Menghentikan Vandalisme dan Gengisme Pada Remaja

pinguin1Tidak ada manusia yang lahir langsung menjadi tua, namun semuanya melewati masa muda. Namun suasana zaman sering mendominasi warna manusia dan warna kehidupan. Generasi yang lahir th 1915 tentu mereka lebih banyak yang menjadi pejuang-pejuang kemerdekaan. Sehingga bila mereka melakukanya dengan ikhlash maka bila mereka saat ini sudah meninggal dunia mereka saat ini sudah ada yang terus menerus merasakan angin surga disetiap pagi dan petang di alam kubur mereka.

Apalagi generasi Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa separo dari penghuni surga adalah mereka. Betapa bahagianya manusia yang dapat hidup di jaman yang baik dan menjadi manusia yang baik. Atau juga manusia yang menemukan zaman yang buruk, tetapi tetap saja melazimi untuk hidup dengan selalu berbuat baik, walau dalam keadaan yang terasing.

Vandalisme dan Gangisme dalam dunia anak muda, sebenarnya adalah tercipta oleh lingkungan yang mendominasi zaman. Corat-coret sekelompok anak-anak muda di tembok-tembok di tempat-tempat umum, atau pula unjuk kekuatan dihadapan kelompok-kelompok yang lain dalam bentuk perkelahian. Semuanya adalah bentuk ungkapan untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan dan sanjungan dari kelompok-kelompok yang lain. Bahkan agar mendapat image bahwa geng mereka adalah yang paling berani dan dan paling menakutkan bagi kelompok-kelompok yang lainnya.

Dalam dunia maju sering dikenal dengan seni ketidak mapanan, yaitu manusia telah terjangkiti penyakit jiwa untuk tampil dalam keadaan awut-awutan dan tanpa aturan. Jiwa jiwa yang demikian biasa muncul dari keringnya jiwa manusia dari ibadah yang benar kepada Allah. Bila manusia telah meluncur jauh dan jatuh dari beribadah kepada Allah, maka jiwanya akan kering dan gersang dan kemudian dirasuki syetan dan kemudian akan membuai manusia untuk merasa senang dengan hidup dengan seni ketidak mapanan, seni merusak dan mencelakai diri.

Ramainya Vandalime diawali dari sepinya rumah-rumah umat manusia dari menekuni Al-Qur'an dan As-Sunnah. Zaman terbitnya budaya vandalisme remaja di Indonesia dapat dikenang oleh generasi generasi yang selalu membaca suasana perubahan zaman. Ketia hiburan-hiburan telah masuk kedalam rumah-rumah, dan semakin sepinya lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari rumah-rumah umat islam, hilangnya ketenteraman hati dengan amal-amal islam, mulailah disana umat manusia kehilangan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, dan kemudian ada yang lebih suka menyalurkan gejolak jiwanya dengan aksi vandalisme dan gangisme

Ketika para orang tua, ketika kedua orang tua telah sibuk bekerja di luar, maka anak-anak mereka kehilangan perhatian dan kasih sayang. Kasih sayang orangtua tidak pernah bisa tergantikan kecuali oleh kasih sayang guru-guru yang sholih-sholih. Maka ketika anak-anak muda kehilangan kasih sayang orang tua dan bimbingan kedua orang tua maka mereka mencari rasa senang diantara mereka dalam bentuk gang-gang. Dan disebabkan mereka tidak mendapatkan bimbingan yang positip dan bahkan mereka selalu menemukan contoh-contoh negatip, maka dengan serta merta mereka menirunya untuk mengungkapkan ide-ide negatipnya.

Menghentikan maraknya Vandalisme dan Gangisme, hanya dapat dikembalikan dengan menyemai jiwa dengan kedamaian, ketenteraman dan sikap lemah lembut dan kesantunan. Dan itu semua dapat dilakukan dengan memenuhi jiwa dengan siraman-siraman Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Keluarga-keluarga yang ingin terbebas dari Vandalisme dan Gangisme, seharusnya mereka segera menyadari arti dan tujuan hidup manusia. Bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah dan selalu membutuhkan nikmat kasih sayang dan rahmat dari Allah, sehingga mengisi hidupnya dengan hal-hal yang mendatangkan rahmat dan kasih sayang Allah dalam bentuk ibadah-ibadah kepadaNya.

Hati yang ada limpahan kasih sayang Allah akan menjadi hati yang terjaga, kedamaian dan ketenteramannya, sehingga dapat terjauh dari was-was syaitan, bujukan syaitan dan ajakan syaitan untuk berperilaku rusak, merusak dan mencelakakan diri.

Bila kita ingin kembali menyemai rumah-rumah kita dengan kedamain, mulailah bersihkan rumah-rumah kita dari hiburan-hiburan yang berbau syaitoniyah. Dan hadirkan lantunan Al-Qur'an serta ketekunan untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Jiwa-jiwa yang kering dan gersang bakal kembali tumbuh menghijau dipenuhi dengan sifat-sifat lembut dan kasih sayang. Betapa Allah telah menunjukkan akan ke Agungan Nya, bangsa Arab yang hidup di daerah yang tandus dan gersang, telah menjadi bangsa yang lembut dan penebar kasih sayang. Al-Qur'an memang sesuatu yang dapat menyembuhkan hati manusia, namun tidak banyak manusia yang menekuninya.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu(Al-Qur'an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. 10:57)
Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (QS. 10:58)

Vandalime dan Gangisme dapat disembuhkan dengan jiwa-jiwa orangtua yang penuh kasih sayang, yang merengkuh anak-anaknya tidak hanya dengan melimpahnya harta, namun dengan melimpahnya kasih sayang, melimpahnya kasih sayang ayah dan ibu, kasih sayang dari ayah dan Ibu yang rajin beribadah kepada Allah. Sehingga anak-anak akan tenteram dan bahagia disamping kedua orangtuanya. Wallahu'alam.


9 komentar pada “Menghentikan Vandalisme dan Gengisme Pada Remaja

  1. Siapkah kita bila Alloh menegur kita yang telah lalai membesarkan, membimbing dan mengarahkan titipan-titipan-Nya, sehingga tumbuh dan besar menjadi pribadi yang telah menyia-nyiakan waktu hidupnya???

  2. sebuah fakta,remaja sangat rentan terhdp pengaruh lingkngan. mulai dr dr sendr, kelrga, tetangga, teman ……..dlllll. bg mereka yg tidak memlk prinsip hidup yang kuat,sangt mudah skl terpngrh trhdp lingk tersbt layakny membalikkan tlpk tgn. nah mknya sangt penting membngn prinsip hidp merk sedini mungkin sebgai sbuah pondasi. mari…….!!!

  3. kepada para orang tua….lukislah anak anakmu menjadi pribadi yang sholih dan berakhlak karimh..dan pada masanya nanti dikau menghadap sang pencipta dengan tersenyum karena telah kau ajari anak anakmu dengan tuntunan yang benar..yang membawa kepada kemandirian yang bisa dipertanggungjawabkan kepada pemilik hidup.

  4. qt smua stuju vandalismé & géngismé it bukan hal yG bæk,…
    tp faktor yG mnyèbabkN rèmaja terbawa pd hal it sangatlah kompléks, bukan hanya satu faktor,…
    smoga dg adanya dakwah yG tèrus mènèrus itu bisa menjadikan jalan bagi para rémaja ménjauhi sikap buruk yG salah satunya fandalismé & géngismé,..
    insya allah

  5. Vandalisme dan Gengisme terjadi karena adanya sekelompok remaja yang menghasut remaja lain untuk berbuat demikian.Padahal belum tentu remaja yang diajak itu pada mulanya setuju dengan tindakan vandalisme.
    Yah mungkin karena ketiadaan iman, mereka hanya ikut ikutan teman teman mereka !
    Setuju tidak ?
    Kalau tidak,apa tanggapan Saudara ?

    Visit http://mta.web.id
    atau klik saja nama Komunitas MTA okeh ?

  6. Anak- anak usia remaja mempunyai jiwa yang labil, mencari figur dan cenderung untuk menunjukkan eksistensi diri. Di usia inilah dibutuhkan perhatian yang lebih dari orangtua, guru dan masyarakat sekitar. Adanya harmonisasi dilingkungan keluarg, sekolah, masyarakat yang didukung pembentukan charakter building yang kuat sebagai awal pembentukan generasi masa depan yang lebih baik.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.