Mengambil Hikmah Adanya Bencana dan Musibah Di Dunia

sikap-terbaik-mukmin-mta

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah menciptakan manusia hidup di dunia agar mereka dapat melihat tanda-tanda keagungan Allah SWT dan kemudian mau mengakui keagungan Allah dan kemudian rajin beribadah tunduk patuh kepadaNya.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(QS 23 Al Mu’minun:115)

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS 21 Al-Anbiya:35)

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعاً بَصِيراً

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(QS 76 Al-Insaan:2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS 67 Al-Mulk:2)

 

Allah menerangkan demikian agar manusia memahami walaupun seseorang beriman dan bertaqwa tetap saja di dunia akan menghadapi ujian dan cobaan yang menyenangkan atau yang  menyusahkan , hanya saja bagi mereka yang beriman dan bertaqwa Allah akan memberikan petunjuk dalam hatinya

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 64  At-Taghaabun:11)

Rasulullah SAW bersabda

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya. (HR. Muslim, no. 2999)

Zaman hari ini begitu banyak nikmat Allah dicurahkan kepada umat manusia, diantaranya nikmat ilmu, teknologi dan nikmat harta, kekuasaan, atau kita katakan sebagai nikmat DUNIA. Namun Allah SWT telah menyampaikan bahwa nikmat yang Allah berikan itu adalah nikmat yang kecil dan sementara. Dan tujuan Allah memberikan nikmat tersebut bagi manusia, maka diperintah untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhertat dan bukan untuk mencelakakan diri.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS 28 Al-Qashash:77)

Maka tidak ada pembangunan yang harus dilakukan di dalam diri keluarga, masyarakat, suku, bangsa dan negara adalah membangun masalah keimanan dan ketaqwaan. Agar apapun yang dialami apakah kegembiraan atau kesusahan, kehidupan yang melimpah kenikmatan harta atau musibah dan bencana, semua itu menjadi bernilai disisi Allah dan akan berbuah menjadi pahala kenikmatan dan kebahagiaan di dunia dan di akherat.

Ketika umat islam diberi kelimpahan harta, ilmu, dan kekuasaan, maka harus selalu gigih dalam membangun keimanan dan ketaqwaan, agar kemuliaan dan kebahagiaan itu bersifat langgeng. Dari masa ke masa sering kemuliaan, kesuksesan umat beragama rusak dan hancur disebabkan karena tidak menggunakan nikmat Dunia untuk membangun iman dan ketaqwaan, tapi sering kali digunakan untuk membangun hal-hal yang ,merusak iman dan taqwanya.

Umat beriman dan bertaqwa, harus menggunakan apa yang Allah berikan berupa nikmat tahta, harta, dunia yang semakin glamour, seharusnya untuk digunakan sebagai sarana membangun iman dan taqwa umat manusia, ingat pesan Allah kepada Nabi Daud AS.

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.(QS 38 Shaad:26)

Tahta, harta, dan dunia yang datang melimpah ruah, janganlah dijadikan sarana untuk berfoya-foya, berhura-hura dan berpesta-pora serta bermewah-mewah dan digunakan untuk membangun sarana yang dapat menghancurkan iman dan taqwa. Karena bila demikian maka manusia akan kehilangan kebahagiaan dan kemuliaan serta keimanan dan ketaqwaannya. Sehingga menjadi manusia manusia yang rugi di dunia dan di akherat.

Musibah dan bencana yang datang, bisa sebagi peringatan untuk orang yang beriman dan bertaqwa untuk menyadari bahwa Allah menjadikan kehidupan di dunia adalah kehidupan yang sementara. Dan kehidupan dunia adalah tempat yang sedang dihuni  untuk meraih kebahagiaan akherat, tempat hidup yang  tinggi, luas, nikmat dan kekal di sisi Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Wallahu a’lam