Jalan Panjang dan Menanjak dan Berliku menuju Zaman Adil Makmur

logo-mta2Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan-jalan petunjuknya.

Manusia dari waktu ke waktu sering membayangkan kejadian ajaib, kejadian instant terwujud bak kejadian tersembunyi dalam semalam, tanpa diketahui tiba-tiba paginya semuanya sudah berubah menjadi suasana adil dan makmur.

Kejadian yang demikian menurut kacamata Al-Qur’an tidak pernah terjadi diseluruh rentang zaman. Yang ada hanyalah ada di dalam cerita negri dongeng yang dibuat untuk memudahkan anak-anak kecil untuk segera dapat senang mendengarkan tentang kemenangan sebuah kebaikan terhadap kejahatan. Dan itu semua tidak pernah ada di dunia nyata.

Dalam masyarakat yang belum memahami prinsip-prinsip sunatullah, maka sering tertipu juga dengan cerita-cerita para dalang yang mengisahkan kemenangan kebaikan atas kejahatan hanya cukup 7 jam sejak dari jam 10 malam hingga jam lima pagi, yaitu ketika seseorang dalang wayang kulit sedang meminkan tokoh-tokoh wayangnya.

Keadaan Realitas nyata yang lebih jelas-jelas malah dapat dihayati yang dipahami oleh para pembaca kitab suci Al-Qur’an, bahwa untuk merubah prinsip-prinsip pola berpikir (pola aqal) dan dan pola berperasaan (pola hati) seseorang, atau masyarakat atau bangsa ditunjukkan dengan ayat-ayat Allah yang menggambarkan kejadian-kejadian yang sering menegangkan suasana. Seorang Nabi dan Rasul utusan Allah selalu digambarkan datangnya adalah di saat Allah berkehendak menolong bangsa itu dari kehancuran moral.

Namun apa yang terjadi ketika Para Nabi dan Rasul itu datang, bukannya mereka mendapat sambutan yang hangat dan ucapan terimakasih, namun biasanya yang terjadi adalah penentangan dan penentangan. Kelembutan dan kearifan seorang Nabi malah disambut dengan Intimidasi dan Kekerasan. Para Nabi dan orang-orang pembangun kebaikan selalu saja menjalani hidup dengan keadaan yang penuh tantangan, dan Para Nabi akan dikenang dengan Manis dan Indah ketika zaman sudah berganti, ketika kejahatan yang merajalela sudah berganti dengan kebaikan yang menjamur di segenap hati manusia.

Para Nabi di saat hidupnya sering mendapat tantangan-tantangan berat, namun ketika beliau-beliau meninggal, dan kearifan yang mereka sampaikan telah terpahami setelah beliau-beliau meninggal, barulah para Nabi diingat kembali, dan bahkan sangat berharap agar sang Nabi yang sudah mati tersebut bisa hidup kembali.

Banyak tokoh-tokoh kebaikan yang dikenang disaat umat manusia sudah kembali sadar menjalani jalan-jalan kebaikan. Namun semua tokoh-tokoh kebaikan akan segera dilupakan dan diabaikan ketika umat manusia telah masuk kedalam kondisi kejiwaan yang terseret hanyut memperturutkan hawa nafsu yang rendah dan disusul dengan pertikaian yang berlarut-larut diantara mereka. Bagimana membangun jalan panjang menuju terciptanya zaman adil makmur diantaranya

.

1. Manusia Membentengi diri dari Segala bentuk Model Kejahatan.

Zaman adil makmur akan tercipta bila manusia sudah kembali pada fitrahnya masing-masing. Manusia membangun diri dan keluarganya untuk selalu berada di dalam kondisi jiwa yang baik dan bersih. Jiwa yang terhubung beribadah kepada Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Suci dan Tuhan Yang Maha Mulia, Jiwa yang melangkah di dunia dengan rajin mengikuti jalan-jalan kesucian yang ditunjukkan oleh Allah, atau biasa disebut dengan menempuh jalan keimanan dan ketaqwaan.

Manusia yang beriman dan bertaqwa, adalah manusia yang sangat menyadari akan arti tujuan sebuah amal perbuatan dan mengetahui pula penyebab rusaknya amal, hati yang bersih dan peka dengan kemuliaan amal adalah hati yang terjaga, ingin selalu berbuat yang baik-baik dan selalu ingin menghindar dari segala yang jahat-jahat
.

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. 10:26)
Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan, (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang perlindungan-pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 10:27)

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. (QS. 3:30)

Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka.Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. 27:90)

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami ? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. (QS. 29:4)

Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (QS. 45:21)
.

Kehati-hatian manusia untuk menghindari segala bentuk model kejahatan-kejahatan, baik yang muncul dari dalam dirinya dan dari luar dirinya adalah sebuah kesadaran yang sangat dibutuhkan untuk terciptanya zaman adil dan makmur.

Selama manusia belum memahami akibat buruk dari kejahatan, dan masih terus menerus dengan lahap mengkonsomsi lezatnya berbagai macam daya tarik kejahatan, maka manusia belum akan bisa mewujudkan zaman adil makmur.

.

2. Manusia sangat meyakini kebahagiaan hidup di akherat

Zaman Adil makmur akan segera tercipta bila kebanyakan umat manusia sudah mematrikan prinsip-prinsip kebenaran dalam hatinya. Allah SWT berfirman yang artinya
.

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. 17:18)
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)

.

Dari ayat tersebut dapat difahami bahwa manusia ketika hidup haruslah selalu berbuat kebaikan, karena kebaikan itulah yang akan menjadi buah manis di akherat. Bila manusia tidak mengingat kehidupan akherat maka mereka akan cenderung memuaskan hawa nafsu dan melampaui batas.

.
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)

.

Ketika manusia sudah melupakan tugas utama untuk selalu beribadah kepada Allah, dan sibuk dengan permainan-permainan dunia yang terus indah mempesona, dan melupakan tujuan akhir hidup di akherat, maka manusia akan suka memperturutkan hawa nafsu dan suka melampaui batas. Dan semuanya itu akan menumbuhkan dan memunculkan sifat-sifat jahat dari dalam dirinya.
.

3. Manusia lebih suka memberi dari pada menerima

.
Zaman Adil makmur akan tercipta bila umat manusia pada umumnya lebih suka memberi daripada menerima. Orang yang suka memberi mereka adalah orang yang kaya hati. Orang yang suka memberi dengan ikhlas, maka mereka menyadari bahwa apa yang diberikan itu bukan sesuatu yang sia-sia, namun itu semua adalah sesuatu yang pasti akan kembali kepada dirinya masing-masing, apakah dibalas di dunia atau bahkan disimpan oleh Allah dan dibalas di-akherat kelak

.
Katakanlah:"Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS. 34:39)

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. 35:29)

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS. 57:7)

.
Manusia dermawan yang ikhlas dapat muncul dari hati yang bersih dari dosa. Kemauaan untuk mengeluarkan, membelanjakan harta yang dimilikinya adalah dengan niat mencari pahala dan balasan baik di dunia dan dia akherat. Seseorang yang berhati bersih tidak akan ada di dalam hatinya adanya keinginan dan kesengajaan untuk mendapatkan harta benda dunia dengan cara yang tidak terpuji. Wal hasil zaman adil makmur dapat terwujud bila manusia sudah mulai rindu kepada Allah Tuhan yang Maha Suci, dan kemudian melakukan amal-amal dermawannya itu untuk mencari balasan dan pahala dari Allah SWT.

Zaman modern, zaman manusia-manusia cerdas, namun bila kecerdasan itu digunakan dan diwarnai dengan berbagai macam penyakit jiwa jahat, maka yang ada adalah manusia ingin saling menguasai dan saling mengalahkan, saling memperbudak dan saling bersaing untuk selalu menang dalam memuaskan gelora hawa nafsu jahat. Dan pasti akan didapatkan jalan buntu!!!, buntu dari ketentaraman dan kedamaian.

Tidak mungkin zaman adil makmur tercipta bila manusia kebanyakan masih suka berebut berlelah-lelah mereguk perbuatan dosa dan kejahatan, Ibarat candu atau narkoba, memang lezat rasanya, namun akan berakhir dengan kehancuran!!!, sunatullah yang pasti !!!, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, ternyata kesenangan yang haqiqi itu ada di alam sesudah dunia ini, yaitu di akherat kelak, dunia memang tempat ujian. Mari kita bersihkan lingkungan hidup kita dari segala unsur-unsur yang dapat menumbuhkan kejahatan di hati manusia Wallahu a’lam.


8 komentar pada “Jalan Panjang dan Menanjak dan Berliku menuju Zaman Adil Makmur

  1. kedhoifan insan kamil… menjadi sarana datangnya RAHMAT dan PERTOLONGAN ALLAH SWT….. kedhoifan insan kamil … selalu menyungkur sujud memohon pertolongan dan rahmat Allah…. kedhoifan insan kamil …. memunculkan rasa kasih sayang dan saling berbagi kebaikan kepada SESAMA untuk mencari pahala amal sholih di dunia dan di akherat … kedhoifan insan kamil…. semoga ALLAH menyempurnakan KETAQWAAN KITA kepada ALLAH SWT…..

    KEBUMEN, GOMBONG, CILACAP, BANYUMAS, BANJARNEGARA…. selamat berdakwah …..

    SELURUH WARGA MTA…. MARI KUAT DAN IKHLAS ….BERDAKWAH …. IKHLAS UNTUK MENINGGIKAN KALIMAT ALLAH…. ALLAHU AKBAR….

  2. MTA FM…..PERSADA FM….. PURBO WANGI FM ….. SATELIT FM….. RADIO KUMUNITAS FM….. ya Allah sempurnakan akhlaq kami …. agar kami selamat di dunia dan akherat…… mencintai Al-Qur’an dan As Sunnah…. tuk beribadah … hanya kepada MU …. ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR ….LA ILAHA ILALLAH …ALLAHU AKBAR….. ALLAHU AKBAR……WA LILLAH ILHAMDU…..

  3. Selamat Untuk Kajian Pendengar Radio Di Benteng Van Den Wijch … Gombong….. Doa … Ya Allah Tuhan Yang Maha Agung, Yang Maha Mulia Yang Maha Kaya…. Bukakanlah hati manusia di seluruh PERSADA…… untuk tekum mengaji, dan mengamalkan Al-Qur’an Dan As-Sunnah… Khususnya hari ini saudara saudara kami di Kebumen, Gombong, Banyumas, Cilacap …. untuk tumbuh bergelombang… berombong rombong… untuk tekun mengaji dan menjadi orang yang beriman dan beramal sholih bertaqwa……..Semoga Allah meridhoi usaha keras seluruh Warga MTA … dimanapun berada, dan Alloh beri keikhlasan untuk selalu meninggikan kalimat Allah dan Mengagungkan Allah, Memuji Allah, Bertasbih kepada Allah, dan taat tunduk patuh kepada Allah…. surga… surga …ya Allah … surga…Aamien…..

  4. Geguritan

    Wis tumekane zaman udan salah mongso
    Mertandani donyo wis tuwo
    Ayo podo eling lan waspodo
    Dino kiyamat wis meh teko

    Manungso urip lair ora nggowo opo-opo
    Ojo kesengsem kuwoso, donyo lan wanito
    Biso nglalekake Agomo
    Dadi podo rebutan doso

    Neng donyo lali karo sing Moho Kuwoso
    Gedebukan rebutan doso
    Nglalekake aturan Agomo
    Endah gebyare rupo, ning podo nisto jiwo

    Dino Qiyamat wis cedak
    Ayo podo mertobat
    Ayo podo Ngaji Qur’an lan Sunahe Kanjeng Nabi
    Kanggo mbukak resiking ati
    Kanggo mbukak kabahagianing urip
    Kanggo mbukak lawange Surgo

    Ojo lali urip iku mung sepisan
    Kepenak-enak kesengsem dosa
    Bali mring akherat kebak dosa
    Diuncalke mlebu naraka
    Urip sepisan we ngronce sikso
    Digowo dewe mlebu neroko

    Ayo podo mertobat
    Zamane wis cedak Qiyamat
    Aja podo ngongso mburu dosa
    Pada ngajiyo neng MTA lan amal-no

  5. kebanyakan manusia masih takut dengan pedang manusia daripada pedang Allah. masih dalam proses untuk menuju zaman adil dan makmur. mulai dengan pemahaman dari diri sendiri – keluarga , masyarakat bangsa dan negara.

  6. sebenarnya nggak usah panjang-panjang, targetkan saja satu generasi, sebagaimana Rasulullah merubah keadaan, kan umur kita rata-rata hanya 65 th, sayang sekali lho kalo kita hidup salah jalan dan nggak mau merubah arah perjalanan kita, Al-Qur’an dan As-Sunnah telah dibuktikan oleh Rasulullah Muhammad SAW cukup satu generasi saja dalam merubah keadaan, dan sebaik-baik generasi adalah generasi Rasulullah, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya, apa yang kurang dalam diri manusia adalah karena tidak bersegera mengendalikan hawa nafsu jahat untuk bersegera bertaat kepada Allah, perbaikan selalu ditunda-tunda dan ditunda-tunda, akhirnya malah tertunda dan tertunda terus hingga berabad-abad tidak mau berubah, semoga zaman adil makmur segera bisa kita wujudkan bersama, jangan lagi memunda hal-hal yang baik dan segeralah meninggalkan kejahatan, jangan ditunda-tunda lagi

  7. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)

    Fastabiqul khairat… 🙂 Slg nasehat-menasehati dlm kebajikan, dan sesama muslim jgn slng menghujat hanya krn berbeda pendapat! 🙂

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.