Ketahanan dalam Berdakwah

icon-tahan-dakwahKetika seseorang menyuguhkan kebaikan kepada orang lain, tapi dibalas dengan kejahatan.
Ketika dia bersikap baik tapi dibalas dengan gangguan.

Ketika dia berupaya menyampaikan hidayah, tapi dia mendapati orang itu keras kepala mempertahankan kesesatannya,
...........kadang semangatnya menjadi lemah.
Dia akhirnya menyepi menjauhi orang-orang di sekelilingnnya.
Kemudian dia hanya akan memperhatikan diri sendiri.

Namun, ada orang-orang besar yang tidak peduli dengan penderitaan yang mereka alami. Yang penting mereka bisa menggandeng tangan orang-orang yang menyakiti mereka lalu menuntun mereka ke luar dari kesesatan menuju hidayah. Mereka terus melanjutkan dakwah dan seruan mereka kepada kebaikan meski malapetaka yang besar terjadi.

Manusia-manusia bertipe seperti ini sangat sedikit dijumpai ditengah masyarakat. Mereka adalah model yang unik dan jarang. Meski jumlah mereka sedikit, mereka dapat menunjukkan eksistensi mereka. Mereka mempersembahkan pengabdian/jasa-jasa yang besar hanya kepada Allah  SWT. Yang paling menonjol diantara orang-orang besar ini adalah Rasulullah SAW.

Beliau menghadapi kaum meski mereka angkuh dan bersikeras mempertahankan kekafiran dan kesesatan. Beliau tabah menghadapi sikap keras kepala mereka yang tiada duanya. Beliau menerima intimidasi yang membuat orang-orang lain menangis sampai-sampai langit pun terenyuh dan tersentuh kepada beliau. Jibril merespons kesedihan beliau ketika Allah SWT  mengutusnya agar Malaikat Jibril mematuhi perintah Rasulullah SAW, biar Jibril mendoakan kecelakaan bagi kaum Rasulullah SAW yang telah dzolim kepada Beliau. Namun beliau hanya berkata, " Ya Allah ampunilah dosa-dosa kaumku; sesungguhnya mereka itu tidak tahu."

Dengan kesabaran yang luar biasa dan pandangan yang jauh ke depan, kita melihat beliau terus berdakwah meskipun dakwah ini tidak menunjukan hasil yang menggembirakan dalam diri orang-orang kafir. Beliau yakin dengan dakwah itu akan berpengaruh dan berhasil minimal kepada generasi anak-anak mereka, yaitu generasi kedua setelah mereka. hal ini kita temukan dalam sabda beliau, "mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari mereka keturunan yang menyembah Allah SWT"

Masalahnya bukan hanya terbatas pada sikap keras kepala dari kaum Quraisy, melainkan lebih dari itu mereka menghina Rasulullah SAW. Dengan tuduhan-tuduhan dan gosip-gosip bohong, kejam dan hina. Hal ini pun kemudian menjalar hingga berbentuk gangguan fisik. Bukan hanya sekali dua kali tangan-tangan mereka memukul Rasulullah SAW. Atau menjambak rambut beliau. Hingga akhirnya ada yang merusaha merancanang pembunuhan berencana.

Mengapa ? Karena beliau ingin menggandeng tangan mereka menuju hidayah, Menyelamatkan mereka dari kesesatan, menarik mereka dari neraka. Hal ini memberi isyarat kepada kita, bahwa masalah pemberian hidayah kepada manusia bukan berada dalam kuasa kita melainkan atas kehendak Allah dan sebesar pilihan manusia. Jika manusia itu cenderung dan menjemput kepada hidayah maka Allah SWT akan memberikannya.

Kita sebagai manusia harus dapat memaksimalkan diri kita untuk mengajak kepada manusia yang lainnya menuju jalan kebenaran. Dan hanya Allah sajalah yang dapat mengubah manusia tersebut untuk menjadi benar atau tidak. Dan pada manusia itu sendiri apakah kemauannya besar untuk menginginkan perubahan demi mengharap ridha hidup abadi di sisi Allah Swt.

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qashash :56)

Kehidupan Rasulullah SAW penuh dengan peristiwa-peristiwa yang membuat hati pilu, jiwa terenyuh , dan membuat para sahabat Rasulullah SAW menangis.

Diantaranya adalah peristiwa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Uruwah Ibnu Zubair dari Abdulah bin Amru. Urwah bertanya kepada Abdulah bin Mas'ud, "Selama Quraisy menunjukkan permusuhan kepada Rasulullah SAW,  Gangguan apa yang kamu lihat paling banyak mereka timpakan kepada beliau ?"

Dia menjawab, "Saat itu aku ada bersama kaum Quraisy ketika para pemuka Quraisy tengah berkumpul di Hijr. 'Mereka berkata, 'Belum pernah kita menyaksikan kelakuan yang diperbuat lelaki ini yaitu Rasulullah SAW. Dia telah melecehkan akal kita, menjelek-jelekan agama kita, memecah belah jamaah kita, mencaci tuhan-tuhan kita. Kita terlalu sabar menahan diri atas perkara yang besar!"

Kebetulan saat itu pula Rasulullah saw muncul . beliau mendekati Ka'bah lalu melakukan thawaf. Tatkala beliau lewat dekat mereka, sindiran dan lecehan terhadap sabda beliau atau firman Allah SWT keluar dari mulut mereka. Aku melihat perubahan pada wajah beliau mendengar sindiran mereka. Tapi beliau terus berthawaf. Ketika untuk kedua kalinya beliau lewat dekat mereka, mereka kembali menyindir. Wajah beliau kembali berubah, tetapi beliau tetap melanjutkan thawaf. Kerika hal ini berulang lagi untuk ketiga kalinya, beliau bersabda, "Apakah kalian mendengar, wahai kaum Quraisy ? ketahuilah, demi Allah, aku telah datang kepada kalian dengan membawa ancaman azab."

Rasulullah SAW pergi . keesokan harinya mereka berkumpul lagi di Hijr. Saat itu aku ada bersama mereka. mereka berkata satu sama lain, kalian (kemarin) sudah menyinggungnya tentang kelakuannya kepada kalian tapi ketika dia mengancam kalian dengan azab, kalian meninggalkannya'

iklan-almarah-12-20091Pada waktu yang bersamaan Rasulullah SAW muncul. Secara serempak mereka melompat lalu mengerumuni beliau. Kata mereka, 'Kamukah yang berkata begini dan begini ?' mereka menyebutkan ejekan Rasulullah SAW terhadap tuhan-tuhan dan agama mereka.

Beliau menjawab, 'Ya aku yang mengatakannya.' Aku menyaksikan salah satu dari mereka mencekal dan menjambak selendang beliau. Sementara Abu Bakar berusaha membela beliau sambil menangis Abu Bakar berkata,"Apakah kalian hendak membunuh seseorang yang mengatakan Tuhanku adalah Allah ?". Setelah itu mereka pergi.

Itulah peristiwa yang paling keras yang aku lihat dilakukan Quraisy terhadap Rasulullah SAW."

Manusia saat ini tidak akan sehebat Nabi. Tetapi kiranya kita wajib berusaha mendakwahkan kebenaran ini  dengan amal dan nasehat. Terus-menerus tidak kenal lelah, dan tidak gentar menghadapai rintangan yang menghadang. Andaikan semua yang disekitar kita membenci atau menolak kebenaran yang telah kita sampaikan. Kita masih mempunyai Allah, Maha Mendengar, Maha Melihat, Tidak Tidur untuk memperhatikan hamba-hambaNya.

Kiriman dari Colomadu


7 komentar pada “Ketahanan dalam Berdakwah

  1. mari menjadi da’i yg tegar dalam dakwah dan hindari da’i yang berjatuhan dalam dakwah. maka, bila kita jatuh segera obati dengan penawar lelah pengemban dakwah

  2. kekuatan keikhlasan hanya mencari ridho Allah dan keyakinan dlm bertauhid yang mantap,insya Allah menjadi dai yang tangguh.

  3. Alhamdulillah Al Ustad selalu menekankan kepada kita agar selalu menjaga dan mengutamakan keikhlasan dalam setiap amal perbuatan termasuk didalamnya adalah berdakwah, bahkan setiap ustad yang mengisi pengajian di binaan, gelombang atau cabang dilarang menerima imbalan dari manusia, hanyalah imbalan dari Allah yang kita harapkan. Tegakkan Islam ! Maju terus dakwah ! Selamat kepada MTA !

  4. kalau sekiranya semua Da’i ikhlas dalam berdakwah, Insya Allah suri tauladan dari Rosulullah dalam berdakwah tersebut dengan mudah untuk dicontoh, tapi…..ketika ada oknum Da’i dalam berda’wah yg berharap imbalan materi dari ummatnya maka …keadaan sebaliknya akan terjadi. dan saya yakin ini tdk akan pernah terjadi di MTA…goodluck MTA !!!

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.