Kerjasama MUI dan POLISI dalam mencegah KEJAHATAN

mataSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sabahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa di jalan yang lurus. Amien.

Kita sering melihat tentang kejadian proses 'amar ma'ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi mungkar (mencegah dari kejahatan) dilakukan oleh sekelompok lembaga da'wah. Namun kadang-kadang menuai pujian atau pula hujatan. Ada yang memujinya, karena kelompok tersebut dengan berani membubarkan perbuatan kema'syiyatan dan kejahatan yang dimurkai oleh Allah dan dapat mendatangkan murka Allah padanya.

Namun ada sebagian yang menghujat karena merasa dirugikan baik aspek moril dan non moril, disebabkan mereka tidak dapat melakukan apa-apa yang dikehendaki sesuatu yang dianggap biasa dan bukan dosa, disebabkan karena sudah menjadi tabiat dan perilaku mereka. Sehingga kemudian dikatakan kepada orang-orang yang berbuat nahi mungkar tersebut sebagai para pelanggar HAM.
.

1. Sebuah Contoh : Bahaya Perbuatan Keji dan Mungkar

Bila kita rajin belajar dan berusaha memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka perbuatan keji dan mungkar adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah. Karena hal tersebut dapat menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat dan mengakibatkan kerugian-kerugian besar di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

Sebagai contoh misalnya bagaimana kisah kaum Nabi Luth yang berbuat kekejian dan telah diingatkan tetapi malah membangkang sehingga dimusnahkan oleh Allah, sebagaimana kisahnya dalam firman Allah yang artinya:

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu". (QS. 7:80)
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS. 7:81)
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri". (QS. 7:82)
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (QS. 7:83)
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (QS. 7:84)

Kejahatan yang diperbuat oleh sekelompok masyarakat dan kemudian menyebar dan sudah menjadi kebiasaan buruk masyarakat, dapat mendatangkan kerugian bagi mereka dan lebih jauh akan dapat mendatangkan murka dan azab Allah, sehingga umat yang masih peduli perlu mencegah dan mencegah dan mencegah, sebab bila tidak dicegah maka siksa Allah dan azab Allah itu bisa mengenai mereka semua secara merata

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. 8:25)
.

2. Dakwah Langsung Ke Medan Sasaran

Pada hari ini kita melihat banyak kemungkaran yang dilakukan secara terbuka di tengah-tengah masyarakat. Dan kita bersangka baik, mungkin saja yang melakukan itu mereka adalah orang-orang yang masih bodoh yang belum mengenal da'wah Agama Islam.

Namun juga banyak kemungkaran-kemungkaran yang membajir di tengah-tengah masyarakat disebabkan karena masyarakat melihat sebagian tayangan dan tontonan di siaran-siaran TELEVISI, sesuatu yang jelek tetapi dilakukan dan dicontohkan, sehingga masyarakat mengikutinya tanpa merasa dosa. Apalagi bila masyarakat masih bodoh dengan kebenaran agama Islam, atau pula oleh kelompok anak-anak muda yang masih sangat tinggi kemauannya untuk bersenang-senang, bergirang-girang memperturutkan hawa nafsu. Namun bila semua itu dibiarkan akan menghasilkan kemerosotan moral dan kebinasaan.

Sisi yang lain kita juga merasa sangat bangga masih ada beberapa lembaga-lembaga da'wah yang berdakwah dengan langsung kepada sasaran da'wah. Mereka mendatangi langsung kerumah-rumah umat Islam untuk diajak ke masjid, diajak untuk rajin mengamalkan Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah, rajin beribadah ikhlas kepada Allah. Atau pula mereka mendatangi tempat-tempat kema'syiyatan dan langsung memberikan pengertian dan teguran serta mengajak mereka untuk kembali kepada amal-amal agama yang dapat membendung kemauan jahat mereka. Atau memberikan kepedulian atau perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan

Cara yang terakhir inilah yang perlu kita tiru dan perlu kita kembangkan dan perlu di suburkan dan ditumbuh kembangkan dan bahkan akan sangat berdaya guna bila disponsori oleh lembaga formal dakwah semacam MUI (Majlis Ulama Indonesia) dengan segenap elemen da'wah di bawahnya dan tentu sekaligus bekerjasama dengan aparat (POLISI) yang berkompeten untuk membendung tumbuhnya kejahatan di tengah-tengah masyarakat.
.

3. Keanehan Keanehan Kehidupan di Zaman Semi Modern

Jaman Modern dibelahan bumi yang manapun akan memiliki suatu akibat dan penyimpangan yang mirip bahkan sama. Bila kita melihat kejahatan yang tumbuh di kota-kota modern atau pula di Negara-negara yang sedang menuju modern, semuanya mirip dan sama. Karena memang manusia di seluruh muka bumi memiliki sifat yang mirip dan sama. Sehingga penyimpangan-penyimpangan-nya juga mirip dan sama.

Bila seluruh anggota MUI dan POLISI sudah memiliki pengertian yang sama tentang kejiwaan manusia, dan telah saling membangun kerja sama dan saling pengertian untuk memahami sebab-sebab tumbuhnya penyimpangan pada diri manusia, maka kerjasama yang baik antara kedua lembaga tersebut akan sangat effektif dan effisien dalam membangun umat yang baik, dan membentengi umat dari proses penularan kejahatan dan perbuatan jahat.

Semua orang tau bahwa jeruji terali besi bukan sesuatu yang mampu untuk menghentikan seseorang yang telah berbuat jahat. Bahkan hati yang dipenuhi dengan penyakit dendam, dengki dan sombong, maka terali besi akan memperbesar tekatnya untuk berbuat jahat yang lebih mantab lagi.

Kehidupan semi modern sering menghasilkan masyarakat aneh, ingin enaknya tidak mau sulitnya. ingin sukses tanpa mau kerja kerasnya, selalu melihat ke atas tanpa mau melihat usaha dan kerja kerasnya. Banyak sekali kejadian-kejadian semacam , pencurian, penipuan, perkosaan, mewabahnya pengemis, kehidupan menggelandang di jalan raya, dan sejenisnya yang semuanya diawali dari keinginan manusia untuk bernikmat-nikmat tanpa mau bekerja keras.

Atau sebab-sebab lain yang membelit kehidupan di tengah-tengah masyarakat, serta pengaruh-pengaruh buruk yang begitu cepat menyebar, sehingga manusia menjadi lengah dan lemah dalam berbuat kebaikan dan dari hal-hal yang dapat membentengi diri agar tetap bisa hidup benar, baik bersih dan berwibawa.
.

4. Masyarakat salah asuhan salah arah.

Pernahkan kita memikirkan tubuh manusia yang sedang menderita penyakit komplikasi ???, segala elemen tubuh yang seharusnya bekerja dengan tugas-tugas tertentu mengalami sumbatan dan hambatan, sehingga tugas-tugas tersebut tidak dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sehingga terjadilah ketidak seimbangan dan komplikasi, tentu penyakit ini dapat menghancurkan keseimbangan, serta kemunduran kesehatan tubuh bahkan kematian.

Demikian pula dunia semi modern, sering konsentrasi yang berlebih-lebihan pada sebuah sektor kehidupan kemudian menghasilkan ketidak seimbangan disebabkan sumbatan sumbatan yang menyebar di sektor-sektor lain. Sibuknya manusia membangun kelezatan materi sampai melupakan dan meninggalkan pembangunan sektor rohani yang sebenarnya memiliki derajad yang lebih mulia dan lebih kekal.

Komplikasi-komplikasi penyimpangan perilaku di tengah-tengah masyarakat menyebabkan terjadinya berbagai sisi-sisi negatip yang menyulitkan penyelesaiannya, baik dari sisi keluarga atau masyarakat bahkan dapat membengkak menjadi suatu permasalahan kritis dalam suatu Negara.

Seharusnya Bangsa Indonesia mampu menjadi contoh dan model masyarakat Bangsa yang seimbang. Masyarakat yang sehat Rohani dan Jasmani. Bukan mengekor kepada bangsa lain yang mengatakan "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat", karena ternyata banyak orang yang sehat jasmaninya, tapi jiwanya, ruhaninya sakit. Seharusnya dibalik menjadi "Bangunlah Rohaninya agar Sehat wal'afiat, maka akan bahagia Jiwa dan Raganya", sebagaimana janji Allah kepada orang-orang bertaqwa dalam firmaan-Nya yang artinya :

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97)

.

5. Harapan Harapan Besar

Bila kita sebagai keluarga, masyarakat dan bangsa telah mampu membangun kehidupan rohani yang sehat, maka insyaallah akan menjadi bangsa yang sehat rohani dan jasmani. Ibarat tubuh yang serasi, semua alat-alat tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya.

Manusia siapapun dan dimanapun, dizaman kapanpun, membutuhkan kesegaran dan kesehatan jiwa, sehingga jiwa yang sehat akan selalu berbuat yang baik-baik dan mendatangkan kebaikan. Karena kebaikan akan mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman, kedamaian di dunia dan di akherat. Sebaliknya jiwa yang sakit akan berulah negatip sesuai dengan jenis penyakitnya. Dan jiwa yang sakit akan mencelakakan dirinya di dunia dan di akherat.

Kerjasama lembaga-lembaga formal semacam MUI dan POLISI dalam memahami hakekat kejiwaan manusia dan melakukan usaha-usaha PREFENTIP terhadap antisipasi dan pencegahan munculnya, terjangkitnya, dan tersebarnya berbagai penyakit jiwa di tengah-tengah masyarakat, akan dapat memunculkan keserasian dan keindahan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan akan dapat mewujudkan dan melestarikan kebesaran dan kejayaan bangsa dalam pergaulan dunia Internasional, wujud dari kebahagiaan di dunia dan di akherat insyaallah, Wallahu a'lam.


9 komentar pada “Kerjasama MUI dan POLISI dalam mencegah KEJAHATAN

  1. Seandainya seluruh anggota MUI harus dan wajib merangkap jadi anggota POLISI, atau sebaliknya bila seluruh anggota POLISI jadi panutan terdepan dalam pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana anggota MUI, maka jaman gemah ripah loh jinawi , toto tentrem kertoraharja, adil makmur….semakin dekat di depan mata… semoga Alloh menujuki kita semua jadi orang sholeh semua… mau diajak masuk Surga semua….amien

  2. mungkin ….Salah Asuhan oleh Marah Rusli, ….Benar Asuhan oleh Para Nabi Allah …. Asuhlah generasi hari ini dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dengan disiplin, maka kamu akan kagum dengan kesholehan anak-anakmu dimasa datang, Walaupun mereka Jadi Presiden dan Trilyoner…. tetap saja khusu’ dan tawadhu’….. Islam bukan sekedar pengakuan…jangan salah Asuhan…

  3. mas aan… bagaimana kalo justru POLICE nya yang jadi mbahnya penjahat???? ana kira udah jadi rahasia umum sekalipun tidak semuanya……………………….

  4. MUI & POLICE bergabung, para penjahat jadi bingung… hehehe…
    para penjahat, moga2 cepat tobat…

  5. Selamat Untuk Peresmian Cabang-Cabang MTA di Purwokerto, semoga Penuh Barokah dan Penuh Hidayah Allah, berkembang ke segenap pelosok Nusantara dan Dunia untuk mencintakan Manusia Ikhlash Berbakti pada Allahhu Akbar !!!, selamat tuk MUI yang selalu mendampingi peresmian cabang-cabang MTA, Alhamdulillah

  6. mari mulai benahi diri, keluarga kita masing2 tuk ciptakan generasi ISLAM yg LURUS, niscaya akan terbentuk masyarakat yg saling membentengi kemungkaran yg didukung MUI dan penegak hukum yg ngerti benar itu benar & batil itu batil dan dpt memilah2nya sbg sandaran hukum

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.