Memahami Larangan Allah dengan Sukacita

memahami-mtaSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, dan seluruh pengikutnya. Baru saja kita meninggalkan bulan Ramadhan. Bulan yang dilihat amat menyusahkan bagi orang-orang yang belum mendapat petunjuk, namun benar-benar menjadi bulan yang penuh rahmat bagi orang-orang beriman. Sungguh sangat bertolak belakang bukan???

Bulan ramadhan, bulan pengendalian hawa nafsu, agar nafsu ditata, dan menjadi jinak. Hawanafsu yang diperturutkan akan merusak segala keindahan kehidupan. Sebaliknya hawanafsu yang ditundukkan dengan keta'atan kepada Allah akan menjadi hawanafsu yang dirahmati.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 12:53)

Nafsu yang dipuaskan tidak akan pernah mengenal ujung kepuasan, senantiasa terus menerus dahaga untuk dipuaskan, hingga lahir dan batin manusia rusak karenanya.

Namun ambillah gambaran kecil, disaat mendekati berbuka puasa, seolah kita ingin melahap seluruh apa yang telah tersaji di meja makan. Namun ketika saat berbuka ternyata perut kita sangat-sangat terbatas. Keindahan berbuka bukan ada pada banyaknya melahap makanan, namun bagaimana merasakan lezatnya indra-indra kita ketika kita sedang makan, dan lebih tinggi lagi adalah ucapan syukur dihati kita kepada Allah yang telah memeberi kepada kita makanan dan telah memberi kenikmatan jiwa dan raga kepada kita, indah bukan???

Banyak aturan-aturan islam yang dapat dipahami dan dirasakan setelah diamalkan. Walaupun bagi orang awam mungkin hal-hal tersebut nampak menyusahkan dan menyesakkan, namun cobalah pahami dan ta'ati, kita akan segera dapat menemukan hikmahnya. Beberapa larangan Allah antara lain

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. ………..(QS. 5:3)

Bagi seorang muslim yang bersih dan patuh, untuk mengamalkan ayat-ayat diatas amatlah mudah dan dengan segera menerima dengan penuh kesenangan hati, karena memang Allah menghendaki agar hamba-hambaNya menjadi manusia yang suci lahir dan batin. Namun bagi orang yang didalam hatinya masih ada penyakit, penyakit memperturutkan hawa nafsu, maka aturan yang seindah itu dianggab sebagai belenggu. Lihatlah ayat yang lainnya berikut ini

Katakanlah:"Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 6:145)

Allah SWT menciptakan manusia untuk diuji keta'atannya kepadaNya. Tanda-tanda keagungan Allah ada dimana-mana, semua diciptakan dengan berpasang-pasangan. Ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, ada panjang ada pendek, ada laki-laki ada perempuan, ada baik ada pula buruk. Keterangan-keterangan dari Allah tentang keburukan-keburukan inilah yang harus ditinggalkan, dihindari dan dijauhi oleh manusia. Allah dalam segala hukum-hukumnya mengajak manusia untuk menggunakan Aqal dan hati serta indranya untuk menempuh jalan-jalan keselamatan dan kebahagiaan. Menempuh jalan-jalan kesucian dan kemulyaan serta menjauhi jalan-jalan kerendahan dan kekotoran. Indah bukan???

Semoga Allah menunjuki kita untuk mencintai menempuh jalan-jalan islam dengan penuh suka cita dan lapang dada, indah bukan??? Wallahu'alam


2 komentar pada “Memahami Larangan Allah dengan Sukacita

  1. seandainya dlm setahun ini semua orang bisa beribadah seperti di hari hari ramadhan,betapa indahnya dunia ini

  2. sungguh berat & merugi kita rasanya…kita makhluk paling hina…nafsu masih dominan yg menutup hati & mengalahkan fitrah paling suci…mari kita bersama2 membentuk miliu kemukminan yg telah digembleng dlm Ramadhan yg tlah berlalu tuk mengalahkan hasrat nafsu syaitan pada diri kita masing2…

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.