Jalan Lurus Yang UNIVERSAL

icon-jalan-lurus-mtaSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keEsaan dan keBesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 2:164)

……….. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)

……..Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:97)

……..Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:98)

………. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (QS. 7:58)

…….Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 10:5)

……Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 13:3)

Potongan ayat-ayat diatas adalah sebagian kecil dari 35 ayat dalam Al-Qur'an yang memuat penjelasan dari Allah agar manusia menggunakan aqal dan hatinya untuk melihat tanda-tanda keAgungan dan keTinggian Allah dan kemudian bersikap dengan yang sikap yang benar kepada Allah, yaitu tunduk patuh kepadaNya.

Ketakjuban Manusia kepada kebesaran Allah bagi orang-orang yang bersyukur, akan menumbuhkan jiwa berendah diri kepada Allah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya. (QS. 11:23)

Pernahkan kita melihat peta globe bola bumi dalam layar-layar komputer kita, pernahkan kita masuk peta "http://www.wikimapia.org", dan pernahkan kita memikirkan ukuran kita dibanding dengan peta yang terpampang dihadapan kita??? Dan dengan kesadaran aqal kita itu pula sudahkan semua itu membuat kita menjadi orang yang sempurna imannya???

Bila kita mau merenungi segala yang kita lihat dalam seluruh kehidupan yang kita hadapi dan kita rasakan maka hati ini akan tertuntun untuk mau merendahkan diri kepada Allah.

…..Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. 2:185)

…….tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. 5:6)

……Demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur(kepada-Nya). (QS. 5:89)

…….sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. 7:144)

Bersyukur kepada Allah adalah jalan kebahagiaan yang harus dilewati oleh orang-orang yang ingin mencapai kebahagiaan di dunia dan di akherat. Untuk dapat bersyukur diantara langkah-langkahnya adalah, manusia harus rajin membersihkan diri dari segala dosa, manusia harus ta'at dan tunduk patuh serta berpegang teguh kepada ketetapan-ketetapan hukumNya.

Maka jalan lurus yang UNIVERSAL, sebagaimna telah Allah sebuatkan dalam firmanNya yang artinya

Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

Perjalanan panjang umat manusia, kita telah terpisah kira-kira 1450 th dengan utusan Allah yang terakhir. Namun dari seluruh perjalanan para Nabi sejak dari Nabi Adam AS, hingga Nabi Muhammad SAW mengajak manusia untuk menjadi manusia-manusia sholih, dan hidup ditengah-tengah masyarakat dengan selalu memperjuangkan dan menjaga agar masyarakat tetap menempuh jalan yang sholih.

Nabi terakhir Rasulullah Muhammad SAW telah jauh-jauh hari meninggalkan kita, dan kita belum pernah bertemu dengannya, namun apa-apa yang menjadikan kita dicintai oleh Allah telah beliau wariskan kepada umat islam dari generasi ke generasi. Kita dituntun untuk bersungguh-sungguh memepelajari dan mengamalkannya.

Katakanlah:"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 24:56)

Untuk mendapat kebahagiaan hidup yang haqiqi ternyata membutuhkan kesungguh-sungguhan manusia untuk mempelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan kemudian terus-menerus berusaha memperbaiki kwalitas moral dirinya dengan petunjuk Allah dan Rasulnya tersebut.

Aqal manusia sering segera dapat memahami tanda-tanda keAgungan dan keMuliaan Allah Tuhan semesta Alam. Namun hati manusia belum akan sempurna untuk bersyukur kepadaNya kecuali setelah menerima dengan ikhlash mengamalkan petunjuk-petunjukNya. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dan kemudian selalu mengikuti jejak RasulNya.

Dari Abu Muhammad Abdulloh bin Amr bin Al-Ash rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” (hadits hasan sahih)

“Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang engan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HSR .Bukhari).

“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (Sebuah telaga di surga, Pen.).” (HR. Imam Malik secara mursal (Tidak menyebutkan perawi sahabat dalam sanad) Al-Hakim secara musnad (Sanadnya bersambung dan sampai kepada Rasulullah ) – dan ia menshahihkannya-) Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (no. 1594), dan Al-HakimAl Hakim dalam al-Mustadrak (I/172).

Semoga Allah meringankan kita dan mencintakan kita untuk bersungguh-sunggguh mempelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan berjalan menyelusuri hidup dengan ikhlash mengikuti jejak Rasulullah Muhammad SAW.Amien.


5 komentar pada “Jalan Lurus Yang UNIVERSAL

  1. jalan lurusnya satu … qur’an sunahnya satu … akal hati nurani macam2 tingkatan, pemahaman, pengalaman, ….. pengamalanpun jadi bedabeda —- tak apa2 yg penting kita udah usaha semaksimalnya

  2. memang kadang mausia dibutakan oleh perhiasan dunia yang berkilauan dan menyenangkan sehingga matanya terbutakan tidak dapat melihat jalan yang universal tersebut. oleh karena itu kita sekali lagi hanya dapat bersyukur dan memohon kasih sayangNya agar kita dapat selalu melihat jalan kebenaran itu dan melalui dengan kekuatan hidayah Alloh, Amiin

  3. Itulah diri kt mahluk yg kecil yg tk ada apa2nx,pantaskah kt sombong padaNYA?,pantaskh kt congak dn angkuh?Allahuakbar,bukankh sudh bnyk peringatn2 kecil untk kita renungi brsama…cintailah rosul jauhi larangan dekatkn diri padaNYA.

  4. benar hanya dg Al Qur’an & As Sunah manusia akan selamat dunia akhirat….mari kita mulai diri pribadi kita masing2 membenahi hidup sesuai islam yg ‘kaafah’ atur hawa nafsu, prilaku tuk menuju ampunan & keridhaan Illahi yg penuh rahmat

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.