Membangun masyarakat Modern Hidup Tanpa Riba.

kenapa-masuk-mta-hindari-riba

Segala pujian hanya untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT menjelaskan tentang  haramnya riba, dan akibat buruk dari pada riba, dan sekaligus bisa dibayangkan kenapa tumbuh menjamur ekonomi riba di tengah-tengah masyarakat. Riba di jaman jahiliyah biasa dilakukan oleh para kreditur (orang kaya) kepada debitur atau peminjam, biasanya orang miskin.

Bila orang miskin belum bisa mengembalikan hutang pada waktunya maka akan dilakukan kesepakatan penundaan pembayaran hutang disertai tambahan. Dengan kebiasaan seperti ini maka sistem keadilan ekonomi di tengah masyarakat menjadi hancur dan tumbuh subur masyarakat miskin yang mengakibatkan rusaknya perekonomian masyarakat. Allah melarang ekonomi ribawi sebagaimana dalam firmanNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Waai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS 3. Ali Imraan:130)

وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّباً لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).(QS 30. Ar Ruum:39)

Allah memberikan jalan keluar kepada umat Islam dengan menumbuh suburkan zakat, infaq dan shodaqoh dan sekaligus mengharamkan ekonomi riba. Sehingga tumbuhlah masyarakat yang bergairah dalam membangun ekonomi bersama untuk menggapai kesejahteraan bersama dalam keridhoan Allah SWT.

  1. Hal hal yang dapat menumbuhkan sistem ekonomi tanpa Riba.

Sejarah riba di Madinah ditunjukkan dengan jelas peran orang-orang KAYA HARTA  yang melakukan sistem riba kepada orang-orang di  Madinah.  Maka  untuk menghentikan sistem riba harus dimotori oleh orang-orang kaya harta yang bertaqwa.

Dalam kehidupan pertumbuhan ekonomi ditunjukkan dengan bangkitnya sektor riil, baik dibidang pertanian, peternakan, perikanan,  perkebunan, kehutanan dan dijaman modern ini ditambah sektor perindustrian dan bahkan sektor jasa dan hiburan yang sangat mendominasi sistem perekonomian. Peran lembaga keuangan atau di jaman sekarang disebut  lembaga perbankkan merupakan lembaga pendukung yang akan mendukung tata keuangan sektor riil, dan kemudian lembaga perbankkan menjadi tempat lintas dan aliran modal untuk membiaya sektor riil yang sedang berjalan.

Empat Hal yang harus dibangun secara bersama untuk mendapatkan sistem tanpa riba adalah ,  bersatunya antara para pembimbing Umat (Ulama ahli taqwa), pemilik modal (orang kaya) yang bertaqwa, para pengusaha sukses (praktisi industri) yang bertaqwa, lembaga pendidikan praktis industri ( tempat peningkatan keahlian) yang bertaqwa.

Sistem bebas riba harus dicetuskan oleh orang-orang kaya dan para praktisi industri  yang bertaqwa, yang memiliki keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.  Kesejahteraan tidak hanya dilakukan dengan membagi bagi modal kepada masyarakat. Namun dua hal sekaligus yang harus dibangun adalah  iman dan taqwanya dan sekaligus dibangun ketrampilan praktis untuk meningkatkan kemampuan berproduksi tentang sesuatu dengan benar, apakah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, perindustrian, dll.

  1. Suksesnya Lembaga Keuangan Bebas  Riba.

Semua pengusaha membuat sebuah usaha adalah bermaksud untuk memperoleh keuntungan. Dalam Islam lembaga keuangan dibuat dengan harapan juga untuk memperoleh keuntungan.  Dalam Islam keuntungan dalam sektor keuangan adalah keuntungan yang didapat dari  bagi hasil dari keuntungan perdagangan di sektor riil.

Lembaga keuangan akan mendapatkan keuntungan keuangan dengan halal, bila dapat membiayai sektor riil yang nyata-nyata dalam kondisi untung. Maka unjung tombak kesuksesan Lembaga keuangan adalah keberhasilan dalam produksi di  dunia sektor riil yang sukses mendapat untung dan kemudian melakukan bagi hasil keuntungan dengan lembaga keuangan.

Keberhasilan keuntungan produksi sektor riil, didukung oleh tepatnya memilih jenis usaha yang sedang dibutuhkan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat, dan didukung dengan tenaga ahli yang benar-benar ahli pada bidang tersebut.

Untuk membangun masyarakat dalam perekonomian tanpa riba, para orang kaya dan para pelaku sektor industri riil harus mau membangun tenaga ahli yang terus ditingkatkan keahlian mereka. Maka peran lembaga pendidikan praktis harus ditumbuhkan, proses mencetak atau meningkatkan keahlian dapat dilakukan di dalam lembaga industri atau di luar lembaga industri, yang akan menghasilkan orang-orang yang ahli pada bidang sektor riil yang sedang subur dan dibutuhkan di tengah masyarakat.

Lembaga keuangan yang dimiliki orang-orang kaya yang bertaqwa dan para pelaku industri sukses yang bertaqwa, merekalah yang dapat menjadi pioner bagi tumbuhnya sistem kehidupan tanpa riba’ di tengah tengah kehidupan di zaman ini.

  1. Sistem Waralaba Yang Kreatif.

Sudah menjadi pengetahuan masyarakat modern tentang tumbuh menjamurnya usaha-usaha dengan sistem waralaba. Baik secara Internasional atau nasional terdapat banyak bukti keberhasilan usaha waralaba. Usaha waralaba dalam dunia pendidikan, dalam dunia perdagangan, dalam dunia hiburan, di dunia sektor jasa dan juga dalam sektor industri, dan banyak lagi terlihat di kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya jual beli online, maka menjamur jaringan pengiriman barang yang tersebar ke seluruh wilayah. Demikian pula beberapa jaringan rumah sakit, jaringan universitas, jaringan jualan retail, jaringan penjualan mobil dan motor, jaringan penjualan produk elektronika. Dll.

Bila para pemilik modal yang bertaqwa dan para pelaku sektor industri yang bertaqwa berminat membangun usaha waralaba dari berbagai macam sektor, maka mereka bisa sukses bila sebelumnya mereka telah mampu membangun tenaga ahli praktis yang dibutuhkan, yang telah mereka produksi juga sebelumnya.

  1. Membangkitkan Pengusaha-Pengusaha Muda Bertaqwa.

Tidak mudah untuk merubah dari sistem kehidupan dengan riba menjadi kehidupan tanpa riba’. Sangat dibutuhkan orang-orang yang harus berkeahlian ganda, sebagai ahli agama sekaligus ahli industri, yang bisa membangkitkan masyarakat menuju sitem kehidupan yang bertaqwa.

Banyak kaum muda di negri ini yang masih berharap untuk bisa menjadi PNS, dilihat dari pertumbuhan penduduk dan tersedianya lapangan kerja di PNS maka akan semakin kecil kesempatan menjadi PNS di zaman ini.

Dibutuhkan para Hartawan Muslim yang bertaqwa untuk berperan besar dalam membangun masyarakat baru, pengusaha muda  baru. Bagaimana sektor riil yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan dasar manusia secara luas bisa ditumbuhkan secara besar-besaran.

Bagaimana sitem pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan yang masih dikelola secara tradisional harus dibawa kepada sistem Industri.  Dibutuhkan sistem mekanisasi modern di seluruh sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan, dari sistem tradisional menjadi sistem industri.

Keberanian para Hartawan Muslim bertaqwa untuk menjadi pioner dalam industrialisasi dalam sektor-sektor kehidupan yang dibutuhkan dalam hajat hidup orang banyak, akan dapat membangkitkan tata Ekonomi Mandiri bagi seluruh anak bangsa.

  1. Zakat, Infaq dan Shodaqoh untuk kaum miskin.

Tidak mungkin seseorang yang sedang belajar sebuah usaha meminjam modal dari lembaga keuangan. Jaminan bahwa usaha yang sedang dirintis akan menghasilkan keuntungan masih dalam  tanda tanya. Maka Lembaga keuangan Islam yang ingin terbebas dari Riba tidak mungkin memberikan modal keuangan kepada mereka yang sedang belajar berusaha.

Pengusaha-pengusaha yang masih dalam taraf belajar maka sebaiknya mereka dirangkul dan dibina oleh para pengusaha-pengusaha besar yang telah berhasil dalam usahanya, dan  dalam rangka ingin menumbuhkan pengusaha kecil untuk dapat tumbuh menjadi besar. Dan disinilah letak dari persaudaraan Islam yang sebenarnya. Orang-orang yang kuat memberi perolongan kepada yang masih lemah. Kerja sama akan menjadi nyata bila kedua belah pihak memiliki iman dan taqwa dan sekaligus ada kemauan untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Allah mewajibkan kepada umat Islam untuk melakukan Zakat Infaq dan shodaqoh, di lakukan oleh orang-orang kaya mereka dan diperuntukkan orang-orang miskin mereka, dalam beberapa ayat Allah menyampaikan.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS 9 At Taubah:60)

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 9 At- Taubah 103)

Harta yang dititipkan oleh Allah kepada seseorang, maka ada bagian yang harus diberikan kepada yang berhaq, yaitu kewajiban Zakat bagi mereka yang dititipkan lebih oleh Allah kepada orang kaya, untuk dikeluarkan dan diberikan kepada 8 golongan yang berhak menerima dari harta Zakat.

Ketika Rasulullah mengirim Mu’adz bi Jabal  ke Yaman maka beliau bersabda :

اِنَّكَ سَتَأْتِى قَوْمًا مِنْ اَهْلِ اْلكِتَابِ، فَاِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ اِلَى اَنْ يَشْهَدُوْا اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، فَاِنْ هُمْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاَخْبِرْهُمْ اَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى كُلّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ، فَاِنْ هُمْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاَخْبِرْهُمْ اَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ اَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ. فَاِنْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاِيَّاكَ وَ كَرَائِمَ اَمْوَالِهِمْ. وَ اتَّقِ دَعْوَةَ اْلمَظْلُوْمِ، فَاِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ:

(Hai Mu’adz), bahwasanya kamu akan datang kepada orang-orang ahli kitab, maka apabila kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka kepada mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah. Maka jika mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Lalu jika mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada kalian membayar zakat, yang diambil dari orang-orang kaya mereka, kemudian dikembalikan (dibagikan) kepada orang-orang miskin mereka. Lalu apabila mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka jagalah kehormatan harta benda mereka. Dan takutlah kamu do’anya orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah. [HR. Bukhari juz 5, hal. 109]

Bahwa Allah SWT telah memberikan jalan keluar bagi mereka yang masih dalam kemiskinan untuk mendapatkan pertolongan dari harta Allah lewat syariat Zakat yang Allah wajibkan kepada umat Islam.

  1. Kesimpulan Ringkas.

Lembaga Keuangan akan berhasil bebas dari riba jika didukung oleh kerjasama yang baik antara orang-orang kaya pemilik modal, para pelaku sektor industri yang sedang mendapat jalan lempang dalam masalah keberhasilan usaha. Para ahli ilmu praktis yang ingin meningkatkan keahlian generasi muda yang ingin ahli dalam sektor industri. Dan juga generasi muda yang bersemangat untuk menguasai dalam sektor usaha yang ingin ditekuni dan selalu ingin hidup bekerjasama dalam jaringan usaha.

Bila semua memiliki iman dan taqwa maka mereka bisa bekerja sama untuk membangun dan memunculkan lembaga lembaga keuangan tanpa riba. Bagaimana memulai tumbuhnya lembaga keuangan tanpa riba dan munculnya kehidupan yang penuh dengan barokah dari Allah  sebagaimana yang Allah firmankan :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS 7 Al A’raaf :96)

Semoga pertumbuhan iman dan taqwa bisa masuk kedalam seluruh hati umat manusia. Dan Siapaun manusia mau untuk belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga semua manusia mau menempuh jalan iman dan jalan taqwa, sehingga Allah akan menurunkan barokah dari langit dan bumi.

Wallahu a’lam.