Re-Formulasi Pendidikan Generasi Islam Kaaffah

mhs-kiniSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikutnya yang mengikuti petunjuknya. Alhamdulillah kita semua telah merasakan lezatnya ber-Islam dan tidak ada orang Islam yang tidak risau dengan kelestarian agama bagi anak-anaknya, namun di zaman ini tidak mudah orang-orang tua mewariskan kehidupan yang islami kepada anak-anaknya.

Allah telah menurunkan Al-Qur’an di tengah-tengah bangsa Arab yang di waktu itu masih dalam keadaan miskin dan terbelakang dibanding bangsa-bangsa disekitarnya. Dan Allah memilih Nabinya adalah dari seorang yang yatim-piatu, dan Al-Qur’an diturunkan pada saat awalnya di bulan Romadhon. Cukuplah sudah 3 hal tersebut menjadi dasar bagaimana meletakkan fondasi pendidikan Islam dari zaman ke zaman.

Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia, bagi manusia yang membutuhkan rahmat Allah kasih sayang dan ampunan Allah SWT, apakah dari golongan orang cerdas atau tidak cerdas, bagi orang kaya atau tidak kaya, bagi siapapun yang mau bersyukur kepada Allah, dan mau merendahkan diri di hadapan Allah dan bersyukur dengan petunjuk Allah.
.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya. (QS. 11:23)

.

Dengan segala kesederhanaannya Allah telah menjadikan generasi Islam pertama mampu mewujudkan apa yang Allah kehendaki, diantaranya adalah proses Globalisasi penyebaran rahmat Allah ke segenap bangsa-bangsa di dunia, dan itu semua telah terbukti nyata. Walaupun tidak dengan dengan pesawat terbang, satelit, handphone, namun Islam telah tersebar keseluruh dunia.
.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)

.
Penyebaran Islam begitu cepat meresap kepada bangsa-bangsa disekitar jazirah Arab,disebabkan karena memang Islam itu datangnya dari Allah Tuhan Semesta Alam dan berisi sesuatu yang sangat menyegarkan jiwa. Sesuatu yang menerangi jiwa dan kehidupan, sesuatu yang dibutuhkan oleh kehidupan setiap insan
.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)

.
Bahasa Al-Qur'an (bhs Arab) telah menjadi mengglobal di waktu itu, manusia sangat cinta dengan kemuliaan yang datang dari sisi Allah, walaupun mungkin bahasa Arab masih sulit dan asing dirasakan, namun manusia sangat menyukai belajar bahasa Arab, karena ada kelezatan hebat dari bahasa Arab, yaitu kelezatan untuk memahami, menghayati dan mengamalkan Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah SWT dalam bahasa Arab.

Islam mengajak manusia membuka cakrawala yang amat sangat luas, menuju cakrawala tak terbatas, dari kehidupan dunia hingga kehidupan akherat. Keberhasilan dalam bersungguh-sungguh menyiapkan kebahagiaan kehidupan akherat sudah tercakup didalamnya mewujudkan keberhasilan dan kebahagiaan kehidupan di dunia.
.

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. 11:15)
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 11:16)

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. 17:18)
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)

.

1. Formulasi Pendidikan Untuk Generasi Islam

Sudah sangat jelas tentang cakrawala Islam yang sangat begitu luas, manusia diajak untuk melihat hingga horison kealam akherat. Generasi Pertama umat Islam adalah orang-orang awam dengan berbagai latar belakang keahlian yang beraneka ragam, namun semuanya mencintai dan mengamalkan Islam.

Disusul dengan generasi berikutnya yang dilanjutkan dengan umat yang sangat mencintai Islam dan Ilmu-Ilmu Islam. Yang kemudian mewariskan berbagai macam ilmu yang digali dari Al-Qur’an dan Al-Hadist dan kemudian ditulis ke dalam bentuk buku-buku yang bermanfaat bagi umat Islam di zaman berikutnya. Dengan formulasi tersebut Islam telah menjaga martabat kemuliaan umat manusia beratus-ratus tahun lama-nya.

Kemuliaan umat Islam akan terus lestari terjaga bila umat Islam terus berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun disisi lain dizaman modern, manusia ahli ilmu-ilmu phisik telah menjadi orang-orang terhormat dan digandrungi umat manusia awam. Kenikmatan yang digali dari ilmu-ilmu phisik dapat segera dengan instant dinikmati oleh siapapun, termasuk oleh orang-orang awam yang bodoh. Kemudian berbondong-bondonglah orang meningalkan ketekunan belajar Islam yang mulia dan tinggi dan lebih suka belajar kepada hal-hal phisik yang segera dengan mudah dirasakan kenikmatannya.

Dalam kenyataan, di zaman ini, seseorang yang telah mengaji dan telah merasakan nikmatnya ber-Islam, sering tidak mampu membimbing anak-anak mereka untuk mewarisi pengamalan kelezatan berislam, karena anak-anaknya lebih suka untuk belajar ilmu-ilmu phisik yang segera dapat dinikmati kelezatannya.

Formulasi pendidikan yang tepat akan dapat melestarikan suatu system kehidupan suatu masyarakat atau bangsa. Sebaliknya formulasi pendidikan yang salah akan membawa bangsa itu ke jalan yang salah dan salah dan salah dan salah yang berkepanjangan.

.

2. Bagaimana Menformulasikan Dengan Tepat

Dasar-dasar menformulasikan pendidikan harus dilihat dari tujuan yang amat besar dan penting dari adanya kehidupan di segenap penjuru alam raya. Islam mengajari umatnya untuk memahami firam Allah SWT yang artinya

.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)

Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (QS. 17:43)
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 35:28)

.
Bila disimpulkan bahwa manusia hidup di dunia mempunyai tugas utama untuk beribadah kepada Allah, Manusia diperintah untuk melihat seluruh tanda-tanda keagungan Allah lewat karya ciptaan Allah di-seantero bumi dan di seantero jagad raya. Dan kemudian manusia diperintah untuk berbakti beribadah mengagungkan Allah dan ta’at kepadaNya. Orang-orang yang tekun dalam menjalani kesungguhan mendekat pada Allah maka merekalah yang akan menjadi orang taqwa, orang yang bahagia di dunia dan di akherat.

Bisakah kita menformulasikan dengan rumus phisik matematik dan sesuai dengan fase-fase pertumbuhan dan kemampuan anak-anak umat Islam. Misalkan pendidikan dasar kita berikan 75% ilmu agama dan 25% ilmu phisik. Ilmu agama menyangkut dasar-dasar hafalan Al-Quran, Al-Hadist, Bahasa Arab, pemahaman pengamalan islam, dan segala ilmu yang melingkupinya. Ilmu phisik menyangkut ilmu alam, ilmu hitung dan ilmu sejenis yang melingkupinya.

Mendidik anak ibarat mengukir di batu, namun bila batu telah terukir maka bekasnya akan sangat kuat dan sangat tajam, serta tidak akan mudah terhapus. Dengan mengutamakan masalah agama di atas masalah phisik maka kita berharap mereka memiliki dasa-dasar yang kuat untuk memegang teguh agama Islam.
.
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. 17:18)
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)

.
Dilanjutkan dengan pendidikan menengah, diformulasikan 50 % ilmu Agama dan 50% ilmu phisik. Tetap saja arah dari ilmu agama adalah untuk menjadikan anak mencintai Al-Qur’an dan As-Sunnah dan dimudahkan dalam mempelajari keduanya. Karena mereka diajari untuk bisa membaca dan menulis bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an, bahasa yang mengantarkan kebahagiaan kehidupan di dunia dan akherat. Dan 50 % ilmu phisik, ilmu yang sangat perlu dikuasai untuk bekal kemandirian hidup di dunia ketika telah dewasa.

Formulasi untuk pendidikan Atas, bisa dibagi dua, bila seseorang memang ingin menekuni khusus ilmu-ilmu agama maka mereka mendapatkan 75% ilmu agama dan 25% ilmu phisik, sebaliknya bila mereka ingin tekun kepada ilmu-ilmu phisik, maka mereka mendapatkan porsi 75% ilmu phisik dan 25% ilmu agama. Hal ini mengantisipasi berbagai fungsi manusia dalam kehidupan sebagaimana firman Allah
.
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. 9:122)

.
Kita memberi kesempatan bagi mereka yang ingin tekun menyalurkan bakatnya sebagai penasehat-penasehat kebenaran bagi masyarakat sebagai ahli-ahli agama, namun juga memberi kesempatan bagi mereka yang ingin hidup dengan menekuni dan mendalami untuk menjadi ahli ilmu-ilmu phisik dengan tujuan menghamba kepada Allah.

Sudah diketahui bahwa waktu belajar umat manusia adalah sejak dia lahir hingga ke liang lahat. Dengan formulasi diatas diharapkan, dasar-dasar ilmu dan pengamalan Islam telah di jalani sejak dini dan setiap anak manusia apapun profesi di masa tuanya, mereka telah diberi bekal untuk mudah belajar Islam hingga akhir hayat. Karena Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahasa arab, telah di-instal ke dalam setiap anak. Diharapkan mereka akan siap mencintai Islam sepanjang perjalanan hidupnya.

Pendidikan Perguruan Tinggi Merupakan kelanjutan dari pendidikan di bawahnya. Karena sampai waktunya seorang anak yang dilunya dididik akhirnya harus mendidik. Suatu tahap pembentukan kemantapan dalam memegang ilmu dan mengamalkan dengan benar ditengah-tengah masyarakat dengan tujuan beribadah kepada Allah.

Selama 12 th seorang anak dibiasakan untuk mencintai kebenaran dan mengetahui sumber kebenaran, dan dapat mengambil kebenaran langsung dari sumbernya tanpa ragu-ragu. Diharapkan penghayatan agama yang telah diberikan dapat mewarnai jiwanya dan memberi cahaya dan arah kehidupan di saat dewasa dan disaat telah menjadi orang tua.

Kesalahan dalam formulasi pendidikan akan salah pula perjalanan hidup seseorang atau bangsa. Alangkah perlunya kita umat Islam merenung dan merenung dan merenung untuk mencari formulasi pendidikan yang dapat dijalankan dan menghasilkan manusia-manusia produk-produk pendidikan yang dapat bahagia di dunia dan di akherat . Karena Allah telah memberi kesempatan kepada setiap makhluqnya untuk melihat tanda-tanda keagungannya di segenap penjuru jagat raya, namun masing-masing memiliki hati yanh khusu’dan thawadu’ kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya yang artinya

.

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan". (QS. 55:33)

Pergaulan Global mau tidak mau harus mau dan wajib mau. Segala puji bagi Allah, marilah kita merenung dan merenung dan merenung, semoga Allah menunjuki kepada kita semua untuk dapat menformulasi pendidikan umat Islam yang dapat menghasilkan umat yang berilmu, beriman dan bertaqwa di seluruh rentang zaman kehidupan. Wallahu a’lam


5 komentar pada “Re-Formulasi Pendidikan Generasi Islam Kaaffah

  1. setuju banget kita…., karena dosa itu ditanggung oleh masing-masing diri, nggak boleh menyalahkan orang lain, termasuk menyalahkan guru-guru yang kadang-kadang salah dalam mendidik kita, atau pengaruh teman-teman yang mengajak kita menjadi jahat. Tanpa disadari kita semua adalah produk pendidikan,namun jarang dari kita yang memahami apakah pendidikan yang diberikan kita ini salah atau benar, karena bisanya kita hanya mengikutpada orang-orang yang kita angap lebih pandai dan lebih tua dari kita, namun kita jarang yang mau menyadari bahwa seharusnya kita mengambil ilmu dari orang yang lebih pandai, lebih arif dan lebih taqwa dari kita, untuk menyempurnakan diri kita…dan tidak menyesal disebabkan karena salah didik, sekali salah, nggak berubah…repot sendiri akhirnya.. apalagi yang salah itu orang buuuanyak…. semoga kita dapat menyadari pentingnya pendidikan yang bermutu tinggi….dan diakui ketinggian mutunya oleh Allah SWT

  2. Asww. Berbahagia dan bersyukurlah kita menjadi ummat islam yang dirahmati Allah. Smg generasi penerus ummat muslim akan selalu dan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Amin.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.