Memang Sudah Suratan Takdir ……..

Siang itu jakarta selatan terasa panas sekali, matahari terasa ingin membakar kulit orang yang nekat berkeliaran di luar. Saat itu saya bertugas di poliklinik orthopaedi RS Fatmawati, untung didalam ada AC sehingga ruangan masih terasa sejuk untuk berteduh.

Poliklinik orthopaedi ini memiliki 5 ruangan yang masing – masing di bagi berdasarkan subdivisi ada divisi tulang belakang, tumor tulang,tulang anak-anak, trauma rekonstruksi, hand, sedangkan saya saat itu bertugas di bagian tulang belakang, kalo di kedokteran lebih terkenal dengan sebutan divisi spine.

“Ada pasien dok, bisa dipanggil”Tanya bu wayan, bu wayan adalah perawat senior di poliklinik orthopaedi RS Fatmawati, orangnya seumuran ibu saya, ramah dan baik hati serta sabar menjelaskan kalo ada pasien yg kurang faham.

”panggil aja bu” pinta saya

Akhirnya masuklah novi diantar oleh ibunya. Novi , remaja kelas 1 SMP, dia sudah beberapa kali bertemu saya, dia mengeluh tulang belakangnya melengkung,terakhir bertemu saya minta untuk dilakukan roentgen lengkap tulang belakang yang lebih dikenal dengan rontgen skoliosis program.

“Ini dok roentgen scoliosis programnya”, kata ibunya “OK saya lihat dulu ya”,kemudian saya meminta novi melepas bajunya, dan mengukur kelengkungan tulang belakangnya. Selanjutnya saya ukur sudut kelengkungan tulang belakang di rontgen

“hmm..sudutnya 30 derajat AP, 15 derajat bending kanan, Risser sign 3”hehehe maksudnya sudut kelengkungan tulang belakang 30 derajat, masih bisa di koreksi sampai dengan 15 derajat dan risser sign 3 menunjukkan bahwa tulang belakangnya masih akan tumbuh lagi.

Dalam orthopaedi tulang melengkung kalo dilihat dari belakang seperti huruf S dikenal dengan scoliosis, penyebabnya sebagian besar tidak di ketahui, biasanya terjadi pada wanita usia pubertas atau masa pertumbuhan.

Jika ada tanda – tanda tersebut memang di anjurkan segera ke bagian orthopaedi untuk dilakukan pencegahan agar melengkungnya tidak bertambah berat.

Biasanya dilakukan pengukuran sudutnya, kalo dibawah 20 derajat, masih dilakukan observasi, sudut 20-40 derajat maka dilakukan pemakaian brace atau orthosis sedangkan kalo lebih dari itu jalan satu-satunya yaaa harus dilakukan operasi

“Bagaimana dok”Tanya ibunya novi, ibunya novi berumur 30an, guru SMA terkemuka di wilayah Jakarta Selatan, dia merupakan perempuan yg energik dan fashionable menurut saya, karena pakaian yg dikenakannya selalu matching hehehe…

“begini bu..novi mengalami scoliosis seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya, dan dari roentgen scoliosis programnya sudut kelengkungannya 30 derajat, artinya masih belum perlu di operasi, saat dia bending atau miring ke kanan sudutnya jadi 15 derajat, jadi diharapkan dengan latihan yang rutin sudutnya diharapkan berkurang jadi 15 derajat”

“jadi apa yang harus dilakukan novi dok?”

“yang pertama dia harus rutin fisioterapi dan renang, dan saya juga akan meresepkan untuk pembuatan brace atau orthosis”

“follow upnya gimana dok”

“ ya novi  harus control tiap bulan untuk dilihat perkembangannya dan tiap 6 bulan di lakukan pemeriksaan ulang roentgen scoliosis program”

“apakah masih ada kemungkinan dia akan menjalani operasi dok?”

“ya kalo progresifitasnya atau kelengkungannya bertambah 5 derajat tiap 6 bulan atau sudutnya lebih dari 45 derajat”

“Apa resikonya jika dilakukan operasi dok”

“resiko paling berat ya kelumpuhan atau meninggal” ibunya memandang saya lama sekali,matanya seperti nanar seperti burung gagak mengincar mangsanya,

”jikalau nantinya harus di operasi apakah resikonya bisa dihindari”

Saya menunduk, tak kuasa memandang tatapan penuh harap si ibu, lama saya berpikir bagaimana caranya untuk menjelaskan…….

“di kedokteran banyak hal yang belum di ketahui, ibarat naik pesawat, ada juga resiko untuk jatuh, begitu juga dengan operasi scoliosis meski resikonya kecil, selama ini yang mengalami kelumpuhan bisa di hitung dengan jari, kalo di tanya apa yang menyebabkan lumpuh masih misteri, di duga karena kekurangan pasokan oksigen ke saraf tulang belakangnya…tapi penyebab pastinya yg belum tahu.

Sebab tim bedahnya sama, alatnya juga sama yang satu lumpuh yang lain tidak, penyebabnya saya tidak tahu,terakhir kasus lumpuh terjadi saat operasi scoliosis di RS internasional di Jakarta, penyebabnya Wallohu A’lam.

Guyonannya Sering kita sebut sebagai garis tangan atau suratan takdir”

Masih juga ibu tersebut menatap saya penuh pengharapan,”coba dokter lihat telapak tangan novi, dia punya bakat lumpuh nggak?”

“walah buu, gua ini dokter bukan mama lauren..hehehe”. Akhirnya novi dan ibunya meninggalkan poli orthopaedi

Ilmu di bentangkan oleh Alloh begitu luas, namun hanya sedikit yang telah kita pelajari dan kita temukan.

Dalam dunia kedokteran pun seperti itu, meskipun sudah semakin maju ilmu kedokteran masih banyak hal yang belum terjamah dan diketahui. Dulu waktu saya pendidikan dokter umum buku saya satu lemari besar, ibu saya sering ngomel-ngomel karena kamar dipenuhi buku, sekarang pendidikan orthopaedi malah kamarnya nggak kelihatan karena dipenuhi buku, namun masih banyak ilmu kedokteran ini yang belum bisa saya fahami.

Saking banyaknya penyakit yang tidak di ketahui maka para ahlipun mengumpulkan dalam satu diagnosis yaitu idiopathic (penyakit yang nggak jelas penyebabnya atau diagnosis keranjang sampah) begitu pula dengan scoliosis ada scoliosis idiopathic.karena banyaknya ilmu Alloh yang belum di ketahui dan di teliti

“Katakanlah:kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat – kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis di tulis kalimat- kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula” (Q.S .Maryam : 109)

Begitu luasnya ilmu Alloh, dan begitu lemahnya akal manusia, sudah berabad – abad manusia ada di muka bumi untuk mempelajari ilmuAlloh, namun masih saja banyak hal-hal yang belum terungkap dengan jelas.

Maka tidaklah heran semakin terbelakang ilmu pengetahuan maka semakin maju ilmu perdukunan. Saat kita tidak bias menjelaskan logika yamg terjadi maka opini masyarakat di giring untuk mempercayai hantu..setan..dan sebagainya

Coba kita bayangkan.dalam jarak 5 meter kita bisa membuka gerendel pengaman pintu sebuah mobil hanya dengan sebuah pencet..jika saja ilmu tentang gaya electromagnet belum di temukan kita mungkin di giring untuk berfikir ‘’alah paling paling sihir atau jin atau ilmu gaib dari pencak silat  atau apalah..karena kedangkalan ilmu kita..

Umat islam digiring untuk selalu terbuka pemikirannya.dalam banyak ayat Alloh selalu menutup dengan kata – kata :”Afalaa ta’lamuun (apa kamu tidak berfikir)’..

Sehingga sangat penting bagi diri kita untuk mendidik generasi penerus kita untuk selalu berfikiran terbuka… Berfikir positif, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan umat islam selalu maju dan progresif.dan tidak ada lagi jawaban kepepet : …lah itu mah memang sudah suratan takdir..

Akhirnya sayapun bersujud seraya membaca “orang – orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata :Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”(QS Ali Imron : 191).

Dan novi pun akhirnya saya diagnosis dengan Adolescent Idiophatic Scoliosis 30 degree…hehehe karena terbatasnya ilmu kedokteran maka masih pake kata idiophatic hehehe……

 

(gustom_slo@yahoo.co.uk)


2 komentar pada “Memang Sudah Suratan Takdir ……..

  1. Ass. Tom…..
    , smoga makin luas pemahaman ilmu kita semakin besar rasa syukur & takut kita sama Allah, keep istiqomah di jalan dakwah. Semoga sdr/i kita yang dah sukses jadi dr masih sempat ngaji ya , & mengabdikan ilmu untuk membawa manusia kembali pada penciptanya. syukron

  2. Assalamu’alaikum, bos tommy…tulis jg dunk pengalamanmu ama preman2 itu, pasti bnyk hikmahnya itu…. sukses boss….

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.