Mengagungkan Allah dengan Mengamati VIRUS

lawan-waspada-coron-covid-19-mta-majlis-tafsir-alquran

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT telah memberikan pengertian tentang mahluq makhluq kecil dan lebih kecil dan lebih kecil hingga yang sangat kecil sebagaimana firmanNya

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَـذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيراً وَيَهْدِي بِهِ كَثِيراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS 2 Al Baqarah ayat 26)

 

Sudah sangat terang bahwa dengan keberadaan makhluq-makhluq kecil itu adalah sarana bagi manusia untuk mengakui kebesaran dan keagungan Allah SWT. Membimbing  manusia agar menyadari kembali bahwa dirinya juga karya Allah dari sebuah makhluq kecil yang bernama sperma, sebagaimana firmanNya

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاء إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئاً وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاء اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.(QS 22 Al Hajj ayat 5)

 

Allah telah membangun tubuh manusia dari 23 kromosom laki-laki dan 23 kromosom perempuan dan dibangun menjadi trilyunan sel yang penuh dengan berbagai jenis sel-sel dan fungsi spesifiknya menjadi wujud manusia, dan disanalah tempat sementara RUH manusia ditiupkan untuk melihat keagungan Allah di tempat kehidupan sekarang di muka Bumi, sebagaimana firmanNya,

 

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَا

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS 15 Al Hijr 29)

 

Kehidupan ruh manusia selama hidup di muka bumi Allah letakkan dalam jasad yang terbangun dari trilyunan sel-sel yang kemudian menjadi hidup menjadi manusia. Dan semuanya Allah ciptakan agar makhluq-makhluq manusia bersama yang lainnya dari bangsa malaikat, bangsa jin dan semuanya untuk melihat keagungan Allah dan selalu bersukur dan mengagungkan allah SWT, sebagaimana firmanNya

 

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 17 Al Isra’ ayat 44)

 

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.(QS 48 Al Fath ayat 9)

 

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?( QS  41 Fushilat 53)

 

Tanda-tanda Kebesaran, Keagungan, Kemuliaan, Ketinggian  Allah telah disebarkan Allah disegenap ciptaanya untuk difahami dan disyukuri oleh manusia, dan hingga Allah mempersilahkan manusia untuk meningkat melihat kepada yang lebih besar dari system tata surya matahari dan bumi, sebagaimana firmanNya

 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍا

Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.(QS 55 Ar-Rahman ayat 33).

 

Melihat tanda-tanda keagungan Allah dari makhluq yang terkecil dan dilanjutkan menuju makhluq yang besar-besar, semuanya adalah sebagai ujian bagi manusia untuk mau merendahkan diri dihadapan Allah SWT, agar manusia mau menempuh jalan petunjuk Allah, jalan keselamatan, jalan kebahagiaan, jalan perdamaian, jalan Islam, jalan FITROH, yang akan mengantarkan manusia berbahagia di dunia, di alam barzah dan di akherat, di SURGA Allah SWT.

 

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاء وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS 57 Al Hadid ayat 21)

 

Ujian kehidupan yang bersifat lahiriyah dan batiniyah Allah berikan kepada umat manusia dalam perjalanan di alam Dunia, agar manusia memahami ke MAHA Agungan dan ke MAHA Besaran Allah SWT. Untuk dapat dilihat manusia. Maka sangat tepat bila manusia diciptakan memang untuk selalu rajin dalam beribadah dan mengagungkanNYa.

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ ﴿٥٧﴾ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

  1. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
  2. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
  3. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

(QS 51 Adz Dzariyat ayat 56 sd 58)

Marilah kita membimbing anak-anak kita baik anak anak dalam keluarga, anak buah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perusahaan, dalam lembaga formal dan non formal, untuk kita didik mereka semuanya untuk melihat keagungan Allah dan kemudian rajin mengagungkan Allah dan selalu rajin tunduk patuh kepadanya.

Jangan kita manusia menggiring manusia lain untuk mengagungkan dirinya, mengagungkan lembaganya, mengagungkan kelompoknya dan seterusnya. Tapi kita ajak mereka semua untuk mengagungkan Allah SWT. Mari kita semua kembali kepada jalan Allah, jalan tunduk patuh kepadaNya dan selalu berjalan di dalam ibadah kepadaNya. Karena yang dapat memberikan segala pahala dan kenikmatan dan kemanfaatan adalah Allah SWT saja dan bukan yang lain. Dan Allah sangat sayang kepada orang-orang yang mengikuti petunjukNya.

 

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.(QS 33 Al Ahzab ayat 43).

 

Hanya kepada Allah kita harus kembali, kepadaNya kita berlindung, memohon kekuatan, memohon pertolongan dan memohon keselamatan dan kebahagiaan selama dalam perjalanan hidup di muka BUMI di alam barzah dan di akherat.

Janganlah kita lupa kepadaNYA tapi marilah kita selalu ingat kepadaNya, selalu bersyukur kepadaNya, dan selalu memperbagus ibadah kita kepadaNYA dan membangun ketaatan kepadaNya, Allah selalu membimbing manusia untuk selalu beriman dan beramal sholeh berbagi kebaikan kepada semesta kehidupan. Wallahu ‘alam.