Krisis Air, Warga Gintung Reja Cilacap Jernihkan Air Keruh dan Asin

Cilacap - Selama empat bulan terakhir, sejumlah desa di kabupaten Cilacap Jawa Tengah mengalami kekeringan  akibat kemarau Panjang. Untuk keperluan minum dan memasak,  warga membeli air dalam galon seharga 5.000 rupiah per gallon. Sedangkan untuk keperluan mencuci dan mandi, warga terpaksa menjernihkan air keruh dan asin dengan menggunakan alat ala kadarnya untuk menyaring air dari dalam sumur walaupun sudah dijernihkan, dalam waktu kurang dari 1 jam, air akan berubah warna dan tidak jernih lagi.

Warga terpaksa menggunakan air keruh dan asin ini untuk keperluan mencuci dan mandi. Sedangkan untuk keperluan memasak dan minum, warga harus membeli air dalam kemasan galon seharga 5.000 rupiah per gallon.

Mengetahui kondisi ini, MTA cabang Cilacap Tengah menggandeng MTA setempat, Radio Prima FM, BPBD kabupaten Cilacap, Polsek, Koramil, serta aparat desa setempat menyalurkan bantuan air bersih. Pada tahap ke 2 ini, MTA cabang Cilacap Tengah menyalurkan sebanyak 6 tangki air bersih berkapasitas 30.000 liter. Proses penyaluran air bersih berlangsung pada Sabtu dan Ahad, 7-8 September 2019 dari pagi hingga malam hari.

Suyanto selaku Kepala Desa Gintung Reja, menyambut baik adanya bantuan air bersih dari MTA dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hal senada disampaikan salah seorang warga Gintung Reja, Basiran. Ia mengatakan masyarakat telah mengalami krisis air bersih sejak empat bulan dan adanya bantuan ini telah membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

Selain ke desa Gintung Reja, MTA juga menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa di kabupaten Cilacap. Meliputi desa Cinangsi kecamatan Gandrung Mangu, desa Jaya Giri dan desa Gunung Jaya kecamatan Kawunganten, serta desa Buntu dan desa Mujur Lor kecamatan Kroya.

Kontributor Cilacap Jawa Tengah, Sarwanto dan Affen Wachid Nugroho melaporkan.