Membangun Generasi Pemimpin Zaman

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

 

Rasulullah SAW melarang seseorang untuk meminta jabatan sebagaimana dalam sabda beliau

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ أُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا.

 

Abdurrahman bin Samurah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan karena permintaan maka tanggung jawabnya akan dibebannya kepadamu. Namun jika kamu diangkat tanpa permintaan, maka kamu akan diberi pertolongan." (HSR Muslim, No 3401)

 

 

Umat Islam secara mendalam sudah menyadari tentang kedudukan Pemimpin di tengah-tengan masyarakat. Rasulullah sendiri Allah telah memberi kepada beliau 4 sifat utama, yaitu Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

 

Shidiq, adalah benar, baik perkataan dan perbuatan, Amanah, adalah dapat dipercaya dalam menyampaikan apa yang datang dari Allah kepada umat manusia , Tabligh, adalah selalu menyampaikan segala kebenaran yang datang dari Allah kepada umat manusia, dan Fathonah, beliau diberi kecerdasan yang luar biasa sehingga dapat menerima segala perintah Allah dan menyampaikan dengan jelas kepada umat manusia dengan penuh bijaksana.

 

Secara bukti nyata bahwa umat manusia Indonesia di abad 19 dan 20, dimasa pergerakan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, maka biasanya  pemimpin yang muncul juga memiliki kelebihan-kelebihan, setidaknya adalah dari kelompok golongan orang-orang yang cerdas, dan orang yang pandai bergaul di tengah tengah manusia sehingga selain cerdas mereka juga dicintai oleh masyarakat.

 

Abad 21, walaupun baru dimasuki manusia, namun tiba-tiba saja manusia sibuk membicarakan tentang sebuah kata asing yaitu “DISRUPSION”. Disrupsi adalah sebuah kata bahasa inggris yang memiliki arti “GANGGUAN”, mungkin orang menggunakan kata tersebut untuk menerjemahkan, terjadinya perubahan perubahan dari sebuah kemapanan yang sangat mapan, tiba-tiba saja tergoncang dengan sistem baru yang sangat tiba-tiba merubah keadaan.

 

Kaum pebisnis, mulai melihat gejala disrupsi ketika melihat kejutan-kejutan antara lain, surutnya Yahoo digantikan Google, surutnya Nokia digantikan Samsung, munculnya sistem bisnis on-line, menggantikan retail-retail besar yang sangat mapan posisinya. Demikian pula dalam bidang transportasi dan pariwisata.

 

Dan gejala itu semakin terus bergerak menyasar berbagai sektor kehidupan, dan bahkan secara nyata bahwa banyak muncul person-person Trilyuner baru yang mengorganisasi manusia-manusia cerdas dan kemudian menghasilkan sebuah perusahaan raksasa yang dapat memonopoli tata kehidupan umat manusia, lintas negara dan lintas bangsa.

 

Banyak sumber-sumber kebutuhan dasar kehidupan manusia yang di kelola dengan sangat rapi oleh sistem yang dibangun oleh para person-person Trilyuner cerdas yang melibatkan sekelompok manusia cerdas, dengan didukung dengan ilmu otomasi, mampu menyaingi sistem yang dibangun oleh gabungan banyak KOPERASI masyarakat awam yang didirikan secara asal-asalan.

 

Rasulullah SAW pernah bersabda tentang permasalahan yang menyangkut tata pengetahuan ilmu-ilmu dunia sebagaimana sabdanya

 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَهِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ أَصْوَاتًا فَقَالَ مَا هَذَا الصَّوْتُ قَالُوا النَّخْلُ يُؤَبِّرُونَهَا فَقَالَ لَوْ لَمْ يَفْعَلُوا لَصَلَحَ فَلَمْ يُؤَبِّرُوا عَامَئِذٍ فَصَارَ شِيصًا فَذَكَرُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ كَانَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ بِهِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أُمُورِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ

 

dari Anas bin Malik dan Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendengar suara-suara, beliau lalu bertanya, "Suara apa ini?" para sahabat berkata, "Kurma yang mereka kawinkan." Beliau bersabda: "Sekiranya mereka tidak melakukannya, kurma itu akan (tetap) baik." Maka, pada tahun itu para sahabat tidak lagi mengawinkan hingga kurma-kurma mereka rusak. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu bersabda: "Jika sesuatu itu menyangkut urusan dunia kalian maka itu urusan kalian, tetapi jika menyangkut urusan agama kalian maka kembalikanlah kepadaku." (HR Ibnu Majah - 2462)

 

Pada akhir abad 20 pun mulai bermunculan sistem-sistem pasar  yang merasuk ke negara-negara berkembang yang memasarkan barang barang kebutuhan sehari-hari, yang semuanya diproduksi dengan sistem produksi masal dengan dibantu dengan sistem otomasi. Dan bahkan secara otomatis kemudian masuk ke dalam tata ekonomi keuangannya, dan mengalahkan tata ekonomi tradisional.

 

 

1.Umat Islam Harus Berbenah Diri

 

Dua hadist tersebut diatas diketengahkan untuk dapat menjadi bahan perenungan umat Islam di Abad 21, semoga standarisasi dalam pengamalan Islam dapat segera dibakukan, sehingga umat Islam tidak lagi waktunya digunakan untuk berselisih dalam berbeda pendapat pada masalah Agama. Umat Islam harus segera memposisikan diri sebagaimana sabda Rasulullah, : "Jika sesuatu itu menyangkut urusan dunia kalian maka itu urusan kalian, tetapi jika menyangkut urusan agama kalian maka kembalikanlah kepadaku(Rasulullah).".

 

Sudah diketahui bersama bahwa untuk dapat menggali masalah-masalah ilmu Dunia selalu saja diwarnai oleh orang-orang yang cerdas, rumusan berbagai cabang ilmu dunia yang sulit sulit selalu dihasilkan oleh ekperimen orang-orang berotak cerdas. Namun dalam masalah ketaatan beragama yang dibutuhkan tidak hanya cerdas, namun harus memiliki sifat hati yang beriman dan bertaqwa, memiliki ketaatan kepada Allah dengan sebenarnya.

 

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ﴿٢٨﴾

 

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun. (Q S 25 Faathir  ayat 28)

 

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ ﴿٥٢﴾

 

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS 24 An-Nuur ayat 52).

 

فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلاَّ عَلَى اللّهِ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿٧٢﴾

 

Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun daripadamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)". (QS  10 Yunus ayat 72)

 

Memang masalah masalah Agama akan lebih mudah dikuasai oleh orang-orang yang cerdas aqalnya, namun syarat yang lebih utama tidak hanya cerdas, tapi harus Berilmu, Beriman dan Bertaqwa, dan selanjutnya harus memiliki ketaatan yang tinggi kepada Allah, dan mendakwahkannya kepada umat manusia dengan tidak mengharapkan Upah dari  umat, atau dapat disadari bahwa para penyebar agama harus memiliki sumber keuangan yang besar dan kemudian ditebarkan kepada umat untuk diajak mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Allah kepada mereka.

 

2.Melihat Keberhasilan Dunia Orang Awam.

 

Abad 21 semakin mengemuka dengan munculnya beberapa gelintir manusia Trilyuner yang mewarnai peradaban, sebagai contoh beberapa Trilyuner telah mengorganisir para ahli hiburan dan kemudian disajikan kepada Jutaan dan Milyaran umat manusia, maka milyaran umat manusia berbondong-bondong mengikuti apa saja yang tersaji dalam tontonan tontonan itu.

 

Jutaan bahkan Milyaran umat manusia berbondong bondong mengikuti pola hidup Bintang Film atau Bintang Iklan yang dengan mudah dikonsumsi oleh orang awam yang tersaji di media publik. Banyak umat manusia meninggalkan ajaran agama yang benar, dan lebih suka mengikuti hura hura para tokoh hiburan tanpa merasa dosa.

 

Beberapa Negara lain, telah mengetrapkan wajib militer kepada seluruh warga Negara mereka, dan apa yang dihasilkan pada Negara tersebut, adalah pencapaian tingkat keberhasilan industrialisasi yang sangat pesat dan dapat mengalahkan Negara-negara lain.

 

Protab  pendidikan militer dan protab perintah komputer memiliki kesamaan, mereka mereka yang berhasil mendidik rakyatnya dengan pendidikan sistem militer, akan lebih mudah mendorong rakyatnya menggunakan kemajuan teknologi komputer dan otomasi untuk diaplikasi dalam kehidupan sehari hari.

 

Negara-negara tertentu memacu warga negara mereka untuk meningkatkan produktifitas, dengan cara membuat forum-forum diskusi dan seminar pada bakat-bakat ilmu masing-masing, dan kemudian mereka dirangsang untuk menghasilkan produk produk baru yang lebih dapat memudahkan kehidupan umat manusia. Banyak temuan-temuan kreatip yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok forum-forum diskusi keilmuan yang diangkat dan diproduksi dalam dunia industri dan menjadi devisa melimpah bagi negara tersebut.

 

3.Apa yang Harus Dibangun Umat Islam.

 

Semua capaian orang awam diatas yang sekarang sedang mendominasi kehidupan umat manusia, dipandang dari sisi agama sering kali merupakan keberhasilan yang tidak terkandung, Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun keberhasilan tersebut telah dapat mewarnai Jutaan dan Milyaran pola hidup manusia, karena semuanya memang menyenangkan hawa nafsu.

 

Umat Islam harus berbenah diri, setidaknya keimanan dan ketaqwaan yang ada pada diri masing-masing disalurkan untuk menghasilkan hal-hal yang produktip dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akherat.

 

Forum-forum ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan ilmu-ilmu dunia harus pula ditumbuhkan di kalangan umat bertaqwa, namun harus berujung pada tingkat produksi. Umat dihasung untuk produktip, menghasilkan karya, bukan menjadi umat yang konsumtip, yang selalu bernikmat-nikmat dengan karya orang lain.

 

Umat Islam harus pandai menghargai dan mengarahkan orang-orang cerdas, umat Islam harus mendudukan mereka, walaupun mereka anak orang miskin atau anak orang kaya, harus dihargai bahwa Allah telah menitipkan kepada mereka sumber sumber kreatifitas ilmu dunia yang lebih luas, yang mereka butuhkan adalah pendidikan ilmu Agama, Keimanan dan Ketaqwaan, dan bila mereka miskin maka perlu juga bantuan pendanaan untuk dapat mengangkat potensi dan bakat mereka agar berguna bagi orang banyak.

 

Umat Islam harus mengalokasikan dana untuk mengangkat orang-orang cerdas dari keluarga miskin sehingga tumbuh iman dan takwanya serta kreatifitas ilmu dunianya, sehingga mereka dapat mengangkat kemajuan umat secara bersama.

 

Mendakwahkan agama memang membutuhkan dana yang besar, apalagi melihat pola abad 21 yang nampak diwarnai oleh beberapa gelintir Trilyuner yang dapat merubah warna dunia. Umat Islam harus mampu membangun perekonomian jaringan yang kuat dan kokoh, dengan menggunakan kerangka orang-orang cerdas yang beriman dan bertaqwa, dan diperkuat dengan generasi yang kreatip dan produktip, sehingga umat Islam mampu menjadi DERMAWAN-DERMAWAN IKHLAS yang menjadi panutan umat manusia.

 

 

  1. Pemimpin Yang Bagaimana Yang Diinginkan

 

Pada kenyataan hari ini, setelah berjalan 30 th di indonesia, sejak para Penghibur diberi kesempatan untuk tampil 24 jam di ruang publik, apakah itu dalam bentuk siaran TV, VIDEO, MULTI MEDIA, maka saat itu pula secara massal terjadi perubahan KIBLAT, dahulu orang berkiblat pada para nasehat orang  ‘ALIM yang menjadi tauladan umat, namun kemudian umat berbondong-bondong berkiblat pada bujukan dan kesantaian para Penghibur.

 

Orang awam lebih suka dipimpin oleh para Penghibur, dibanding dipimpin oleh para orang-orang yang Beriman dan Bertaqwa, sebuah MEGA DISRUPSI  yang tidak pernah dibicarakan.

 

Memang umat Islam diperintah hanya untuk menyampaikan kebenaran, dan tidak dituntun untuk dapat memaksa seseorang untuk beriman dan bertaqwa, namun rasa belas kasihan seorang muslim di ABAD 21 harus dilengkapi dengan KEDERMAWANAN yang tinggi, hal ini menuntut umat Islam yang peduli,  agar memiliki sumber dana yang besar. Yang akan digunakan sebagai daya tarik umat manusia di abad 21 untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa dan sekaligus untuk membangun peralatan dakwah yang memiliki cakupan yang luas.

 

Kepemimpinan abad 21, tetap saja bisa disimbulkan dan diwakili oleh Person Person, sebagaimana para person Trilyuner telah mengalahkan kekuasaan Negara dan menembus Batas Wilayah, namun sebenarnya dibalik mereka telah berjuang ratusan ribu orang-orang cerdas yang dengan sengaja atau tidak sengaja bergabung masuk dalam “GIGA NETWORKING” dan mewarnai Dunia dengan apa yang mereka inginkan, dan sudah bukan zamannya lagi mendewa-dewakan pemimpin yang tidak mampu membangun jaringan, dapat dipastikan mereka menjadi pemimpin hanya seumur jagung. Wallahu a’lam.