Kerja Keras Sehari Untuk Kebahagiaan Hidup Selamanya

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Zaman modern telah menampakkan bukti nyata tentang keunggulan peralatan mekanisasi sebagai hal yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia di negara negara maju telah ratusan tahun lebih dahulu menggunakan peralatan mekanisasi untuk membantu meringankan pekerjaan dalam menjalani kehidup sehari-hari.

Manusia di negara berkembang masih saja menggunakan sistem kerja padat karya, mekanisasi secara alamiyah dengan tenaga manusia, dan hal yang demikian membuat manusia bekerja dengan kerja yang sangat keras namun capaiannya tidak akan bisa menandingi kerja manusia yang dilengkapi dengan alat alat mekanis.

Allah SWT telah mengingatkan manusia agar selalu mendahulukan iman dan penjagaan iman dibanding dengan penguasaan ilmu-ilmu mekanisasi dalam mengelola dunia. Sebab kemahiran dalam ilmu mekanisasi yang tanpa iman dapat menghasilkan generasi yang menggunakan peralatan mekanisasi untuk sekedar bersukaria di muka bumi untuk berbuat durhaka kepada Allah. Allah mengingatkan dalam firmanNya

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثاً وَرِئْياً

Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata. (QS 19 Maryam  ayat 74)

Generasi umat Islam di jaman modern harus tetap berpegang teguh pada pengutamaan pembangunan iman dan taqwa pada masing-masing keluarganya, walaupun makin hari manusia semakin diajak untuk sangat serius membangun dunia. Berbagai ilmu membangun dunia telah diketengahkan kesegenap penjuru bumi. Namun seorang muslim harus tetap teguh dalam memegang penghayatannya apa sebenarnya fungsi hidup di dunia.

Generasi muslim sejak dini harus sudah mulai mengenal apa arti kehidupan dunia, dan apa arti yang sebenarnya dari bekerja keras di dunia. Dan kemudian tetap dapat menghargai iman dan taqwa yang Allah limpahkan kepada mereka. Dan sekaligus ketika mereka mendapat sarana-sarana kemudahan dalam membangun dunia, maka tetap saja digunakan untuk membangun iman dan taqwanya. Kerja keras yang dilakukan digunakan untuk menggapai kebahagiaan yang kekal dan panjang di akherat kelak.

Allah menggambarkan tentang kehidupan di dunia sebagaimana dalam beberapa firmanNya

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَن لَّمْ يَلْبَثُواْ إِلاَّ سَاعَةً مِّنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَاء اللّهِ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (QS 10 Yunus ayat 45)

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِّن نَّهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (QS 46 Al-Ahqaf  ayat 35)

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.(QS 79 An-Naazi’aat  ayat 46)

يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقاً ﴿١٠٢﴾ يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْراً

  1. (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;
  2. mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)". (QS 20 Thaha ayat 102, 103)

 

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ ﴿١١٢﴾ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلْ الْعَادِّينَ ﴿١١٣﴾ قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلاً لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

 

  1. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
  2. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
  3. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS 23 Al Mu’minun ayat 112,113,114)

 

Tidak bisa dipungkiri, ketika pertumbuhan manusia makin berlipat lipat, maka peralatan mekanis adalah jawaban realistis untuk dapat mengatasi tercukupinya kebutuhan umat manusia di muka bumi, baik itu berkait dengan kesejahteraan sandang, pangan, papan dan tentu yang utama adalah semakin mudah dalam menjalankan tugas hidup yaitu untuk selalu tekun beribadah kepada Allah SWT.

Bila kita melihat di negri kita peralatan mekanis yang sedang booming adalah kendaraan-kendaraan yang memenuhi seluruh jalan raya, sejak di perkotaan hingga di pelosok-pelosok. Padahal seharusnya tidak demikian. Seharusnya manusia zaman sekarang harus dapat mampu membuat peralatan mekanis di dalam segala bidang kehidupan untuk dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meringankan segala kerjanya di muka bumi.

Namun umat islam harus tetap sadar, kesibukan dalam membangun peralatan hidup tidak boleh melemahkan dirinya dalam ibadahnya kepada Allah SWT.

Sudah saatnya umat Islam untuk menyadari fitrah dirinya masing-masing dan kemudian untuk menyadari adanya pergeresan zaman, dan sekaligus menyongsong zaman yang semakin meng GLOBAL, zaman yang diwarnai dengan persaingan yang sangat ketat dalam kemajuan alat-alat mekanis.

Sudah waktunya sejak dini anak-anak umat Islam untuk dibangun dalam hal pembangunan iman dan taqwanya. Digiatkan dengan mempelajari Al-Qur’an dan  As-Sunnah sejak dini, sehingga iman dan taqwanya tumbuh bersamaan dengan tumbuh kembang fisiknya. Sejak dini umat Islam harus menyerahkan pendidikan anak-anak umat Islam kepada guru-guru yang memiliki kemampuan dan kepedulian pembangunan keimanan dan ketaqwaan.

Ketika fisik-fisik mereka tumbuh dan kemudian mereka mampu untuk belajar tentang ilmu-ilmu peralatan mekanis, maka mereka semua akan menggunakan segala peralatan mekanis yang dibuatnya digunakan untuk selalu di jalan iman dan amal sholih.

Waktu-waktu kecil adalah saat-saat membangun kepribadian Islam yang kuat di dalam diri anak. Dan ketika semakin membesar fisiknya dan sudah waktunya aqal mereka semakin kuat maka mereka akan mampu berkreasi dengan memiliki daya cipta, daya kreasi dan daya juang yang lebih ulet dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Di dalam zaman yang penuh dengan sarana kemewahan umat Islam harus tetap bisa membangun generasi yang kuat sebagaimana generasi Nabi DAUD dan SULAIMAN, walaupun mereka diberi kemajuan tentang pembangunan fisik tetapi mereka adalah manusia manusia yang sangat tekun dalam ibadah kepada Allah

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِن مَّحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْراً وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS 34 Saba’ ayat 13)

Zaman GLOBALISASI menuntut umat Islam harus semakin memiliki ketahanan diri di segala bidang kehidupan. Umat Islam dituntut untuk bisa menyiapkan generasi yang lebih kuat dan lebih ulet menghadapi persaingan yang semakin ketat diantara bangsa-bangsa umat manusia. Umat Islam dituntun untuk bisa menyiapkan generasi DAKWAH ISLAM yang dapat menghadapi ketatnya tantangan zaman. Wallahu a’lam