Jangan Keramatkan Bulan Muharram

[caption id="attachment_2953" align="alignleft" width="210" caption="Ust. Dr s.Ahmad Sukina"]Ust. Ahmad Sukina[/caption]

Solopos (17/12/2010). Penetapan tahun hijrah sebagai tahun Islam oleh Khalifah Umar bin Khaththab bukan tanpa alasan yang kuat. Berawal dari peristiwa hijrah Rasululah SAW berhasil membangun masyarakat dan pemerintah Islam di Yatsrib (sekarang Madinah). Hijrah menjadi momentum kebangkitan ummat Islam. Bangkit dari syirik menuju tauhid, bangkit dari bangsa yang tertindas menjadi bangsa yang merdeka, bangkit dari ummat yang hina dina menjadi berwibawa di mata dunia. Meskipun jumlah para shahabat yang melakukan hijrah relatif sedikit tetapi kualitas iman dan taqwa mereka menjulang tinggi ke angkasa.

Momentum kebangkitan ummat Islam generasi awwal tersebut mestinya menjadi inspirasi bagi ummat Islam sekarang untuk menjadikan awwal tahun baru hijrah, yakni bulan Muharram ini sebagai awwal kebangkitan. Sudah lama ummat berkubang dalam lumpur syirik dan menjadikan bulan Muharram sebagai bulan keramat.

Banyak ritual peribadatan yang tidak diajarkan Islam dilakukan ummat Islam di bulan Muharram seperti ruwatan, labuhan, larungan, sedekahan, slametan, tumpengan, sesajian, dan tirakatan. Yang lain lagi di bulan Muharram ini ada yang memandikan tosan aji, ngirap kerbau, tapa mbisu mubeng beteng, kungkum di sungai pada tengah malam, dan labuhan di Pantai Selatan. Sebenarnya ritual peribadatan seperti ini kalau dilakukan oleh orang-orang non-muslim, terserah sajalah bagi mereka. Namun bila orang-orang Islam yang melaksanakan dan meramaikannya akan menjadi masalah besar. Karena ritual peribadatan tersebut dalam pandangan Islam termasuk syirik, sedang dosa syirik akan merusak seluruh amal shaleh

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.[QS Az-Zumar : 65].

Selain itu banyak orang Islam menganggap bulan Muharram sebagai bulan keramat, sehingga takut bencana akan menimpa mereka kalau melakukan hajatan di bulan ini. Pernikahan, khitanan, pindah atau mendirikan rumah akan mereka tunda untuk tidak dilakukan di bulan ini, karena khawatir tidak selamat. Padahal keselamatan manusia itu tergantung kepada kethaatannya kepada Allah, kepada kedisiplinannya mengikuti Al-Qur'an

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.[QS Al-Maidah : 16]

Kita berprasangka baik bahwa mereka berbuat demikian itu mungkin karena belum faham betul tentang agamanya, mereka beragama hanya mengikuti apa yang didapati dari bapak-bapak mereka atau nenek-nenek mereka secara turun-temurun. Oleh karena itulah pentingnya bagi orang Islam mau mengkaji dan memahami Islam dari sumbernya, yakni Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW agar dapat beragama secara benar.

Agama Islam mendidik ummatnya agar menjadi ummat yang pandai, apalagi di zaman modern ini, tidak pantas kalau ummat Islam kembali ke zaman jahiliyyah lagi, mempercayai hal-hal yang tidak masuk akal sehat, apalagi mengandung kemusyrikan yang akan membawa kepada kesesatan. Kita harus meyaqini bahwa apa yang diwariskan oleh Rasulullah SAW menjamin keselamatan ummat manusia di dunia ini sampai di akhirat kelak, bagi yang mau berpegang teguh padanya, yakni Al-Qur'an dan sunnah Nabi-Nya.

Semoga ummat Islam menjadi sadar bahwa bulan Muharram adalah bukan bulan yang keramat (angker), tetapi pantas dijadikan momentum dalam kebangkitan ummat Islam untuk lebih maju lagi. Aamiin.

~oO[ @ ]Oo~

Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA)


13 komentar pada “Jangan Keramatkan Bulan Muharram

  1. ora2 nek danyange ngamuk………danyang opo…….mosok koyo ngono kok yo isih dipercoyo……….
    nyatane ndi….nek danyang iso menehi keslametan…..rung ono buktine….do ngerti pora…yen patung budha rule sing disembah2 wong jepang yo ra iso menyelamatkan wong jepang soko bencana.makane ojo do percoyo koyo ngono kwi…..sirik!!!

  2. nek danyange do ngamuk????, yang lebih berhak ngamuk adalah Allah !!! kenapa manusia yang mulia kok ndlosor taat kepada ndanyange !!!! begitu kan !!!! kalo Allah mampu menggulung langit dan bumi !!!! danyange mung meden-medeni tho !!!!, memang itulah ujian hidup bagi orang-orang kafir dan munafik!!! mereka takut pada danyang !!!! maka ber islamlah, hiduplah dalam kebersihan dari dosa dan kesesatan !!!! maka tidak akan takut pada danyang !!!, bakteri dan virus hanya menyerang pada orang yang sedang lemah!!!! nggih tho ????, semoga Allah selalu melindungi dan menyelamatkan kita di dunia dan akherat, alhamdulillah, amien

  3. saya udah praktekin,punya hajjat(pindah rumah,khitan de el el) di bulan Muharram. Alhamdulillah sampe saat ini tidak ada apa2 alias aman – aman saja. Krn saya beranggapan bhw bln tsb. adalah bulan baik

  4. Pada dasarnya musuh kaum muslimin sejak zaman nabi sampai sekarang sama saja hanya fersinya saja yang berbeda, yakni kafir, munafik dan syirik ,maka marilah ke 3 nya itu kita kikis habis dari dalam diri kita.

  5. Betul sekali! Mari kita berjuang untuk senantiasa membersihkan Islam dari unsur-unsur sirik!

  6. Kalo boleh usul gimana kalo warga mta sebagai proyek percontohan ngadain “pernikahan massal / sunatan massal / hajatan lainnya pada bulan muharram. guna membuktikan bahwa semua itu tahayul belaka ( mengeramatkanbulan muharram)

  7. Betul-betul sekali….gak mungkin ndemit ,setan atau danyang2 akan ngamuk gara2 meninggalkan kemusrikan tsb…

  8. Asww. Sungguh nista rasanya diabad yang modern ini masih banyak fenomena yang miring oleh sebagian ummat muslim terhadap bulan Muharram, padahal semua bulan yang ada itu baik. Di bulan Muharram inilah semestinya kita belajar dan kilas balik tentang
    ditetapkannya tahun hijrah sebagai tahun Islam oleh Khalifah Umar bin Khaththab dan tidak diisi dengan hal – hal yang berbau ritual dan syirik. Smg Allah Swt menunjukkan mereka kejalan yang lurus. Amin.

  9. Asalamu alaikum..memang betul, apa yg di katakan oleh bpk ustadz, ritual2 kejawen itu kalau kita tinggalkan sebetulnya tidak apa2, tidak ada istilahnya nanti demite ngamok, kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah s.aw. Bacalah Al Qur’an setiap hari walaupun cuma 1ruku’ aja. Insya Allah hidup kita di lindungi oleh Allah s.a.w, dari mara bahaya..amin. Wasalam.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.