Ketua MPR Zulkifli Hasan Menyampaikan Tausyiah di Pengajian Umum Ahad Pagi

Surakarta - Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indoneia MPR RI, Zulkifli Hasan, S.E, M.M hadir untuk menyampaikan tausyiah di Gedung Pusat MTA Jalan Ronggowarsito Nomor 111A, Timuran, Banjarsari, Ahad (28/05/2017). Dalam kesempatan kemarin, Ketua MPR memberikan materi tentang makna kebhinekaan kepada ribuan peserta pengajian yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua MPR berharap masyarakat tidak terlalu mudah menghakimi seseorang atau sebuah kelompok sebagai golongan anti-Pancasila. Menurutnya, masyarakat yang termasuk golongan anti-Pancasila adalah mereka yang sama sekali tidak memedulikan atau menghargai hak orang lain.

Ia menyampaikan berdasarkan sila pertama dalam Pancasila, negara Indonesia adalah negara yang ber-Tuhan. Sebagai implementasi sila pertama bisa dikatakan berhasil jika masyarakat Indonesia bisa menjalankan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing secara leluasa. Ketua MPR tidak sepakat jika masalah agama, kebangsaan, dan negara dipisah-pisahkan. Sebab semua hal tersebut menurut beliau justru harus saling melengkapi.

Jika umat Islam melaksanakan tindakan secara ajaran agama itulah yang disebut sebagai pancasilais. Begitu juga jika rakyat menginginkan memiliki pemimpin daerah yang beragama Islam itu merupakan hak warga yang dijamin undang-undang. Sebelum hadir di Gedung Pusat MTA, Ketua MPR bersama rombongan mendatangi gedung pengajian MTA di Boyolali. Dia menyesalkan ada pihak-pihak yang keberatan dengan penyelenggaraan pengajian tersebut dengan memasang pagar bambu untuk membatasi akses jamaah. Ketua MPR menilai tindakan tersebut justru yang disebut tindakan radikal dan intoleran.