Ketika Tidak Ada Lagi Tahun Depan

icon-masadepan-mtaTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al Anbiyaa :35)

Tiba-tiba saja saya teringat beberapa tahun lalu. Bulan nya mungkin juga tidak jauh berselang dengan bulan yang sedang kita jalani bersama saat ini, bulan Ramadhan, tahun nya mungkin satu, dua, atau tiga tahun yang lalu, entahlah.

Tahun dan bulan yang harus segera ditundukkan dengan menyelesaikan salah satu tugas perkuliahan : KKN.

KKN atau Kuliah Kerja Nyata, merupakan sebuah program dari kampus yang melibatkan para mahasiswa untuk terjun ke masyarakat. Membuat analisa masalah, membuat program. Semuanya 'prosesi' dilakukan dengan tetap memandang dan menulis detailnya pada selembar kertas besar nan lebar yang berisikan nama program, jam pelaksanaan, tenggang waktu pelaksanaan, dan sebagainya dan sebagainya.

Terasa mengikat memang, terasa memaksa mungkin.

Tapi semua harus tetap dijalani dan dilalui sebagai sebuah tuntutan untuk memberikan performa terbaik dalam tugas KKN tersebut. Karena eh karena ternyata kalau sudah tiba masanya 'waktu hidup' KKN usai dan kertas besar nan lebar sudah digulung, dan beratus mahasiswa mulai pulang ke Kampus lagi, pada saat itulah mereka akan ditanya tentang program apa saja yang sudah mereka lakukan selama rentang waktu yang diberikan selama beberapa bulan tersebut.

Senang, bersyukur, jikalau laporan KKN diterima dan mendapatkan nilai yang memuaskan dari pihak kampus. Sedih, menyesal jika ternyata program yang dilakukan belum memenuhi kualitas cukup untuk mendapatkan status lulus dalam mata kuliah KKN tersebut, walaupun jarang terjadi. Yang berarti laporan ditolak dan nilai yang diberikan pun jauh dari yang dinamakan memuskan.

Untuk beberapa teman yang menemui masalah ini, tahun depan adalah jawaban yang cukup baik dalam mengatasi permasalahan nilai yang tidak baik, laporan yang tidak diterima dan beraneka masalah lain yang membuat program KKN tidak sukses. Ya, karena masih ada tahun depan lagi.

Tiba-tiba juga saya mengibaratkan KKN ini dengan kehidupan kita ini.

Sebuah Perjalanan Yang Tidak Bisa Diulang

Di mana saat ini kita berjuang untuk memberikan performa terbaik dalam 'program hidup' kita, dengan memandang 'kertas'' amal kita yang ternyata masih sedikit di goreskan dengan tinta program pengabdian kepada sang Maha Segala. Kita berjuang detik per detik, jam per jam, hari per hari, tahun per tahun, yang berarti akan membawa kita kepada masa di mana kita akan mempertanggungjawabkan setiap 'program hidup' semasa hidup di dunia ini.

Sehingga ketika ajal sudah menjelma dan kertas besar nan lebar kita digulung dan kita akan kembali kepada Allah yang menguasai sepenuhnya hidup kita ini, dan pada saat itu kita akan ditanya tentang program apa saja yang sudah kita jalankan di dunia ini. Maka tentu setiap orang per orang akan menjawab sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan ketika mereka masih menginjakkan kaki di bumi ini.

Bersyukur yang luar biasa bersyukur jikalau apa yang sudah kita lakukan di dunia ini memang masuk kriteria baik dan ALLAH menerima apa program kita, namun menyesal yang sangat ketika ALLAH memutuskan bahwa program kita hidup ternyata tidak bisa diterima dalam arti penghambaan.

Jangan pernah berfikir untuk mengulanginya tahun depan, atau kesempatan yang lain. Karena tahun depan atau kesempatan lain sudah bukan menjadi bagian dari diri kita lagi.

"(QS 26:102) maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman"

Selamat berkarya kawan, selamat berjuang, berikan program hidup yang terbaik untuk menghadap Allah SWT. Ketika ajal datang, kuburan telah diratakan dan orang-orang sudah meninggalkan. Kita akan mendapatkan ujian pertama berupa pertanyaan-pertanyaan terhadap yang sudah "semua hal yang dilakukan" didunia.

Terwakili menjadi beberapa pertanyaan, yang pasti dijawab dan pasti tidak bisa bohong. Siapa Tuhanmu, Apa agamamu dan Siapa yang diutus kepadamu?? dan dari situlah akan terlihat tanda-tanda tempat akhir perjalanan hidup kita..Syurga atau Neraka!

Semoga bermanfaat.


3 komentar pada “Ketika Tidak Ada Lagi Tahun Depan

  1. lebih mengena lagi pabila judulnya menjadi “ketika Tidak Ada lagi Hari Esok”. bila kita mau sekedar merasakan apa yang dirasakan para pasien UGD yang telah divonis oleh dokter mengenai masa waktu hidupnya di dunia telah mendekati expired. “tinggal menghitung hari” kira2 apa yang musti kita lakukan. bingung? pasrah? marah dengan keputusan itu? Kita semua tlah sadar bahwa kita semua adalah CALON MATI yang tinggal menungguh hari H tiba. bukan hanya calon haji yang bisa sewaktu2 batal berangkat. atau calon anggota legislatif belum pasti apakah jadi atau tidak. Namun kenyataannya kita malah lebih mempersiapkan dengan sepenuh hati dan jiwa terhadap segala sesuatu yang “BELUM PASTI” ketimbang mempersiapkan sepenuh hati dan jiwa terhadap sesuatu yang SUDAH PASTI TERJADI yaitu MAUT. ayo kita sama2 merenung dan segera mengambil tindakan sebelum segalanya jadi TERLAMBAT.

  2. apapun aktivitas yang berlalu dari detik ke detik..lakukan yang terbaik dan jalani dg sepenuh hati,yakinkan hati bahwa aktivitas kita dlm ridhlo ALLAH,dan selalu ingat bahwa kematian itu sangat dekat dg diri kita,shg mbt kt sll ht ht dlm melangkah..

  3. jauh2 14 abad yg lalu Allah lewat Rasul-Nya telah memasang “pathok” agar manusia waspada thd waktu…qs. al ‘Asr:1-3…waktu akan membunuhnya bila tidak bila memanfaatkan..mari dari diri kita masing2 ut mengisinya dg amal shaleh, nasehat-menasehati dl kebenaran dan bersabar…hanya Allah tempat berlindung, bersandar & kembali yg terbaik

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.