Istiqomah Berpikir dan Berperasaan Dengan Al-Qur’an Dan As-Sunnah.

jangan-ragu-ragu-beramal

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

 

Allah SWT memberikan sindiran kepada umat Islam yang baru masuk Islam, agar mereka tidak merasa telah beriman dan bahkan telah memberi jasa kepada Islam, tetapi sebenarnya mereka harus belajar Islam, karena Allah telah mengaruniakan nikmat kepada mereka berupa pengajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagaimana firman Allah

 

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٤﴾ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ ﴿١٥﴾ قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴿١٦﴾ يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿١٧﴾ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

  1. Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
  2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
  3. Katakanlah (kepada mereka): "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
  4. Mereka merasa telah memberi ni`mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni`mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni`mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".
  5. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 

Manusia sering cukup puas dengan mengucapkan syahadat dan merasa sudah cukup dengan ucapan tersebut. Dan kadang juga sudah pula merasa cukup dengan kemudian mengerjakan sholat, bahkan melakukan puasa dan kemudian membayar zakat serta melakukan ibadah haji.

Namun sebenarnya Allah memerintah manusia, setelah memeluk Islam, maka kemudian diperintah untuk mau rajin belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga kemudian menemukan perintah-perintah Allah dan juga larangan-larangan Allah. Perintah dijalani dan larangan di jauhi. Dengan cara itu maka keislam seseorang akan membuahkan keimanan.

 

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحاً مِّنْ أَمْرِنَا مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِن جَعَلْنَاهُ نُوراً نَّهْدِي بِهِ مَنْ نَّشَاء مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

  1. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

 

Seseorang selain harus menjalankan rukun Islam yang 5 dengan tertib,  maka untuk menyempurnakan pemahaman rukun iman yang 6 harus terus menerus sepanjang hidupnya selalu tekun membaca dan memahami serta berusaha mengamalkan Al-Qur’an.

Allah SWT telah mensyareatkan adanya Puasa Romadhon, satu bulan penuh manusia diperintah untuk berpuasa, dan diantara ibadah yang paling afdhol di bulan romadhon adalah tadarus dan tadabur Al-Qur’an,  Bulan puasa bukan sekedar lomba untuk menjadi ahli lapar, namun disana ada kehendak Allah agar manusia mensucikan diri dan kemudian dapat tumbuh kecintaan kepada Al-Qur’an.

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾ وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾ إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾ أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿٨١﴾ وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

  1. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
  2. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
  3. sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
  4. pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
  5. tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
  6. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
  7. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,
  8. kamu (mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).

 

 

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, kitab penuh hikmah, kitab penuh cahaya, yang datang dari Allah SWT, dan sesuatu yang sangat mulia disisi Allah. Namun di tengah kehidupan di muka bumi sering diabaikan dan ditelantarkan.

Maka Allah menurunkan risalah Puasa Romadhon agar kemudian manusia mengetahui nilai besar dan mulia dari Al-Qur’an.  Orang yang mensucikan diri akan bisa menemukan kehebatan dan kemuliaan Al-Qur’an, sebaliknya orang yang berkubang dalam KOTORAN DOSA tidak akan pernah bisa menemukan kemuliaan Al-Qur’an, banyak yang menelantarkan, meremehkan, bahkan mencaci maki Al-Qur’an dan menghinakan Al-Qur’an.

Manusia zaman modern yang bertaqwa akan mengetahui arti penting mengapa Allah menurunkan kitab Suci Al-Qur’an Hingga 30 JUZ, 6666 ayat, seolah Allah memerintah manusia untuk dapat menghayati sepanjang hari setidaknya 1 JUZ, Tidak hanya dibaca huruf arabnya saja, namun juga artinya dalam bahasa yang dimengerti olehnya,  serta mengetahui arah dari ayat tersebut dengan cara mempelajari kitab kitab tafsir Ulama Sholih.

Manusia diperintah oleh Allah agar setiap hari mencintai Al-Qur’an dan juga mewarnai pikiran dan hatinya dengan petunjuk, hikmah dan cahaya Al-Qur’an. Bila manusia belum mampu menghayati dalam bahasa Arab, setidaknya manusia mau di setiap hari menghayati Al-Qur’an dalam bahasa terjemah yang mereka pahami. Hati yang SUCI dan BERSIH dari dosa, pasti akan merasakan kemuliaan, kehebatan, ketinggian, kelezatan dengan belajar Al-QUR’AN.

Hidup di zaman MODERN, semakin nyata adanya persinggungan dari pergaulan umat manusia yang sangat HETEROGEN,  boleh jadi pikiran dan hati manusia setiap detik terpengaruh oleh berbagai macam penyimpangan-penyimpangan di dalam pergaulan. Maka dengan setiap hari manusia membaca dan menghayati Al-Qur’an, maka pengaruh pergaulan negatif yang ada di dunia modern ini dapat dibersihkan dengan Al-Qur’an.

 

1. Kenapa orang benci Al-Qur’an

Dari zaman ke zaman sejak diturunkan hingga hari ini, terus saja ada orang yang benci kepada kitab suci Al-Qur’an. Dikiranya kitab suci Al-Qur’an itu menghina agama mereka, sehingga mereka membenci Al-Qur’an dan orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an.Sebagaimana firman Allah

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَـمًّى قَالُواْ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ

  1. Berkata rasul-rasul mereka: "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاء اللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَائِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

  1. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

Ajakan untuk  kembali kepada kebenaran, sering dicurigai dan dituduh sebagai mengolok-olok dan menghina agama orang lain. Maka betapa Allah telah mendidik umat Islam untuk menjalankan Puasa di bulan Romadhon. Dengan pendidikan tersebut umat Islam akan terus diarahkan untuk mengendalikan hawa nafsunya dan kemudian menemukan KESUCIAN JIWANYA, sehingga kemudian akan dapat menemukan manfaat besar dalam membaca, belajar, menghayati, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

2. Perlunya Istiqomah setiap hari menghayati Al-Qur’an.

Al-Qur’an yang 30 JUZ itu ternyata sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh umat Islam yang hidup di zaman Modern saat ini, karena ketika manusia modern bergaul dengan orang banyak dengan aneka pola pikir dan pola hati. Maka racun-racun jahat yang menyusup dalam pikiran dan jiwa seorang mukmin dapat segera dibersihkan dengan Al-Qur’an secara instant. Dan bahkan kemudian Al-Qur’an itu juga harus di Dakwahkan kepada seluruh umat manusia, agar seluruh manusia mau menempuh jalan hidup SUCI dan BERSIH, sesuai yang dikehendaki Allah SWT.

Jangan pernah hari-hari umat Islam kosong dari membaca dan menghayati Al-Qur’an. Bila seseorang muslim sedang terserang penyakit malas dan enggan belajar Al-Qur’an, maka lakukanlah puasa-puasa sunnah yang Allah dan Rasulnya tuntunkan, maka kecintaan untuk membaca, menghayati dan mengamalkan Al-Qur’an itu akan tumbuh kembali dan menyegarkan pikiran dan jiwa manusia. Keislam, Keimanan dan Ketaqwaan akan selalu terjaga dengan selalu CINTA kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Wallohu a’lam.