Mencermati Terjadinya Musibah

merapikuSolopos (29/10/2010). Allah SWT berjanji kepada orang-orang yang bertaqwa akan memudahkan semua urusannya, akan diberi jalan keluar dari semua kesulitan yang dihadapinya, memberi rezqi yang tidak disangka-sangka, bahkan kepada penduduk negeri yang bertaqwa Allah menjanjikan akan dibukakan berkah dari langit maupun dari bumi.

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)وَاللائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولاتُ الأحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (٤)ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar."

" dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

"dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya."

"Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya". [QS. Ath-Thalaaq : 2-5]

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."[QS.Al-A'raaf : 96]

Sehingga negeri itu menjadi negeri yang ma'mur, tenteram, damai dan rakyatnya hidup sejahtera (Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur).

Selanjutnya pada ayat itu pula Allah memberikan peringatan dan ancaman, kalau penduduk negeri itu mendustakan ayat-ayat Allah akan ditimpakan siksa kepada mereka. Kaum Saba' adalah satu kaum yang dianugerahi oleh Allah suatu negeri yang subur, rezqinya berlimpah ruah (Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur), tetapi karena mereka berpaling/tidak bersyukur, maka Allah datangkan banjir yang besar yang menyebabkan jebolnya bendungan Ma'rib, negerinya menjadi hancur dan ditumbuhi pohon-pohon yang buahnya pahit dan tidak enak dimakan.

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".

"Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr". [QS. Saba' : 15-16]

Allah berkuasa mendatangkan adzab dari atas (hujan batu, hujan abu, awan panas dan sebagainya), dan adzab dari bawah kakimu (banjir, gempa bumi, tsunami dan sebagainya), dan bentuk adzab yang lain adalah mencampurkan kamu pada kelompok yang saling bertikai, satu sama lain ingin merasakan keganasannya.

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

"Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)". [QS. Al-An'aam : 65]

Hal itu dijelaskan oleh Allah agar manusia memperhatikan. Oleh karena itu kita sebagai penduduk yang dikaruniai oleh Allah negeri yang subur ini perlu dan harus memperhatikan peringatan Allah dan memperhatikan mushibah demi mushibah yang bertubi-tubi menimpa negeri ini.

Kalau kita renungkan, rasanya tiga bentuk adzab yang disebutkan oleh ayat tersebut sudah lengkap menimpa negeri ini, mungkinkah nasib bangsa ini seperti yang dialami oleh kaum Saba' ? Gejala-gejala yang kita lihat lebih mengkhawatirkan daripada yang dialami oleh kaum Saba'. Selain terjadi banjir karena jebolnya bendungan, juga terjadi banjir yang lebih besar, seperti di Wasior (Irian Jaya), dan banjir-banjir yang terjadi di tempat lain, bahkan terjadi Tsunami yang lebih dahsyat lagi, di Aceh tahun 2004 yang lalu, sekarang terjadi lagi tsunami di Mentawai yang menelan korban ratusan jiwa yang meninggal dan yang hilang, disusul dengan letusan gunung berapi (gunung Merapi) yang meletus pada Selasa 26 Oktober 2010 kemarin, yang meluluh lantakkan beberapa desa yang diterjang awan panas, rumah-rumah dan bangunan hancur, tidak ada makhluq hidup yang bisa bertahan, banyak manusia dan hewan-hewan yang mati terbakar oleh awan panas yang biasa disebut "wedhus gembel".

Belumkah kejadian-kejadian itu menjadi pelajaran bagi kita semua dengan terjadinya mushibah yang bertubi-tubi di negeri ini ? Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya serukan kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air di negeri ini, kepada seluruh pemegang kekuasaan, para penegak hukum dan para wakil-wakil rakyat,

"Takutlah kepada Allah, jadilah pemimpin yang bisa memegang amanah dan melayani rakyat, jangan menjadi pemimpin yang menipu, membohongi rakyat. Kepada seluruh rakyat, jadilah rakyat yang baik, hormatilah para pemimpin, sampaikan kritik-kritik yang membangun pada para pemimpin, jangan berbuat anarkis, jangan melakukan pengrusakan yang akan menjadikan negeri ini semakin sulit. Wujudkan persaudaraan yang mantap sesama bangsa yang dipadu dengan ketaqwaan kepada Allah, hentikan pertikaian dan permusuhan, ciptakan perdamaian dan kita segera bertaubat kepada Allah, agar adzab yang menimpa kaum Saba' tidak menimpa kepada bangsa kita".

Semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin ya robbal 'aalamiin.

Oleh : Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina

Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA)


8 komentar pada “Mencermati Terjadinya Musibah

  1. Orang lebih mudah melihat sebab-sebab fisik yang bisa di-tangkap aqal, namun jarang bisa memakai ketajaman hati yang seharusnya diisi dengan iman dan taqwa, ketika ibadah tinggal ritual, hampir-hampir agama dipandang sebagai sesuatu yang memberatkan…. buktinya… sholat aja bolong-bolong…… buktinya….. orang cerdaspun banyak yang atheis….. memang iman itu mahal harganya sobat !!!!.. ….allahumahdi qaumi wa innahu laya’ lamun…..

  2. bencana alam memang dhasyat.tpi masih ada benca yng lebih mengerikan.yakni bencana hilang nya iman di hati.

  3. sy sedikit kurang berpendapat,.. kalo semua bencana alam di sudutpandangkan dlm perspektif cobaan dari ALLAH SWT… marilah kita mencoba memulai dgn awalan berfikir yg rasional dlm pondasinya, dgn rangka bangunan sebab akibat dan atap kita serahkan kpd sang pencipta… tetapi kalo pondasi kita berfikir sdh pespektif cobaan, bangunan pikiran kita pasti akan masuk dalam amal ibadah/dosa apa yg telah diperbuat, akhirnya atap berfikir kita menjadi resah.. apalagi kita menyalahkan sosial yg dianggap kurang menaati agama…
    Adapun menurut pendapat sy saat ini secara umum alam sedang mengalami pemanasan Global dari efek mencairnya kutub Es, akibat dari efek domino penipisan lapisan Ozon,.. kebetulan letak Geografis kita terletak diantara 2 Samudera dan dikelilingi puluhan gunung berapi yg memamg masih aktif,..sejak ratusan/ribuan tahun sebelum kita lahir.. Apabila efek domino pemanasan Global kita pelajari maka kita sdh dpt menyimpulkan sendiri dengan Ilmu Pengetahuan…
    Tsunami = adalah peristiwa yg lebih banyak disebabkan akibat Gempa dibawah tanah ribuan kilometer dibawah laut,.. apabila terjadi pergeseran tanah didlm laut maka akan mempengaruhi permukaan di atas dan daratan disekelilingnya.
    Gempa Bumi= terjadi krn letak Indonesia berada persis 2 lempengan besar Indo-Australia sebelum tanah ini terbentuk,.. bahwa bumi selalu berputar maka kita akan senantiasa mengalami Gempa,.. sama dgn Jepang yg hampir setiap bulan mengalami Gempa,.. berbedanya Ilmuwan Jepang mampu berikir bagaimana cara meminimalkan korban jiwa.. tetapi kita masih ribut dgn pendekatan ayat2 & hadist cobaan..
    Gunung Meletus= akibat dari pemanasan Global sehingga menimbulkan percepatan aktifitas vulkanologi,..shg gunung berapi yg memang sdh matang untuk erupsi tinggal mematangkan saja..sharusnya inipun Nol korban, apabila masyarakat dilereng gunung mendengarkan imbauan dari pemerintah utk segera mengungsi..
    dan lain2..
    Utk itu bagi kaum cendekia dihimbau kiranya untuk tidak menggiring opini masyarakat dan terjebak dlm pemikiran seperti diatas.. bahwa memang benar semua terjadi ata skuasa Ilahi,. tetapi sbaiknya kita tetap memikirkan solusi daripada beretorika argumen & kisah2.. caranya = marilah kita gerakan menanam pohon, atau kita gerakan pentingnya membedakan sampah organik/ an organik.. atau tidak membuang sampah disembarang tempat, atau mengkampanyekan bangun pagi terus menggelorakan semangat berolahraga… wah masih banyak bangunan berfikir yg bisa kita peroleh..
    Kesalahan milik saya kebenaran punya ALLAH SWT..
    hormat saya
    Denny Jl Teratai Putih no 88 Bintaro Jakarta

  4. Asww. Bencana alam yang ber-tubi2 dan tiada henti2nya meluluh lantakkan bumi nusantara ini merupakan peringatan dan mungkin…. Adzab dari Allah Swt kpd umatnya di negara tercinta ini. Banyak pemimpin yg ber-koar2 dan umbar janji yg katanya utk kesejahteraan wong cilik namun kenyataaannya dgn memanfaatkan wong cilik mrk membangun … harta, tahta dan mgkn jg ….wanita. Sungguh …ironis. Nyawa manusia spt tak ada harganya sama sekali, dimana-mana kerap kali terjadi pembunuhan baik antar warga, antar etnis di nusantara ini demi harta dan kekuasaan. Utk berobatpun … krn kemiskinan dan keimanan yang tipis mereka berduyun-duyun mendatangi dukun besar maupun dukun cilik alias Ponari. Hutan di Kalimantan yg katanya paru2 dunia dibabat dan diexploitasi habis2an yg menyisakan banjir yg tiada hentinya. Hanya kpdmulah … ya Allah, kami berlindung dan berdoa, smg bangsa dan rakyat ini sllu tegar dlm menghadapi cobaanMu dan …. bukakanlah mata hati pemimpin2 kami. Amin ya rabbal alamin.

  5. Kapan manusia akan tunduk patuh pada perintah Allah dan menjauhi larangannya ? Sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab tapi harus segera dan segera kita kerjakan.

  6. memang bencana dinegeri kita tiada akhir,aku menjadi takut,kapan giliran kita?wallahu a’lam….
    semoga tidak terjadi lagi di provinsi kita ini.amin,marilah kita saling mengintrospeksi diri kita masing2.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.