BERTASBIH…Sifat UNIVERSAL Jagat Raya

Segala Puji Hanya Bagi Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.

Pernahkah kita berfikir mendalam tentang keberadaan 5 indra kita. Bagimanakah keadaan orang buta mata ???, orang yang tuli telinga???, orang yang bisu mulut ???, orang yang tidak bisa membedakan bau ???, orang yang mati rasa kulit dan syarafnya ??? atau pula orang yang hidup dalam kondisi berotak debil ??? Embisil ???. Ilmu-ilmu modern telah memahamkan aqal kita, ....sudahkah hal itu telah memahamkan hati kita akan keagungan ALLAH pencipta kita , Tuhan pencipta semesta Alam ???

Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah pujian yang banyak !!! Allah menciptakan AQAL, INDRA dan HATI, tentu ada kehendak khusus baginya. Semuanya itu adalah untuk digunakan melihat tanda-tanda keagungan Allah dan kemudian digunakan untuk bertasbih Mengagungkan Allah, meMahasucikan Allah, Bersyukur dengan nikmat dan karunianya yang begitu melimpah dan penuh berkah

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. 16:78)

Allah Tuhan semesta Alam, Tuhan yang Maha Kaya, tidak membutuhkan segala sesuatu dari makhluqnya, namun Allah sangat menyayangi hamba-hambanya yang beriman, bertaqwa dan bersyukur kepada-Nya

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS. 35:15)

Tugas segenap makhluq di seluruh JAGAD RAYA adalah menyibukkan diri melihat tanda-tanda keagungan Allah kemudian bertasbih mengagungkan Allah dan bersujud tunduk patuh kepada NYA. Allahu Akbar, itulah aktifitas seluruh JAGAD RAYA.

Tidakkah kamu tahu bahwasannya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. 24:41)

.

1. Tasbih-tasbih Malaikat kepada Allah.

Makhluq-makhluq Allah sangat banyak jenis dan macamnya. Pernahkan kita meneliti berapa ratus ribu jenis seranggga yang ada di sekitar kita ???, berapa trilyun jumlah mereka ???, demikian pula bakteri dan sejenisnya ???, berapa pula makhluq-makhluq asing yang tersebar diseluruh jagad raya ??? Subhanallah, Subhanallah, Allahu Akbar !!!. Allah memberi tahu kepada manusia tentang makhluq-makhluq SUCI dan MULIA yang selalu bertasbih dan bersujud kepada ALLAH disetiap saat dan waktu

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 57:1)

Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 59:1)

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19)
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. 21:20)

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. 41:37)
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. (QS. 41:38)

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 42:5)

.

2. Kewajiban bertasbih Kepada Allah Bagi Manusia

Manusia makhluq Allah yang diciptakan dengan segala kelebihan dan sekaligus beban dan tanggung jawab. Allah lebihkan Manusia dari malaikat dengan keunggulan aqal, sehingga malaikat diperintah menghormati manusia.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!", (QS. 2:31)
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:32)

Manusia juga memiliki tugas yang sama dengan malaikat, yaitu melihat tanda-tanda keagungan Allah dan kemudian ta'jub, kagum serta memahami akan kedhoifan dirinya dan selalu membutuhkan sesuatu yang dibutuhkan jiwanya, yaitu selalu bertasbih, bersujud dan ta'at untuk selalu mengagungkan Allah

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, (QS. 24:36)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. 33:41)
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 33:42)
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. 33:43)

.

3. Manusia Yang bersyukur diberi Kemuliaan dan sebaliknya yang ingkar dapat kehinaan

Usaha manusia untuk cinta bertasbih dan bersujud kepada Allah membutuhkan kesungguh-sungguhan. Karena ada makhluq-makhluq jahat yang iri, yang terus menerus berusaha mengajak manusia untuk mengotori diri, dan durhaka kepada Allah. Mengajak manusia untuk menjauh dari Allah dan kemudian mencelakai diri dengan perbuatan dosa-dosa dan kemudian berbuat durhaka menentang kepada Allah.

Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:169)

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, (QS. 4:117)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 59:19)

Manusia- manusia mulia telah dijadikan contoh oleh Allah dalam Al-Qur'an, mereka adalah orang-orang yang sangat rajin mensucikan diri dan selalu berbuat hal-hal yang mulia dan selalu cinta bersujud dan bertasbih kepada Allah

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia(Nabi Daud) di waktu petang dan pagi, (QS. 38:18)
dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.Masing-masingnya amat ta'at kepada Allah. (QS. 38:19)
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS. 38:20)

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. 33:41)
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 33:42)
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. 33:43)

Sebaliknya manusia-manusia yang telah larut ditipu daya syaitan mereka telah menemukan kekacauan dan kebinasaan. Manusia yang telah melupakan Allah, lupa akan asal usul dirinya, lupa tugas utamanya dan hancur berantakan tanpa ada yang mampu menolongnya.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. 18:50)

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. 3:112)

Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). (QS. 11:59)
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Huud itu. (QS. 11:60)

.

4. Benda mati bertasbih Mengagungkan Allah

Allah telah mengabarkan bahwa tugas segenap alam raya adalah bertasbih, bersujud mengagungkan Allah. Kita mengatakan bahwa mereka-mereka itu adalah benda mati. Apalagi kita sebagai benda hidup, tanah yang hidup dilengkapi dengan aqal, indra dan hati, tentu seharusnya lebih faham dengan kehendak Allah tersebut.

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. (QS. 13:13)

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hokum (yang lebih tepat): dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79)

.

5. Bertasbih kepada Allah Obat kesusahan dan kegelisahan JIWA

Tubuh manusia membutuhkan makanan-makanan yang bergizi sehingga tetap terjaga kesehatannya, sehingga memiliki daya tahan dari segala serangan penyakit dan tubuh akan terasa sehat dan nyaman.

Jiwa manusia juga membutuhkan makanan, dan makanan jiwa manusia adalah iman dan amal sholih, termasuk didalamnya bertasbih dan bersujud mengagungkan Allah, sehingga jiwa manusia tidak akan mudah terkena penyakit jiwa dan rong-rongan oleh penyakit jiwa berupa bujukan syaitan dan hawa nafsu yang sering merusak kesehatan jiwa. Dan mengacaukan kedamaian, ketenangan dan ketentaraman jiwa.

Bila hati gundah gelisah, Allah menuntunkan kepada Nabinya untuk bertasbih, atau kita manusia diperintah untuk selalu bertasbih kepadaNya, agar jiwa kita tetap segar di jalan-jalan yang di ridho'i-Nya

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, (QS. 15:97)
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), (QS. 15:98)

(yaitu) Harun saudaraku, (QS. 20:30)
teguhkanlah dengan dia kekuatanku, (QS. 20:31)
dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, (QS. 20:32)
supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau," (QS. 20:33)
dan banyak mengingat Engkau. (QS. 20:34)
Sesungguhnya Engkau adalah Maha Malihat (keadaan) kami". (QS. 20:35)

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu,sebelum terbit matahari dan terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya akmu merasa senang. (QS. 20:130)

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (QS. 50:39)
Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat. (QS. 50:40)

Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu.Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 52:47)
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, (QS. 52:48)
dan bertasbihlah padanya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). (QS. 52:49)

.

6. Kesimpulan ringkas

Segala puji bagi Allah, semoga kita dijadikan oleh Allah menjadi orang-orang yang rajin mengikuti petunjuk Allah lewat Rasulullah Muhammad SAW. Banyak hadist-hadist Rasulullah yang menjelaskan kepada kita bagaimana Rasulullah mengajari kita untuk bertasbih mengagungkan Allah.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)

Rasulullah telah dijadikan oleh Allah suri tauladan bagaimana bersyukur kepada Allah, bertasbih, bersujud mengagungkan Allah, hidup mengikuti syareat Allah, dan hidup bahagia dalam rahmat dan perlindungan Allah.

Ketika manusia sudah melalaikan syareat Allah, dan membuat syareat sendiri, dan ketika manusia sudah melupakan Allah, maka kesesatan demi kesesatan telah mengungkung jiwa manusia dan akhirnya manusia sedang meluncur secara perlahan-lahan kedalam jurang-jurang kesusahan dan kekalutan jiwa, yang dapat menjadi awal datangnya pertikaian, perseteruan, kekacauan dan kemungkinan besar kepada peperangan besar diantara umat manusia

Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata:"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau". Tuhan berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. 2:30)

Bila manusia telah melupakan Allah, jiwanya sibuk dengan memuja keindahan dunia yang sangat gemerlap, syahdu dan memikat, kemudian melupakan tugas utamanya dalam bertasbih, bersujud, bertaat kepada Allah Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, Tuhan yang telah memberikan hidup, memberi aqal, memberi indra, memberi hati, maka manusia akan melayang jatuh kepada suasana kekacauan dan kakalutan jiwa, disusul dengan kesusahan, siksaan, azab dan kehancuran.

Mari beramai-ramai kembali kepada Agama Allah, untuk rajin mempelajarinya, dan kemudian rajin mengamalkannya, dan mendakwahkan Al-Islam agama Allah, agar kita umat manusia untuk selalu melihat tanda-tanda keagungan Allah di segenap ufuk ciptaan Allah, dan melihat tanda-tanda keagungan Allah di dalam diri kita masing-masing, dan kemudian selalu bertasbih, bersujud, ta'at mengagungkan Allah di sepanjang kehidupan kita di dunia dan di akherat. Wallahu a'lam.


Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.