Menggapai Perlindungan Allah Yang Paripurna

galaxi1Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan seluruh pengikutnya, amien.

Zaman hari ini Musibah, bencana, datang silih berganti, tidak ada perlindungan yang hakiki dan paripurna kecuali perlindungan Allah, Tuhan pemilik seluruh alam, pencipta dan pemelihara segala mahluqnya. Disaat jiwa sedang menjadi gundah, gelisah, takut, was-was, putus asa, kusut, kacau, dll, disaat itu hamba-hamba Allah yang senantiasa taat kepadaNya akan mendapatkan hikmah.

Dalam kondisi yang sangat terjepitpun Allah berkenan memasukkan hikmah keamanan dan perlindungan yang paripurna pada jiwa-jiwa manusia bertaqwa sebagaimana dalam firman Allah :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". (QS. 2:156)
Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:157)

Insting bisikan jiwa untuk mengatakan "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (segala sesuatu milik Allah dan sesungguhnya kepada Allah segala sesuatu kembali), bukan insting mulut dhohir, tetapi adalah insting mulut jiwa, bisikan qalbu, petunjuk Allah dihati, jiwa yang suci yang diridhoi oleh Allah, jiwa yang selalu melewati jalan-jalan yang suci yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT. Untuk mencapai kepada tingkat yang demikian maka manusia perlu terus menerus melatih diri agar diri dan hawanafsunya ditundukkan untuk selalu taat kepada Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. 41:30)

Allah telah memberikan janjinya untuk selalu melindungi makhluq-makhluqnya yang dincintaiNya. Namun manusia perlu menempuh jalan agar menjadi makhluq yang dicintai Allah. Beberapa ayat berkenaan petunjuk Allah agar manusia mendapatkan jalan selamat dan kasih sayangnya termaktup dalam beberapa firman Allah dibawah ini;

.

1. Mengikuti petunjuk Al-Qur'an (Kitabullah)

Untuk mendapatkan rasa aman disepanjang saat dan zaman didalam hidup di dunia, manusia perlu mengenal ayat-ayat Allah, mengimani dan mentati serta tunduk patuh. Perintah dijalankan dan larangan dijauhi. Dizaman hari ini kitabullah terakhir adalah Al-Qur'anul Karim yang Allah turunkan kepada rasulullah Muhammad SAW.

Kami berfirman:"Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (QS. 2:38)
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:39)

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 7:35)
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. (QS. 7:36)

Allah menjelaskan tentang jalan-jalan yang mendatangkan kasih sayang Allah, dan Allah juga menjelaskan jalan-jalan yang dimurkainya. Manusia diperintah untuk menempuh jalan-jalan yang mendatangkan rahmat dan ridho Allah. Dan melarang keras manusia dari melewati jalan-jalan yang mencelakakan diri manusia.
.

2. Beramal Shalih sesuai petunjuk Allah

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata:"Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:"Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar". (QS. 2:111)
(Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:112)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:277)

Amal-amal shalih itu bukan menurut pendapat manusia semata, tetapi harus berdasar ketetapan Allah, yang Allah ajarkan melalui para Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Untuk umat manusia dizaman Akhir, Allah menjelaskan perintah dan larangan melaui wahyu Al-Qur'anul Karim melalui Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW. Demikian pula hikmah-hikmah cara pengamalan Al-Qur'an dijelaskan dengan berpuluh ratus ribu hadist (perbuatan, perkataan, penetapan Rasulullah Muhammad SAW) telah disampaikan oleh para sahabat Nabi dan ditulis oleh para ulama generasi awal umat Islam, disana terdapat, contoh-contoh amal shalih yang perlu diketahui dan diamalkan oleh umat zaman akhir agar dicintai Allah SWT.
.

3. Suka Berderma karena Mencari ridho Allah

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:274)

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS. 13:22)

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(shalat malam), sedang mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 32:16)

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. 35:29)

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman:"Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak jual beli dan persahabatan. (QS. 14:31)

Manusia akan selalu dilindungi dan ditolong oleh Allah selama mereka berbuat baik kepada sesama, termasuk mendermakan harta yang dimilikinya. Berderma tidak utuk dipuji dan dikenal sebagai dermawan, tetapi dengan tujuan untuk mendapat pertolongan Allah dan kasih sayangnya. Apakah arti harta, karena seluruh apa yang ada dilangit dan di bumi itu milik Allah. Manusia hanya mengaku-aku saja bahwa itu miliknya. Padahal pemilik sebenarnya adalah Allah. Dan manusia dihasung untuk menjadikan harta yang dimilikinya sebagai sarana mengumpulkan amal sholih, yang itu semua merupakan perbuatan yan dicintai Allah.

Sifat dermawan harus didasari sifat sholih (beriman), dengan sifat tersebut sedekah yang dikeluarkan adalah benar-benar hanya mencari keridhoan Allah semata (iklash), dan pahalanya bersifat kekal di dunia dan di akherat.
.

4. Hidup dengan memelihara iman

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia dari pada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. 2:212)

(al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 3:138)
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. 3:139)

Orang sering merasa minder karena miskin, karena cacat, karena ada kekurangan sesuatu yang berkaitan dengan penghormatan. Orang melihat sumber-sumber penghormatan adalah, kebagusan, kekayaan, kepandaian, kepangkatan, atau pengaruh dst. Tetapi Alllah mengatakan bahwa iman dan taqwalah yang menjadi dasar kemulian manusia disisinya.
.

5. Membela kebenaran Allah di tengah-tengah Masyarakat

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. 3:169)
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 3:170)

Orang-orang yang selalu membiasakan diri dan mendidik diri untuk menjadi orang yang sholih, orang adil, orang bijaksana, orang taqwa, berserah diri pada Allah (berislam), dan kemudian mereka memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan Allah, maka mereka itu jiwa dan raganya selalu dilindungi Allah. Sampai-sampai walau mereka matipun tetap hidup disisiNya dengan mendapat suasana yang lebih mulia dan bahagia. Bahkan mengharapkan saudara-saudaranya yang masih tertinggal dimuka bumi ingin agar segera menyusul kepadanya.
.

6. Menghayati nilai-nilai Kebenaran Al-Islam dan Mengamalkannya.

Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. 5:67)
Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS. 5:68)
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 5:69)

Allah menjelaskan kepada seluruh umat manusia diseluruh muka bumi dan berjanji kepada mereka. Termasuk kepada mereka yang telah mendapatkan kitab langit (Taurat dan Injil) bila mereka kemudian beriman kepada Al-qur'an, dan kemudian mereka mengimaninya dan mereka mempercayainya akan kebenarannya dan mengamalkannya. Maka mereka itu termasuk orang-orang yang dilindungi dan diselamatkan Allah SWT.

Dengan diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, beliau adalah Rasul terakhir, penutup para Nabi dan Rasul dan ajarannya meliputi kepada seluruh manusia dan rahmat bagi semesta Alam.

(al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 3:138)
………. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. 4:79)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. 21:107)

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS. 34:28)
.

7. Mengimani firman Allah dan mengadakan perbaikan diri

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48)

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. 6:49)

Manusia akan dilindungi Allah bila mereka berusaha untuk menyempurnakan diri dengan amal-amal sholih yang telah Allah ajarkan lewat para Rasulnya. Bagi yang beriman dan selalu mendidik diri dan menyempurnakan tabiat, akhlaq dan perbuatannya, maka Allah akan menyayanginya. Sebaliknya mereka yang ingkar adalah orang-orang yang jahat. Yang tidak lagi mau berbuat baik menurut pandangan Allah. Dan mereka itu adalah orang-orang yang fasik ( larangan Allah dilangar, perintah Allah tidak ditaati) dan Allah memurkai mereka.
.

8. Belajar Menjadi Kekasih Allah

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 10:62)
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. 10:63)
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS. 40:51)

Taqwa adalah petunjuk, bisikan hati suci, yang selalu memberikan kehati-hatian pada diri manusia agar selalu berjalan dijalan yang benar yang diridhoi Allah. Meyakini dengan sungguh-sugguh bahwa kebaikan sebesar dzarah akan dibalas, demikian pula kejahatan sebesar dharah akan dibalas. Sehingga manusia yang bertaqwa akan selalu berhati-hati dalam beramal di dalam hidupnya dimuka bumi ini.

Segala puji bagi Allah, manusia adalah makhluq yang sangat lemah, diciptakan dari air mani yang amat kecil, dari sari pati tanah, dan bertempat tinggal di bumi, di tengah-tengah belantara alam raya, ketakutan-ketakutan sering menghantui, menyelinap dalam hati dan kadang wujud dalam musibah dan bencana-bencana yang sangat dahsyat, yang sangat menyayat hati dan sangat memilukan.

Disitulah letak kelemahan manusia. Sehingga manusia seharusnya tau diri, dan mau berbondong-bondong bertaubat dan selalu mendekat kepada Allah, agar Allah berkekanan melindungi dan menyelamatkan serta merahmati dalam hidupnya di dunia dan di akherat. Wallahu a'lam.


5 komentar pada “Menggapai Perlindungan Allah Yang Paripurna

  1. semoga.allah akan melindungi seluruh umat nya..dan kita harus berusaha agar menjadi orang yang di beri perlindungan yang paripurna dari tuhan kita yaitu ALLAH SWT..aminnnnnnnnn

  2. Semoga Allah berkenan melindungi dan menyelamatkan serta merahmati  kita semua umat muslim di dunia dan di akherat. Amin ya Robbal ‘Alamin.

  3. Ya Allah, lindungilah diriku dan keluargaku dan seluruh kaum muslimin , kaum mu’minin di seluruh dunia , agar kami senantiasa dalam perlindunganMu yang sempurna, selamat, bahagia sampai ke surgaMu…walaupun musibah dan bencana datang, berikan ketenangan dan kesabaran serta tetap dalam kasih sayang-Mu…Amien..

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.