan memerintahkan mereka untuk menjaga dan mengupayakan perdamaian.[QS Al-Hujuraat : 9-10]

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (٩)إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Bahkan untuk menjaga perdamaian itu secara praktis Allah menuntunkan kita untuk menghilangkan prasangka buruk, menggunjing, mengejek dan memanggil dengan gelar yang buruk [QS Al-Hujuraat : 11-12]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (١١)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

[1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.[1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

Bila mendengar berita buruk tentang saudaranya dituntunkan untuk husnudhdhon dan melakukan chek and recheck alias tabayyun. [QS Al Hujuraat : 7]

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Saudaraku, sebagai bangsa Indonesia kapan lagi kalau tidak sekarang untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan merajut kembali persatuan dan kesatuan. Sebagai umat Islam kapan lagi kalau tidak sekarang untuk merajut persatuan dan kesatuan dengan kembali kepada Allah (Al-Qur'an) dan rasul-Nya (As-Sunnah).

Kesadaran kita untuk menggalang kembali persatuan dan kesatuan bangsa akan menentukan kejayaan bangsa di masa mendatang. Semoga Allah meridhoi niat dan langkah kita bersama untuk merajut kembali semangat persatuan dan kesatuan demi kejayaan bangsa dan umat Islam di masa mendatang, aamiin.

 

Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA)

~oO[ @ ]Oo~


Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.