Menjadi Pemimpin yang Pandai Bersyukur

[caption id="attachment_236" align="alignleft" width="300" caption="Al Ustadz dan Pangdam IV Diponegoro"]Al Ustadz dan Pangdam IV Diponegoro[/caption] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [QS Ibrahim 14: 7]
Cinta orang-orang yang beriman kepada Allah itu sangat besar. Betapa bahagianya mereka ketika mendengar firman-Nya, hati mereka tergetar dan iman mereka bertambah [QS 8: 2]. Ketika mereka mengingat asma Allah, hati mereka diwarnai dengan ketentraman. Apalagi ketika mereka mendapatkan karunia-Nya, rasa syukurnya melimpah ruah di dalam hati mereka. Kebahagiaan hadir di dalam hati orang-orang yang bersyukur. Dan memang demikianlah, bila seorang hamba bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambah nikmat kepadanya dengan nikmat yang tidak mungkin dihitung oleh manusia.
Seorang pemimpin yang bersyukur akan dianugerahi Allah sikap-sikap positif. Dia akan gigih membangun jaringan silaturrahim dengan banyak pemimpin lain. Hubungan positif antar pemimpin dapat meredam konflik horizontal yang mungkin terjadi antar pengikut mereka. Hubungan tersebut juga bermanfaat untuk pengembangan institusinya. Keluasan hubungan dapat bermanfaat pula untuk mempermudah penyelesaian persoalan-persoalan institusional maupun individual. Hambatan birokrasi sering lebih mudah diselesaikan melalui hubungan individual yang terjalin jauh sebelumnya.
Pemimipin yang bersyukur akan selalu memperhatikan keselamatan akherat umat yang dipimpinnya. Berbagai cara akan dia tempuh untuk menjadikan umat kenal kepada Allah, untuk menjadikan mereka yakin kepada kehidupan akherat, untuk menjadikan mereka hamba-hamba Allah yang tunduk patuh secara kaffah. Dia akan sedikit tertawa dan banyak merenung. Lambungnya jauh dari tempat tidur. Hari-harinya sibuk dengan berfikir dan berdzikir. Berfikir keras untuk keberhasilan perjuangan dan berdzikir hebat untuk menjaga kedekatannya kepada Allah.
Pemimpin yang bersyukur kepada Allah akan berusaha semaksimalnya untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan institusi untuk mengantisipasi kebutuhan yang semakin membesar sejalan dengan semakin berkembangnya institusi tersebut. Dia akan berusaha menggali sumber-sumber pendapatan baru sehingga tidak terlalu memberatkan keuangan institusinya.
Dia juga padai memanfaatkan media masa untuk menyebarkan berita-berita positif untuk menarik simpati masyarakat kepada institusinya. Menjalin hubungan baik dengan media masa di era Teknologi Informasi sekarang ini menjadi keharusan untuk menunjang kelancaran perjuangan. Imej positif dari institusinya dapat dibangun dan disebarkan dengan mudah melalui media masa. Dalam konteks ini unit Hubungan Masyarakat (Public Relation) menjadi sangat penting untuk membantu seorang pemimpin menjalankan tugasnya.
Pemimpin yang bersyukur kepada Allah akan menggali semua potensi yang ada dalam instansinya, termasuk potensi anak buah dan memanfaatkannya untuk mengembangkan institusinya. Dia akan merasa senang ketika dalam masa kepemimpinannya muncul anak buah yang cerdas, suka bekerja keras dan ikhlas beramal karena Allah. Dia akan memanfaatkan potensi anak buahnya untuk menunjang kelancaran tugas-tugasnya karena Allah. Dia tidak akan salah sikap dengan merasa terancam atas kehadiran anak buah yang berprestasi, tapi akan mensikapinya sebagai aset yang diberikan Allah untuk kemajuan institusi.
Pemimpin yang ikhlas dan bersykur kepada Allah akan memberikan kesempatan kepada anak buahnya untuk mengembangkan potensinya. Menjadi kewajibannya sebagai seorang pemimpin untuk membantu anak buahnya untuk mengembangkan potensinya karena Allah. Dia akan merasa senang hati dapat memberikan kesempatan dan memfasilitasi anak buahnya untuk berkembang. Misal dengan mengirimnya untuk belajar, kursus ketrampilan dan sejenisnya. Dia juga akan menempatkan anak buah tersebut pada posisi yang tepat, sesuai dengan bidang keahliannya untuk memperlancar tugas-tugasnya. Dia juga akan memberikan fasilitas yang lebih, sesuai dengan beban tugasnya. Kelancaran tugasnya akan tersendat tanpa didukung fasilitas yang memadai. Disamping itu dia akan selalu memonitor pelaksanaan tugas anak buahnya tersebut. Dia akan berusaha menjaga agar setan tidak membelokkan niat ikhlas anak buahnya, sehingga merugikan perjuangannya. Dia akan menyaring berita buruk tentang anak buahnya dan tidak gegabah mengambil tindakan sebelum terbukti bahwa anak buahnya bersalah. Dia mengutamakan sikap khusnudzdzon. Dia akan melakukan tabayun untuk menelusuri kebenaran suatu berita. Dia menyadari bahwa orang baik selalu menjadi sasaran tembak orang-orang jahat.
Pemimpin yang bersyukur akan secara diam-diam mempersiapkan calon penerima tongkat estafet perjuangannya. Dia akan amati kapasitas dan kapabilitas intelektualnya. Dia akan uji keikhlasan hati dan ketangguhan pribadinya. Dia akan teliti kegigihan usaha dan semangat juangnya. Dia akan periksa setiap tugas yang dibebankan kepadanya. Semua itu dia lakukan demi tanggung jawabnya kepada Allah azza wa jalla. Rasulullah saw: Idza wusidal-amru ilaa ghoiri ahlihi fantadlirissa’ah (Bila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah tanggal kehancurannya). Demikianlah profil seorang pemimpin ahli sorga, pemimpin yang bersyukur kepada Allah.


2 komentar pada “Menjadi Pemimpin yang Pandai Bersyukur

  1. Syukur

    Seringkali pertanyaan itu terlontar, mencari bentuk sesungguhnya dari kata Syukur
    Apa arti syukur ?, bagaimana mensyukuri ?, seperti apa interpretasi dari syukur ?
    Hari ini saat bangun tidur, saat nafas terhirup seorang teman mengatakan bersyukurlah kau masih diberi hidup
    Kemarin saat kaki melangkah, seorang cacat menegur kakiku dengan keluhannya, bersyukurlah kau memiliki kaki yang lengkap
    Tiga hari yang lalu ketika lolos dari kecelakaan semua orang merubungiku dan mengucapkan syukur, “untung kau selamatâ
    Dua bulan kemarin, ketika anakku lahir, suamiku tak henti-henti berucap alhamdulillah, bersyukur ?
    Setahun lalu saat aku menikah handai taulan merestui seraya menceritakan wanita-wanita lain yang belum mendapat jodoh di usia yang semakin matang. Bersyukur ?
    Ayah bahkan merayakan kelulusanku dengan mengadakan syukuran
    Tapi, aku tak mengerti apa itu syukur
    Saat kisah malaikat kesepian terima kasih diceritakan aku semakin tak mengerti ….
    Entahlah, bagiku saat Tuhan memberiku nafas, Tuhan memintaku bertanggung jawab menjalankan hari
    Ketika Tuhan membiarkan kaki dan fisikku sempurna, aku merasa Tuhan memintaku menggunakannya dengan responsibilitas tinggi yang kadang aku sulit mewujudkannya
    Dan saat Tuhan memberiku seorang Anak, aku terlalu rinci memikirkan biaya hidup, dan pekerjaan yang mesti kutempuh demi masa depan anakku
    Waktu seorang pria memintaku menjadi pendampingnya, aku merelakan kebebasanku demi tanggung jawab atas nama keshalihan
    Demi wisuda, aku merinding memikirkan amanah keilmuan yang selama ini kupelajari
    Ah, Tuhan … semakin banyak kau beri aku kenikmatan, semakin besar tanggung jawab yang mesti kupenuhi
    Semakin banyak pula keluhanâ ku
    kenikmatan itu tak ubah amanah, kenikmatan itu tak ubah sebuah responsibilitas hidup
    Karenanya, terima kasihku seringkali berubah permohonan dan permintaan lain
    Ketika terbangun pagi dengan helaan nafas panjang, kuminta Kau mudahkan aku dan lindungi aku dari kekhilafan kata, kesesatan hati dan kegelisahan jiwa
    Ketika aku selamat dari kecelakaan aku memohon dalam malam agar berkurang dosaku dengan ampunanmu, karena kematian hanya meninggalkan amalan yang tak pernah mampu kuketahui, “sudah cukupkah amalanku?
    Ketika anakku menangis menatap dunia, aku menangis mendengar zaman yang semakin sulit untuk keshalihan anakku, maka aku semakin sering berpuasa dan membangunkan malamku untuk semakin banyak meminta .Mengharap Engkau Tuhan menjaga hidup mereka karena aku takkan pernah bisa selalu mengawasinya
    Ketika Ijab kabul terdengar lantang, tangisku semakin sulit terhenti karena wanita shalihah adalah pilihan antara suami dan orang tua, tahukah membangun hubungan antara orang tua, mertua, suami dan keluarga besar ada di pundak seorang wanita … Ah, betapa tidak ringannnya .
    Maka, saat wisuda semua orang tertawa, aku merenunginya semalaman suntuk, menelaah ilmu yang kudapati,
    Aku takut nuraniku berpaling dari ilmu menjadi harta. Aku takut nafsuku menggeliat meminta penghormatan atas nama gelar. Aku juga takut harga diriku tergadai demi gengsi kehidupan ….
    Akhirnya, aku selalu tak sempat berterima kasih. Bagiku Tuhan adalah tempat meminta tanpa henti, bagiku Tuhan adalah tempat aku bersandar, Tuhan adalah segalanya,
    aku tak tahu apa aku makhluk penuntut, apa aku makhluk tak berterima kasih
    Yang aku tahu, dunia ini tak pernah ramah
    Yang aku tahu, terlalu banyak syetan di lingkungan ini
    Yang aku tahu, tanggung jawab hidup adalah prioritas ibadah
    Aku ingin berterima kasih …, ajarkan aku kawan
    Aku tak ingin membiarkan Tuhan merasa sepi rasa terima kasih
    Tapi aku tak mengerti apa itu syukur …. Aku tak paham apa implementasi syukur
    Aku juga tak mengerti kenapa sulit untuk tidak meminta
    Semakin banyak aku merasa diberi semakin banyak itu pula aku meminta
    Kumohon ajari aku bersyukur
    Ayahku pernah menjawabnya sebelum maut menjemput nafas halusnya
    Tugasmu hanyalah bekerja, berjuang dan berbuat, jangan berfikir apa yang akan terjadi, jangan takutkan hasil yang kan kau dapatkan dan jangan sombong dengan usahamu. Bersyukur adalah membiarkan Tuhan menentukan episiklus hidup ini. Seperti ikhlas, senada dengan tawakkal, seiring sejalan dengan Islam,
    maka sampai detik ini hamdalah bagiku tidak ungkapan syukur, tetapi pujian
    Namun, kemudian aku bertanya kembali, Terlalu banyakkah aku meminta ?
    Kapankah aku memiliki kesempatan bersyukur

  2. itu adalah pemimpin impianku…exelent lahir batin,semua aktivitasnya sesuai alqur’an dan sunnah..andai jiwa leadership ini bisa dan mau diadopsi oleh semua orang yang beriman…betapa dahsyatnya buah ukhuwah di bumi ini

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.