Mari Kita Lupakan Perbedaan Kecil diantara Kita

foto-dirjen-bimmas-islamJihad Pagi (11/4/2010). Bukan suatu hal yang biasa pada pengajian Ahad pagi (Jihad Pagi) tanggal 11 April 2010, karena pada pengajian tersebut hadir salah satu Direktur Jendral dari Kementrian Agama yaitu Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA yang menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam. Menurut pimpinan MTA, Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina mengatakan bahwa sejak 38 tahun MTA berdiri baru kali ini kerawuhan Dirjen dari kementerian Agama RI.

Dalam kesempatan yang sangat istimewa ini, maka Bapak Dirjen berkenan memberikan tausyiah kepada peserta Jihad Pagi, dan beliau juga menyatakan appresiasi yang sangat tinggi  kepada MTA serta mendukung sepenuhnya kegiatan yang diselenggarakan oleh MTA ini. Semoga dengan kerawuhan beliau pada Jihad Pagi ini akan membawa hikmah yang sangat baik dalam perkembangan dakwah yang ditempuh oleh MTA.

Silaturrahim Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, M.A di Pengajian Umum Ahad Pagi, Ahad (11/04), tersebut bisa jadi merupakan silaturrahim yang mengandung makna dan sarat akan hikmah. Betapa tidak, beberapa waktu lalu (13/03), salah seorang staf Ditjen Bimas Islam yang saat itu mengisi dalam pengajian akbar di Banjarnegara telah menginformasikan suatu kabar yang mencatut nama MTA.

Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, M.A dalam silaturrahimnya tersebut mengaku sangat kaget ketika mendengar kabar itu. Beliau menyesalkan sikap dari salah salah satu stafnya tersebut. ”Apapun yang terjadi, kalau kita punya iman, kalau kita mendengar sesuatu, Al-Qur’an menasehati kita, apabila kalian mendengarkan suatu informasi negatif dari orang-orang yang fasik atau orang-orang yang nggak tahu menahu, jangan langsung percaya, tapi Al-Qur’an meresepkan fatabayyanuu (maka konfirmasi, perjelas, adakan penelitian dan lain sebagainya),” lanjut beliau.

Beliau yakin, adanya persoalan ini akan membawa hikmah yang luar biasa. “Malah saya inginkan, persoalan ini membawa hikmah yang tidak pernah terduga sebelumnya,” ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut, beliau selaku pribadi maupun sebagai Dirjen Bimas Islam memohon maaf atas kekeliruan salah satu stafnya. Beliau juga mengharapkan bahwa permasalahan ini tidak akan diperpanjang lagi. ”Kepada masyarakat yang telah mendengarkan ini, anggaplah ini tidak pernah ada. Namun demikian, efeknya tetap kita waspadai bersama,” harap beliau.

Melalui forum kajian ini, beliau mengajak umat Islam untuk saling bahu-membahu agar tetap bersatu. “Tantangan yang kita hadapi sekarang ini luar biasa besar. Mari kita melupakan perbedaan yang kecil-kecil diantara kita,” pesan beliau.

Ambil Hikmah

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs.Ahmad Sukina menghimbau kepada para warga MTA khususnya, atau seluruh umat Islam pada umumnya, untuk memperhatikan betul-betul dari apa yang diungkap oleh Dirjen Bimas Islam tersebut. ”Kita tidak perlu mendengar cacian-cacian orang yang mencaci. Kita juga tidak akan mendengar pujian-pujian orang yang suka memuji. Pujian manusia belum tentu dipuji juga oleh Allah. Cacian yang diberikan oleh manusia, belum tentu dicaci juga oleh Allah. Maka, manusia boleh mengatakan apa yang mau dikatakan. Yang penting, bagaimana kita mendapat ridha Allah SWT,” ungkap beliau.

Lebih lanjut beliau mengajak kepada para warganya untuk berlapang dan saling memaafkan. “Sebagai orang yang dibimbing dengan Al-Qur’an, yang mana dalam Al-Qur’an kita ketahui bahwa orang yang bertakwa itu salah satu cirinya akan bisa menahan amarahnya,” jelas beliau.

Rencananya, untuk menghilangkan segala hil yang ada, Insya Allah akan diadakan pengajian akbar di Banjarnegara. “Mudah-mudahan beliau nanti bisa menjadwalkan untuk hadir di sana. Kita undang semua di sana. Yang penting, tidak ada suatu hil apapun. Perasaan hil diantara kita tidak akan ada lagi,” harap beliau.

Apapun yang terjadi, pastilah akan ada hikmah di baliknya. Seperti yang diungkap oleh Al-Ustadz, bahwa diantara hikmah tersebut adalah kedatangan Dirjen Bimas Islam ke Pengajian Umum Ahad Pagi untuk kali pertama, setelah sebelumnya hanya sempat lewat di jalan saja. ”Andai kata tidak terjadi seperti itu, mungkin beliau tidak hadir disini,” beliau berseloroh.

Maka dengan adanya kejadian ini, beliau menghimbau kepada seluruh warga MTA untuk mengambil hikmahnya. ”Insya Allah itu akan membawa manfaat yang besar. Dan seperti yang dikatakan oleh beliau tadi, kalau kita mengkaji, mengembangkan Al-Qur’an, makin ditekan akan makin besar. Makin difitnah, maka justru itu hikmahnya besar. Banyak orang yang tadinya tidak mengerti, akan datang ke sini untuk bertanya,” pungkas beliau. [ntz]

jihadpagi-nazaruuin-alustad

Gbr. Suasana Kajian Ahad Pagi (11/4)

jihadpagi-nazaruuin-pimpinaGbr. Dirjen Bimas Islam bersama jajaran Pimpinan Pusat MTA


Sumber :

  • mtafm.com
  • depag.go.id