Menjaga Stamina Rasa dan Karsa Keadilan Jiwa

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT telah memberikan sifat sifat mulia kepada orang-orang yang mau mengikuti syareat Allah, karena Dia Allah sang pencipta Jiwa dan Maha Tahu apa yang dibutuhkan jiwa manusia agar selalu sehat dan selamat.

Jiwa yang sehat maka dipenuhi dengan sifat sifat mulia seperti memiliki rasa kasih sayang, rasa penyantun, rasa pemaaf, rasa penghiba, dll, termasuk rasa berkeadilan.

Jiwa yang sakit maka dipenuhi dengan kesombongan, keangkuhan, merasa hebat diri dan kuat diri, suka iri, suka dengki, serakah, suka dipuji, suka riya', suka bersaing tidak sehat. dll.

Allah SWT telah mengetengahkan beberapa ayat yang akan menjaga kesehatan jiwa manusia dan juga sebab sebab tumbuhnya berbagai penyakit jiwa dalam diri manusia, antaralain.

 

A.Diantara sebab-sebab kebangkitan sebuah bangsa.

1.Selalu menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١١٠﴾ا

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS 3 Ali Imran 110)

 

Jiwa manusia, siapapun di level manapun selalu membutuhkan makanan rohani yang disebut sebagai amar ma’ruf (ajakan kepada kebaikan) dan nahi mungkar (cegahan tegas dari berbuat dosa dan kerendahan). Dengan diberi saluran yang luas dan lapang untuk terjadinya amar ma’ruf dan nahi mungkar maka jiwa manusia akan tetap bisa pada posisi sehat.

 

2.Selalu menyuarakan dan melaksanakan berbuat Adil

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

 Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS 2 Al Baqarah 143)

 

Allah menyuruh manusia untuk menempuh jalan hidup sesuai dengan bimbingan Allah dan Rasulnya, mengisi aktifitas hidup dengan petunjuk Allah dan Rasulnya, maka jiwa akan terjaga sehatnya, mampu menjadi manusia yang berkeadilan dalam segala tindakan.

 

3.Selalu menjauhi bujukan hawa nafsu yang mengajak Dosa

 

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS 38 Shaad 26)

 

Allah SWT memerintah kepada tingkat masyarakat yang tertinggi, di zaman Raja Daud, untuk selalu membersihkan dirinya dan masyarakatnya dari berbagai macam dosa-dosa yang muncul dari perbuatan memperturutkan hawa nafsu. Karena perbuatan memperturutkan hawa nafsu yang bebas berserakan di tengah kehidupan akan membuat manusia menjadi tersesat. Dan akhirnya menumbuhkan jiwa-jiwa kedzaliman.

 

B.Sebab sebab kehancuran sebuah Bangsa

Ketika ada manusia atau bahkan banyak manusia yang sudah mulai  membenci amar ma’ruf nahi mungkar, membenci berbuat adil dan menyukai perbuatan hawanafsu penuh dosa, maka hancurlah jiwa manusia.

Yang tinggal adalah puing puing jiwa yang pecah berantakan untuk siap untuk dimasukkan dalam keranjang sampah jiwa yaitu ke neraka (na’udhubillah) dan itu bisa saja terjadi pada seluruh manusia, dan terutama pada manusia-manusia yang sudah berada di jenjang kesuksesan dunia yang serba glamour. Sebagaimana Allah sampaikan dalam beberapa firmanNya.

 

1.Sukses Glamor Dunia dan Lupa kepada Allah dan kehidupan Akherat

أَلَمْ يَرَوْاْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاء عَلَيْهِم مِّدْرَاراً وَجَعَلْنَا الأَنْهَارَ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قَرْناً آخَرِينَ

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS 6 Al  An’aam  6)

 

Banyak bangsa-bangsa besar yang telah mencapai kesenangan puncak, dan akhirnya perbuatan hawa nafsu dosa tersebar diseluruh level, maka akhirnya mereka harus menerima konsekwensi dari sunatullah. Ketika manusia tidak lagi menjadi manusia yang sesungguhnya, Maka Allah membinasakan mereka.

Bahkan banyak bangsa-bangsa besar dengan teknologi canggih hidupnya tidak pernah tenteram, karena mereka menjadikan teknologi canggih sebaga alat untuk bertikai dan berbuat kehancuran diantara mereka.

 

2.Orang-orang Kaya yang berbuat Kerusakan.

 

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS 17 Al Israa’ 16)

 

Perbuatan Dosa yang merajalela yang dilakukan oleh orang orang kaya dan kuat, akan menjadi sebab datangnya kehancuran sebuah bangsa besar.

Bila bangsa besar tadi kemudian orang-orang kaya dan kuatnya menyebarkan secara merata berbagai macam budaya DOSA dan KESOMBONGAN dan melarang orang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, maka tidak menunggu lama akan segera terjadi gelombang kehancuran bagi bangsa tersebut.

Bisa muncul dari dalam atau dari luar atau juga dari tempat yang tidak di sangka-sangka. Dan ini bisa mengenai bangsa yang manapun. Bila sunatullah kehancuran ditempuh maka kehancuranpun akan juga terbukti datangnya.

 

Kesimpulan.

Dua sunatullah yang perlu disadari oleh manusia, ada sebab-sebab kebangkitan dan pertumbuhan, dan ada pula fase kelayuan kemerosotan dan kehancuran. Sebagai manusia yang berakal manusia bisa melihat dengan aqal hati dan wahyu Allah.

Bagaimana agar kehidupan itu selalu dalam kondisi bangkit dan tumbuh, tidak ada lain kecuali di semai dengan kehidupan manusia yang penuh dengan iman dan taqwa. Maka akan jadilah sebuah bangsa bangkit, tumbuh dan membesar.

Dan sunatullah yang lainnya bagaimana pula kelayuan kemerosotan dan kehancuran itu mengenai sebuah bangsa, maka bila perbuatan hura-hura, foya-foya, parade bernikmat-nikmat sudah menjadi program kehidupan sebuah bangsa dan meninggalkan Allah SWT, maka hancurlah bangsa itu.

Hancur bisa karena adzab dalam bentuk bencana Alam atau hancur karena perkelahian disebabkan karena sifat-sifat sombong yang ada di antara mereka.

Semoga Umat Islam tetap selalu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan kuat dan selalu diselamatkan Allah dimanapun, di zaman kapanpun, di dunia, di alam barzah dan di akherat kelak. Wallahu a’lam.