Menghindari Bahaya Generasi Macan Tutul

icon-macantutul-mtaSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, semua kita telah melihat kecintaan umat Islam pada kurun generasi Rasulullah Muhammad SAW, dan para sahabat, bahwa kesholihan mereka dan kecintaan mereka terhadap Islam betul-betul telah "mbalung sungsum". Kelezatan Islam telah merasuk kedalam seluruh darah daging, merasuk ke dalam jiwa dan telah menuntun mereka kedalam jalan hidup yang gemilang.

Allah telah melimpahkan ke segenap negeri-negeri disekitar jazirah Arab untuk mencintai Islam dengan segala tuntunannya. Dan umat Islam telah begitu cinta kepada Al-Qur'an dan kepada bahasa Al-Qur'an, segala puji bagi Allah, sungguh itu semua adalah nikmat Allah yang tercurah dengan tiada tara besarnya

Mensyukuri nikmat Islam tidak dapat dipisahkan dengan kecintaan yang besar kepada Allah dan Rasulnya. Kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bila seorang manusia telah berusaha mensucikan diri dari dosa, dan seluruh dosanya diampuni oleh Allah, maka akan tumbuh didalam hatinya kecintaan yang mendalam kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kelezatan Rohani yang amat mahal dan tersembunyi dalam tiap-tiap jiwa orang-orang yeng bersih dari dosa.

Segala puji bagi Allah, tidak ada seseorang yang telah menerima kenikmatan petunjuk Islam kecuali tumbuh dihatinya bagaimana kelezatan yang dirasakan itu bisa tertular kepada orang lain atau terwariskan kepada anak-anaknya, sebagaimana pula sikap nabi Ibrahim ketika menerima nikmat petunjuk dari Allah

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdo'a): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:127)
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2:128)
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (al-Qur'an) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:129)
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang yang saleh. (QS. 2:130)


a. Menformat Disket

Jaman modern telah memberikan banyak bukti dan inspirasi. Bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih-canggih sungguh telah sangat berdaya guna untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Seorang muslim perlu menyadari bahwa untuk menghasilkan sebuah generasi yang faham Islam dan berdaya guna di jaman modern haruslah disiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana seseorang yang harus menformat sebuah disket atau sebuah flashdish atau sebuah harddisk. Format tertentu akan memungkinkannya untuk dipakai pada system tertentu.

Ilmu dan teknologi ditangan orang yang rakus, maka juga akan digunakan untuk memperbesar kerakusannya. Maka umat Islam haruslah menformat anak-anak turunnya dengan didikan Islami yang penuh dengan sifat "rahmatan lil 'alamin" sejak dari awal pertumbuhan pikiran dan hatinya. Sadarkah kita bahwa para Imam-iman besar dijaman kapanpun adalah orang-orang yang pada masa kecilnya telah hafiz Al-Qur'an.

Apakah mungkin seorang anak yang sejak kecil telah melahap kartun-kartun yang licik jahat dan jorok, atau pula film-film yang penuh dengan intrik-intrik jahat, atau film-film porno dan kotor akan dapat tumbuh menjadi seorang manusia muslim yang penuh berkah ???

Demikianlah sekedar menjadi pengetahuan dan kesadaran bagi para orang tua, perlu sadar-sesadarnya bahwa fondasi aqal pikiran dan hati serta perasaan seorang manusia akan memiliki fase-fase sangat penting ketika diawal pertumbuhannya. Sebuah Hardisk haruslah diformat dulu sebelum kemudian digunakan. Bila format awalnya sudah salah maka hardisk itu juga hanya bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang salah pula. Mengajari anak ibarat mengukir di batu, sesuatu yang membekas dan sulit dihilangkan.

Membangun sebuah fondasi adalah sangat penting, menyiapkan fondasi untuk rumah susun berkonstruksi baja bertingkat 100 beda dengan membuat fondasi untuk rumah kayu dan rumah bambo. Fondasi pendidikan dan pengajaran dimasa kecil merupakan sesuatu yang amat penting. Karena dengan itu pula akan dihasilkan generasi penerus yang tahan uji ataukah sebuah generasi yang menyebalkan dan cengeng.

.

b. Keragaman Sarana Pendidikan dan Pengajaran

Jaman Modern betul-betul telah terbentang dihadapan umat manusia dizaman ini. Siapapun yang mampu mengadopsi dan mengadaptasi, menguasai, maka mereka akan selangkah lebih maju dari yang lainnya.

Sistem jaringan dan kerja team (networking) merupakan sesuatu yang harus diaplikasi dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan yang semakin komplek dijaman ini. Tumbuh pesatnya jumlah manusia dan pesatnya ilmu dan teknologi, telah memacu pula pesatnya kebutuhan hidup manusia. Manusia telah membangun budaya yang semakin komplek dan telah tumbuh pula kebutuhan-kebutuhan dari yang primer, sekunder, tersier, quarter, dst

Umat Islam harus tidak gagap menghadapi perubahan zaman yang serba cepat. Terlihat disana-sini umat manusia telah berlomba-lomba, sehingga persaingan menjadi semakin ketat, Bangsa Cina dan India telah melesat dalam persaingan dagang dengan bangsa-bangsa Amerika dan Eropa. Pengelolan sumber daya manusia telah menjadi sesuatu yang sangat-sangat penting. Sarana-sarana modern telah menjadi alat-alat baru yang sangat berdaya guna.

Tumbuhnya manusia yang semakin banyak menjadi sesuatu yang menarik untuk dikelola. Sumberdaya manusia yang berkwalitas akan sebagai aset yang sangat penting dalam kehidupan modern. Lembaga mana saja yang mampu menformat dan meningkatkan kwalitas sumber daya mansia, merekalah yang akan menguasai keadaan jaman.

Umat Islam, Umat yang dilahirkan untuk "menyebarkan rahmat Bagi semesta alam", harus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman yang sangat pesat. Berapapun umur kita, berapa tahun lagi Allah akan memberi umur kepada kita, semuanya kita fokuskan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akherat. Dan sekaligus membangun generasi penerus yang lebih mantap dan berkwalitas.

Berbagai sarana, baik berupa kertas, audio, video, multimedia, alat peraga praktek riil, dan berbagai macam ragam kreativitas baru, harus digunakan untuk membangun generasi yang beriman, beramal sholih dan bertaqwa. Semua harus dibangun dan dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemantapan dari masing-masing individu yang hidup bersama dalam kehidupan modern dalam bingkai kerja sama jaringan (networking) yang Islami.

Segala puji bagi Allah, zaman semakin menuju zaman akhir, namun umat Islam dizaman akhir dituntun untuk lebih bekerja keras dalam membangun diri, keluarga dan masyarakatnya untuk menjadi manusia-manusia "rahmatan lil 'alamin". Sebuah kerja keras yang betul-betul penuh dengan tantangan dan pahala.

Bila kita mengabaikan itu semua, maka umat Islam tidak akan bisa mewarnai zaman, tetapi akan diwarnai oleh zaman, generasi penerus bukan lagi generasi yang "berislam secara kaffah" tetapi bisa saja menjadi generasi macan tutul, alias putihnya blentong-blentong, atau bahkan generasi yang hitam legam, yang sangat lain dengan aslinya dari warna Islam yang putih bersih.

Walahu'alam.


7 komentar pada “Menghindari Bahaya Generasi Macan Tutul

  1. Memang sadar atau tdk kita mgkn saja akan terjerumus ke dlm Islam yg di gmbarkan sprti macan tutul maka dr itu kt hrb terus blajar agama dgn baik sekafah mungkin.

  2. jika kita mengaku muslim dan mau terus menundukan nafsu untuk masuk islam dg kafah..alqur’an adalah solusi segala permasalaham..juga dalam dunia edukasi.

  3. Kemajuan bidang teknologi khususnya di bidang informasi, penting untuk kita ikuti, dijaman yang serba cepat ini, dengan menguasai teknologi informasi ini kita mendapat kemudahan untuk mencari informasi yang kita butuhkan. Teknologi barangkali dapat diibaratkan seperti senjata, apakah dengan senjata tersebut ia dan lingkungannya mendapat manfaat atau malah membahayakan. Maka seorang mu’min yang menguasai teknoologi insyaallah akan dapat menjadi rahmat bagi diri dan lingkungan sekitarnya. amin

  4. mulailah dri sendri,mulai dtik ini,qta luruskan hati iklaskan niat mgejar ridho illahi,mgejar jannah mnjahui api nreka! dagn introveksi dan evaluasi dri tuk brubah mjdi yag lebih baik lbuh dekt illahi

  5. mulai dibangun sebuah sarana atau media “pembanding” dari media yang telah ada sekarang dan sudah terlanjur dijadikan acuan info bagi masyarakat luas. saya berharap dan mudah2-an melalui mtaonline, mtafm dan mta tv bisa menjadi warna dan ikut mewarnai informasi yang telah ada di media yang kurang jelas pertanggungan jawabannya dimata Alloh dan Rosul-Nya. amiin…

  6. mulai diri pribadi kita masing2 tuk menata kesadaran diri akan sifat mukmin yg bertaqwa…membenahi diri, keluarga, masyarakat akan miliu keislaman yg LURUS…slalu berusaha tuk menjaga diri& keluarga dari azab-Nya, belajar&belajar, entrospeksi & evaluasi dg aturan Qur’an&sunnah, berusaha membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah semaksimal kita

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.