Memilih sekolah Ber-Aqidah Qur’an Sunnah Sejak Usia Dini

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

 

Segala puji bagi Allah, Ada sebuah fenomena menarik tentang keberhasilan pendidikan, bahwa seorang Dosen ilmu Matematatika atau Fisika cerdas akan dengan sangat mudah mencetak murid-murid cerdas untuk mengcopi ilmunya, sehingga sang murid dengan cepat menguasai ilmu yang diberikan oleh gurunya dengan sangat baik atau bahkan si murid lebih baik dari gurunya.

 

Namun beda lagi dengan fenomena seorang Ustadz Sholih yang beriman dan bertaqwa diletakkan di sebuah Universitas yang katanya Terkemuka, maka belum tentu ada murid-muridnya yang mampu menerima ilmu gurunya, atau faham dengan apa yang diajarkan oleh sang guru, sang murid bisa faham saja sudah bagus, apalagi bisa menyamai keimanan dan ketaqwaan gurunya, suatu hal yang mendekati mustahil terjadi.

 

Orang tua perlu sadar tentang pentingnya ketelitian mendidik moral Islam, bahwa mendidik moral Islam itu harus dimulai sejak DINI. Karena hal tersebut menyangkut pengendalian diri dari  perilaku menyimpang atau membiasakan diri dengan  perilaku-perilaku utama yang biasanya dirasa berat oleh nafsu manusia,  dan pembentukan pribadi moral Islam biasanya lebih mudah dibentuk ketika manusia masih berusia dini.

 

Banyak orang yang sudah dewasa, dan telah sibuk dengan urusan dunia yang penting-penting, jabatan yang penting, posisi yang penting,  mereka tidak bisa mengetrapkan moral Islam, karena mereka terlambat dalam mengenal Islam, dan mengenal Islam-pun  hanya kulit-kulitnya saja dan itupun dikenal ketika sudah dewasa, dan mereka sudah terlanjur tumbuh dengan kebiasaan menyenangi perbuatan menyimpang, sehingga sampai tua mereka selalu GAGAL PAHAM dengan memahami dan mengamalkan moral Islam. Sampai-sampai ketika mereka menjadi pejabat publik yang sentral, mereka melihat  Islam adalah ancaman. Na’udzubillah.

 

Rasulullah SAW memerintah orang tua untuk mengajari sholat, suatu ibadah penting kepada Allah SWT sejak anak-anak berumur 7 tahun, dan pendidikan diperketat ketika anak-anak umur 10 tahun tidak mau berdisiplin dalam mengerjakan sholat. Sebagaimana Sabdanya;

 

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مُرُوْا اَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَ هُمْ اَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَ اضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَ هُمْ اَبْنَاءُ عَشْرٍ. وَ فَرّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى اْلمَضَاجِعِ. ابو داود، حديث حسن

 

Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda, "Suruhlah anak-anakmu melaksanakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat itu jika berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka". [HR. Abu Dawud]

 

  1. Orang Tua Membimbing Ke SURGA

Orang tua perlu menyadari bahwa keberhasilan membangun moral Islam seorang anak, maka kita telah menyiapkan anak-anaknya untuk bahagia di dunia dan di akherat (masuk Surga Allah). Karena bila anak turun kita bisa meraih apapun di dunia namun di akherat mereka masuk neraka, maka itu adalah sebuah kerugian yang besar.

 

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاء حَمِيماً فَقَطَّعَ أَمْعَاءهُمْ ﴿١٥﴾

 

  1. (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (QS 47 Muhammad ayat 15)

 

Bagaimana jika anak-anak tumbuh dengan sangat bangga dan sangat cemerlang dengan ilmu-ilmu Dunia namun karena mereka tidak mengenal agama Allah dengan teliti, akhirnya dengan segala capaian dunianya mereka masuk  ke dalam NERAKA.

 

Mungkin orang tua beralasan, karena murahnya biaya suatu sistem pendidikan menjadikan orang tua enggan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah beraqidah Islam. Namun apa arti murahnya pendidikan, ketika moral anak-anak tidak dididik dalam moral Islam, dan bahkan terbiasa dengan moral menyimpang, maka pendidikan yang murah itupun membawa anak menjadi bodoh tentang Islam, dan mereka dengan sangat bangga membeci moral Islam dan dengan sangat bangga berlomba-lomba masuk Neraka.

 

 

  1. Sekolah Islam Berbenahlah Menuju Kompetisi GLOBAL

 

Allah SWT membolehkan umat Islam untuk mengurus Dunia dengan Sukses, dan bahkan diperintah untuk Sukses, manusia bukan Malaikat yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang sangat sempurna, tapi manusia adalah Khalifah Allah yang Rajin beribadah kepada Allah. Beda manusia dengan Malaikat sebagaimana firman Allah;

 

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ ﴿٣٣﴾

 

  1. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS 2 Al-Baqarah ayat 33)

 

Allah memberi kelebihan kepada mansia yang tidak dimiliki oleh Malaikat. Agar manusia bisa menjadi khalifah dimuka bumi dan mengurusnya dengan sebaik-baiknya.

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتاً وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَاراً ﴿٣٩﴾

 

  1. Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS 35 Fathiir ayat 39)

 

Allah memberi keleluasaan umat manusia, umat Islam untuk mengelola Bumi dan Alam Raya untuk digunakan kesejahteraan hidup manusia dalam hidup manusia, dan digunakan untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah SWT di setiap ciptaan-Nya dan digunakan untuk bersyukur kepada Allah dengan rajin beribadah keadaNya dan tunduk patuh kepada-Nya. Tunduk patuh mengamalkan petunjuk Allah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah memerintah manusia untuk melihat keagungan Allah di segenap penjuru Langit dan Bumi.

 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾

  1. Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS 55. Ar-Rahmaan ayat 33)

 

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴿٢٩﴾

 

  1. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

Demikian perintah-perintah Allah kepada manusia untuk mau hidup DINAMIS dan menyesuaikan KEMAJUAN ZAMAN, namun selalu dalam jalan yang diridhoi Allah SWT.

 

Kerjasama-kerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki kemajuan harus dilakukan oleh umat Islam di segala bidang, dan di segala ilmu, dan kemudian semua capaian kemajuan ilmu dan teknologi tersebut digunakan untuk beribadah kepada Allah, melihat keagungan Allah dan bersyukur kepada Allah, termasuk menyebarkan Kesholihan Islam kepada segenap manusia di muka bumi(Globe-All)

 

 

  1. Sekolah-Sekolah Islam perlu Memahami Fase Membangun Jiwa Raga Anak Manusia.

Umat Islam perlu mengadakan pengamatan secara jeli dan teliti tentang fase-fase pertumbuhan anak-anak didik, sehingga bisa menghasilkan anak didik yang Optimal. Allah memerintah orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk sholat sejak usia 7 tahun. Boleh jadi isyarat ini, agar para orang tua membangun dan menumbuhkan sifat-sifat baik ketika di usia DINI.

 

Ada pula pepatah, mendidik anak ibarat mengukir di Batu, sesuatu yang sulit namun bekasnya akan kekal. Sebaliknya mengajar orang tua seperti menggambar di air, sesuatu yang mudah dilakukan namun bekasnya cepat hilang.

 

Anak-anak biasanya memiliki otak yang masih jernih dan kosong, bila mereka diisi dengan pendidikan Al-Qur’an dan Sunnah sejak dini, maka sel-sel otaknya akan dihiasi dengan keutamaan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mungkinkah keadaan yang demikian bisa dijadikan pengetahuan dalam mendidik manusia-manusia yang Cerdas namun memiliki moral utama Al-Qur’an dan As-Sunnah

 

Bisakah dirumuskan secara pedekatan, bahwa sekolah TK dan SD berisi 75 persen pembentukan Moral dan 25 persen untuk membangun pengetahuan akal, SMP, 60 pembentukan moral dan 40 persen membangun pengetahuan akal, dan SMA 50 persen pembangunan Moral dan 50 persen pembangunan akal. Dan bila sudah di Perguruan tinggi, maka kemana mereka hendak mengoptimalkan keahlian mereka. Namun bangunan moral yang baik sudah memiliki fondasi yang bersih dan kuat.

 

Mendahulukan pembangunan moral secara teilti di usia DINI akan menghasilkan manusia-manusia yang senang untuk terus menerus membangun moral di sepanjang hidupnya. Disamping semangat dan niat yang benar ketika mereka mewajibkan dirinya untuk ikut andil dalam membangun dan memajukan kehidupan di DUNIA, dan juga menyadari bahwa segala capaian, Modernitas dan Kecanggihan Dunia, semuanya digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Wallahu A’lam.