Kasih Sayang vs Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

icon-keluarga-mta1Pergaulan yang terkecil dalam hubungan antar manusia adalah ada dalam satu keluarga. Seseorang dapat memulai merasakan kebahagiaan juga dari lingkup keluarga, atau pula seseorang dapat merasakan kegundahan juga diawali dari keluarga.

Allah SWT menyampaikan tentang pentingnya tujuan berkeluarga adalah agar ditemukan Ketenangan (sakinah) – Cinta (mawadah) dan Kasih sayang (rahmah). Berlabuhnya hati satu dengan yang lain diantara anggota keluarga akan menguatkan segala aktifitas kehidupan masing-masing indifidu keluarga tersebut.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Ruum[30]: 21)

Kuatnya ikatan diantara anggota keluarga bila seluruh anggota keluarga telah mengetahui tujuan dan arah hidup. Sehingga secara bersama akan mengarahkan dan memacunya sesuai dengan tujuan dan jalan yang benar.

Syarat terciptanya kebahagiaan dalam bahtera keluarga akan ditemukan bila seluruh anggota keluarga telah mengilmui, mengimanai dan mengamalkan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Sehingga majlis-majlis ilmu sangat dibutuhkan oleh segenap anggota keluarga.

Keretakan dan goncangan sebuah keluarga dapat dimulai dari penyimpangan salah satu dari anggota keluarga tersebut. Hal ini sering disebabkan karena telah tergelincir dengan bujukan syaitan atau disebabkan karena kebodohan dari pemahaman agama yang benar dan lurus.

Sifat-sifat dasar manusia yang demikian lemah dan rapuh mewajibkan setiap indifidu untuk mengingatkan diri masing-masing untuk selalu kembali kepada jalan Allah dan Rasulnya

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah[9]: 71)

Bahtera sebuah keluarga akan senantiasa tenang dan membahagiakan bila seluruh anggota keluarga telah berdisiplin diri dalam menta'ati segala nasehat dan petunjuk Allah dan Rasulnya. Dan demikian sebaliknya, keluarga akan menjadi berantakan bila ada diantara salah satu anggota keluarga yang telah terbujuk, tergelincir dan tersesat dalam kubangan bujukan syaitan dan hawanafsu.

Suasana puasa romadhon, adalah suasana yang sejuk dan kondusif bagi terciptanya kehidupan yang tenang dan bahagia dalam sebuah keluarga. Keluarga yang secara bersama-sama mengendalikan hawanafsu akan menjadi tempat yang sakinah – mawadah – wa rahmah bagi seluruh anggota keluarga.

Demikianlah fitrah kehidupan umat Islam, akan menjadi sejuk – tenang – bahagia dan penuh kasih sayang bila masing-masing anggota keluarga sudah menyadari pentingnya tunduk patuh kepada Allah. Pengendalian hawanafsu dan bisikan syaitan adalah sesuatu yang selalu berusaha merusakkan perdamaian dan kasih sayang diantara anggota keluarga.

Walhasil untuk mencapai kebahagiaan yang berkwalitas, baik mutu dan waktu nya, dibutuhkan kesadaran ilmu yang kuat bagi segenap keluarga. Mengaji yang terus menerus akan meringankan beban keluarga dalam ber 'amar ma'ruf dan ber-nahi mungkar. Memang kema'siyatan selalu ditampilkan dengan sangat indah oleh syaitan. Namun bila diikuti membuat kebahagiaan menjadi berkurang atau sirna.

Iblis berkata:"Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS. Al-Hijr[15]: 39)
keculi hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka". (QS. Al-Hijr: 40)
Allah berfirman:"Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). (QS. Al-Hijr: 41)

Semoga keindahan bulan ramadhan senantiasa dapat menumbuhkan kesadaran, bahwa untuk mengisi waktu-waktu sepanjang hidup adalah menempuhnya penuh kesabaran sebagaimana mengisi hari-hari di bulan ramadhan.


3 komentar pada “Kasih Sayang vs Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

  1. untuk membentuk 1 komunitas yg indah,dimulai dari pribadi pribadi yang punya visi dan misi yang sama dalam meraih derajat tagwa disisi Allah,jika terjadi gesekan kita kembalikan kpd Allah dan rosulnya.

  2. kita diwajibkan supaya saling menasihati dalam kebaikan,tapi alangkah lebih baik kita lihat diri kita sendiri “sudahkah kita menjalankan apa yang di perintahkan Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya”. Andaikan semua orang di dunia ini telah memperbaiki dirinya sendiri, Insya Allah semuanya akan menjadi baik, dengan ini marilah kita perbaiki diri kita untuk menjadi orang yang selalu bertakwa kepada Allah SWT.

  3. allah mewajibkan umatnya tuk da’wah…kita beramarma’ruf nahi mungkar pada manusia, telah menggugurkan kewajiban itu, walau yg dida’wahi mau ato nolak….itu dah mjd urusan Allah sendiri dg org itu…dg binaan kelurga yg sadar akan ngaji mengurangi pertg jawaban kita….dg ini mari kita beramarma’ruf nahi mungkar, saling nasehat-menasehati, perkuat kebersamaan tuk menjalankan agama yg LURUS

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.