Tiada KDRT Dalam Keluarga Sakinah

suramadu1Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Alhamdulillah kita telah dijadikan sebagai seorang muslim, semoga Allah meneguhkan kemusliman kita hingga akhir hayat kita.

KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan dan bahkan menyusahkan, namun di jaman ini semakin marak terjadi di tengah-tengah kehidupan umat manusia di jaman ini.

Hidup berkeluarga di dalam Islam adalah dibangun untuk membangun dan menumbuhkan dan menyambung kasih sayang, namun ada saja keluarga-keluarga yang sering dilanda kejadian menyusahkan dengan bentuk KDRT. Dan biasanya yang berpredikat menang adalah yang kuat. Bukan hanya seorang bapak saja yang pasti menang, namun kadang juga seorang ibu bisa mendapat predikat menang, atau bahkan seorang anak yang sudah kuat dan beringaspun bisa menjadi pemenang untuk menindas kedua orangtuanya.

Dalam sebuah rumah yang sudah terjangkit penyakit KDRT, ditinjau secara manusiawi, maka dapat dikatakan mereka telah kehilangan jiwa kemanusiaan. Islam telah memberikan pengertian tentang tujuan berkeluarga sebagaimana firman Allah yang artinya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)

Sakinah, mawadah wa rahmah, perasaan tenteram, perasaan cinta dan perasaan kasih sayang, merupakan tujuan hidup berkeluarga. Sakinah dapat menjadikan masing-masing pasangan terjaga dari menyimpang, ibarat sebuah kutup magnet yang menyatu yang tidak akan mudah terpengaruh oleh kutub-kutub magnet yang masih bebas dan terpisah. Mawadah, merupakan ikatan cinta yang terjadi sebagai makhluq yang berbeda jenis dan saling melabuhkan satu sama lain. Rahmah, perasaan iba dan sayang serta ingin melindungi dan melengkapi serta menolong diantara anggota keluarga, walaupun masing-masing dipenuhi dengan kekurangan dan kelemahan.

Sakinah , mawadah dan rahmah dalam kehidupan berkeluarga termasuk tanda-tanda keagungan Allah. Sebuah keluarga yang menempuh dengan sungguh-sungguh jalan-jalan, ilmu, iman, amal sholih, jalan-jalan taqwa, insyaallah akan mendapatkannya. Sebaliknya keluarga yang meninggalkan jalan-jalan tersebut maka pasti akan menemukan keadaan yang sebaliknya. Ingatlah beberapa firman Allah yang artinya;

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. Al-Furqaan: 43)
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu. (QS. Al-Furqaan: 44)

Orang yang beriman akan menjadikan hati nurani sebagai alat untuk memperbanyak kebaikan atau menyebarkan berbagai kebaikan atau pula untuk mengerem bisikan hati yang jahat atau perbuatan yang jahat, atau perbuatan memperturutkan hawa nafsu. Karena bila nafsu manusia dibebaskan dan dipuaskan tanpa batas, maka manusia akan berubah menjadi manusia yang berhati binatang, binatang cerdas yang akan saling mengalahkan, saling menguasai, saling menyakiti, saling menyengsarakan satu sama lain.

Beberapa sifat-sifat utama yang diberikan oleh Allah kepada orang yang bertekun menempuh jalan iman dan amal sholih antara lain berupa sifat lembut dan kasih sayang, sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya:

'Aisyah r.a. berkata: Rasulullah SAW. Bersabda: Sesungguhnya Allah lembah lembut, dan menyukai kelemah lembutan dalam segala urusan (HR Bukhari, Muslim)

'Aisyah r.a. berkata: Nabi SAW. Bersabda: Sesungguhnya lemah lembut itu tidak terletak pada sesuatu melainkan menambah kebagusan, dan tiada tercabut dari sesuatu melainkan menambah kejelekan.(HR Muslim)

Abu Darda' r.a. berkata: Bersabda nabi SAW.: Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari qiamat dari pada husnul-khuluq ( akhlaq mulia). Dan Allah membenci pada orang yang keji mulut dan kelakuan.(HR. At-Thirmidzi)

Membangun sifat-sifat yang lembut merupakan tugas utama seorang ibu. Dengan otot-ototnya yang ditaqdirkan lembut dan hatinya yang lembut, Allah telah memberi tugas kepada para Ibu untuk mendidik anak-anaknya menjadi manusia-manusia yang lembut. Baik anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan mereka.

Para Ibu-ibu korban KDRT di hari ini perlu segera menyadari tentang susahnya kejadian-kejadian KDRT, dan para ibu korban KDRT dapat memangkas lingkaran KDRT itu dengan suka menempuh jalan ilmu, iman dan amal-sholih ( mengaji dan mengamalkannya). Dengan begitu maka ibu-ibu korban KDRT akan mampu memotong rantai berlanjutnya KDRT, karena anak-anak laki-laki mereka dan anak-anak perempuan mereka telah dididik ibu-ibu korban KDRT menjadi manusia berakhlaq mulia, lemah lembut dan bertaqwa. Dan selanjutnya mereka juga akan memiliki menantu-menantu yang sholih dan sholihah pula.

Cara-cara praktis membangun keluarga sakinah, mawadah, wa rohmah, tidak ada jalan lain kecuali mengikuti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bapak dan Ibu sebagai kepala keluarga dan sebagai pemimpin keluarga perlu membiasakan amal-amal sunnah Rasulullah untuk diamalkan seluruh keluarga. Dengan taqlimnya(kajian), dengan sholatnya, dengan puasanya, dengan tadarus Al-Qur'an, dengan masalah zakat dan infaqnya, dengan dzikir dan istighfarnya, dll. Ibadah-ibadah yang wajib dan ibadah-ibadah sunnah yang dijalankan didalam sebuah keluarga dengan terus menerus, maka semua itu akan membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah.

Dan untuk zaman hari ini, perlu extra hati-hati dalam menjaga kelestariaan suasana kesholihan yang telah dilakukan didalam keluarga, karena penyakit kerusakan moral manusia dapat menerobos kedalam keluarga lewat pintu yang manapun, baik pergaulan, atau berbagai media yang ada di zaman ini. Kesholihan yang dibangun bertahun-tahun, bila tidak dilestarikan maka bisa rusak oleh pengaruh dari luar yang demikian besar.

Namun KDRT tidak akan pernah hilang bila manusia masih terus saja memperturutkan hawanafsu. Tanpa ilmu, iman dan amal sholih KDRT akan terus terwariskan dan akan menjadi dendam yang akan dibawa mati untuk diramaikan di neraka, na'udzubillahi min dzalika. Semoga Allah membimbing kita menuju jalan-jalan kebaikan lewat kesabaran, ketekunan dan kesolihan ibu-ibu kita. Wallahu'alam.


Satu komentar pada “Tiada KDRT Dalam Keluarga Sakinah

  1. jangan dong ….masak KDRT….inget dong …waktu kita menjatuhkan pilihan kepada pasangan jiwa kita….apa cuma mau dijadikan samsak???ingat dibalik kejelekkan perangaim dan sifatnya sebagai manusia-hanya makhluk yang tidak pernah bisa untuk sempurna….ada berjuta kelebihan kebaikan pasangan yang dapat mengundanng ridho Allah….adalagi KDRT yang MENGERIKAN…yaitu..KRISTENISASI DALAM RUMAH TANGGA…….YUKK KITA WASPADAI…

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.