Membeli Kebahagiaan Akherat yang Mulia dan Kekal

pelangiAda kesempatan besar bagi orang-orang yang telah bekerja keras mengumpulkan dunia dengan cara-cara yang benar untuk membeli kebahagiaan yang lebih besar dan lebih kekal. Bila orang-orang kaya mau bertekun mengilmui firman-firman Allah dan mau menempuh jalan yang ditunjukkan oleh Allah, kemudian bersungguh-sungguh menjalaninya maka mereka akan sampai juga pada tujuan yang lebih kekal dan lebih mulia.

Kebanyakan orang awam  ketika telah dapat mengumpulkan dunia di tangan maka mereka mengira sudah adalah dalam kesenangan puncak dan sudah dalam keberkatan dari Allah sebagaimana penjelasan Allah yang artinya

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:"Tuhanku telah memuliakanku". (QS. 89:15)

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:"Tuhanku menghinakanku". (QS. 89:16)

Bahkan adapula yang lebih salah lagi dalam bersikap menghadapai keberhasilan keberhasilan yang dicapainya, sehingga masuk kedalam sikap sombong dan membanggakan diri

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu'min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia:"Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat". (QS. 18:34)

Dan dia memasuki kebunnya sedang ia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata:"Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, (QS. 18:35)

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu". (QS. 18:36)

Namun Allah memberitahu agar manusia tidak bersikap demikian, karena nikmat yang Allah berikan di dunia, bila manusia salah dalam menggunakannya akan membawa diri manusia kedalam kerugian dan kecelakaan

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (QS. 28:61)

Walhasil kenikmatan dan kesenangan dunia yang dicapai oleh manusia di dunia bukan menjadi jaminan bahwa nikmat itu akan mengantarkan manusia untuk selamat dan bahagia di dunia dan di akherat.

Allah memberi kesempatan baik kepada orang kaya ataupun orang miskin untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan di akherat dengan ilmu,  iman dan amal sholih, dan itu semua dapat dicapai dengan bekal ilmu Al-Islam, ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah dan kemudian kebenaran tersebut di da'wahkan dan disampaikan kepada umat manusia, disebarluaskan dan dibela agar dapat tegak di tengah-tengah kehidupan umat manusia, dengan mengorbankan seluruh diri dan hartanya

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. 49:15)

Orang-orang yang berjuang mendakwahkan kebenaran yang diberikan oleh Allah itulah yang akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Kematian hanyalah sebagai pintu, pintu berpindah dari  alam dunia ke alam yang berikutnya

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. 3:169)

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 3:170)

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. 3:171)

Harta benda yang melimpah ruah dan kenikmatan dunia sering menjadi penghalang manusia untuk menempuh jalan yang benar, mereka lebih suka untuk bersenang-senang dan berlalai-lalai dan bernikmat-nikmat untuk menikmati nikmat yang sesaat dan pendek, bahkan kemudian membiarkan dirinya terjangkiti berbagai penyakit-penyakit hati yang memayahkan dan menyengsarakan, padahal Allah telah menjelaskan kepada umat manusia

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki.Mereka bergembira dengan kehidupan didunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. 13:26)

Untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya bukan hanya sekedar digapai dengan bersungguh-sungguh mengumpulkan kesenangan dan kenikmatan dunia. Namun ilmu, iman dan amal sholih merupakan jalan yang benar didalam mengekalkan kenikmatan dan kebahagiaan, baik di dunia dan di akherat.


2 komentar pada “Membeli Kebahagiaan Akherat yang Mulia dan Kekal

  1. betol sekali,,,insa allah dari hari ke hari iman kita slu bertambah,dan di luaskan hati kita untuk bisa berkorban harta ataupun jiwa kita utk mendapatkan ridho dari allah swt,amin

  2. untuk mendapatkan kebahagian akhirat …..kita juga harus menempuh ‘BERAKIT-RAKIT KEHULU BERSENANG -SENANG KEMUDIAN,selain KESUNGGUHAN dan TEKAD YANG MEMBARA untuk selalu BERIBADAH HANYA KARENA ALLAH SEMATA…kita juga harus tetap WASPADA kalau SYETAN ADALAH MUSUH YANG NYATA bagi orang yang BERIMAN.bahkan bisa ikut sampau aliran darah kita……duhhh NGERIII SEKALI BUKAN???

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.