Islam Menjadi Asing Kembali

al-ustdhSolopos (22/10/2010). Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab terkenal sebagai bangsa padang pasir yang yang suka berperang, saling menyerang dan menjadikan tawanan dan budak belian pihak yang kalah perang. Membunuh anak perempuan merupakan hal yang biasa. Meminum minuman keras, berjudi, berdusta, dan berzina sudah menjadi kebiasaan.

Menyembah berhala menjadi ritual yang kental dalam keseharian. Tidak ada panas, tidak ada hujan, tidak ada halilintar yang menyambar, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh Muhammad SAW yang menyeru untuk meninggalkan kebiasaan buruk mereka.

Beliau menyeru manusia untuk bertauhid dan meninggalkan syirik termasuk  menyembah berhala. Beliau menyeru manusia untuk berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai berai. Beliau memuliakan wanita. Melarang membunuh nyawa kecuali dalam keadaan tertentu, termasuk melarang mencabut nyawa sendiri.

Beliau melarang umat Islam meminum minuman keras, berjudi, berdusta, dan berzina. Sudah pasti ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW mereka pandang dengan sebelah mata. Mereka merasa ajaran itu asing karena banyak hal yang mereka gemari justru dilarang.

Memang benar bahwa datangnya Islam itu pada mulanya asing, seperti apa yang pernah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اِنَّ اْلاِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا اْلغُرَبَاءُ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ. و فى رواية، فَقَالَ: اَلَّذِيْنَ يُحْيُوْنَ مَا اَمَاتَ النَّاسُ مِنْ سُنَّتِى. مسلم و ابن ماجه و الطبرانى

"Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing". Beliau ditanya, "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?". Beliau bersabda, "Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia". Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, "Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku". [HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani]

"Bada-al Islaamu ghariiban wa saya'uudu kamaa bada-a ghariiban" (Datangnya Islam itu asing dan akan kembali asing seperti datangnya.) Sebagai akibatnya orang yang mengamalkan ajaran Islam akan terasing di tengah-tengah masyarakatnya sendiri. Mereka merasa terasing, terpinggirkan dan terkucilkan.

Akan tetapi Rasulullah SAW menggembirakan orang-orang yang terasing: "Fatuubaa lighuraba" (Berbahagialah orang-orang yang terasing.) Siapakah orang-orang yang terasing itu? Menurut sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mereka itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan di tengah kerusakan manusia.

Dalam hadist lain disebutkan mereka itu adalah orang-orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW di saat orang-orang lain mematikannya.

Dalam riwayat lain bagi imam Ibnu Wahab, beliau SAW bersabda :

طُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِيْنَ يُمْسِكُوْنَ كِتَابَ اللهِ حِيْنَ يُتْرَكُ وَ يَعْمَلُوْنَ بِالسُّنَّةِ حِيْنَ تُطْفَى.

Kebahagiaan bagi orang-orang yang asing, yaitu mereka yang berpegang teguh dengan kitab Allah ketika ditinggalkan orang banyak dan mengerjakan dengan sunnah ketika sunnah itu dipadamkan orang banyak.

Saat ini di negeri ini sulit mencari orang yang jujur, padahal mayoritas penduduk beragama Islam dan Islam mengajarkan kejujuran. Dalam berbagai persidangan kita saksikan banyaknya saksi maupun tersangka yang mengubah-ubah kesaksian, seolah-olah mereka belum pernah disumpah.

Maka wajar kalau ada orang yang mengatakan bahwa hukum bisa dibeli.  Saat ini di negeri ini sulit mencari wakil rakyat yang amanah, meskipun mayoritas wakil rakyat beragama Islam dan Islam mengajarkan sikap amanah. Yang banyak adalah wakil rakyat yang sibuk memikirkan bagaimana caranya mempermainkan aturan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Mereka tidak lagi merasa bertanggung jawab terhadap Allah. Saat ini di negeri ini Islam telah kembali asing meskipun berada di tengah masyarakat yang mayoritas penduduknya  beragama Islam. Namun berbahagialah orang yang asing, karena menegakkan sunnah di masa seperti ini Allah menjanjikan pahala 50 kali pahala para sahabat Rasulullah SAW.

عَنْ اَبِى اُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيّ، قَالَ: سَأَلْتُ اَبَا ثَعْلَبَةَ اْلخُشَنِيَّ فَقُلْتُ: يَا اَبَا ثَعْلَبَةَ، كَيْفَ تَقُوْلُ فِى هذِهِ اْلايَةِ عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ. قَالَ: اَمَا وَ اللهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيْرًا سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَ: بَلْ اِئْتَمِرُوْا بِاْلمَعْرُوْفِ وَ تَنَاهَوْا عَنِ اْلمُنْكَرِ حَتَّى اِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَ هَوًى مُتَّبَعًا وَ دُنْيَا مُؤْثَرَةً فَاِعْجَابَ كُلّ ذِى رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ يَعْنِى بِنَفْسِكَ وَ دَعْ عَنْكَ اْلعَوَامَّ، فَاِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ اَيَّامَ الصَّبْرِ. الصَّبْرُ فِيْهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى اْلجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيْهِمْ مِثْلُ اَجْرِ خَمْسِيْنَ رَجُلاً يَعْمَلُوْنَ مِثْلَ عَمَلِهِ. وَ زَادَانِى غَيْرُهُ. يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنْهُمْ؟ قَالَ: اَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنْكُمْ. ابو داود

Dari Abu Umayyah Asy-Sya'baniy, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Abu Tsa'labah, aku bertanya, "Hai Abu Tsa'labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat 'alaikum anfusakum ? - Al-Maaidah : 105". Ia berkata, "Demi Allah, sungguh kamu menanyakan sesuatu yang aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW", beliau bersabda, "Tetapi hendaklah kalian amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga apabila kamu melihat kebakhilan ditha'ati, hawa nafsu diikuti, keduniaan telah mewarnai, dan orang bangga dengan pendapatnya, maka wajib atasmu (yakni menjaga dirimu), tinggalkanlah keumuman orang, karena akan datang di belakang kalian hari-hari keshabaran. Shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api. Bagi orang yang melakukan (amar ma'ruf nahi munkar) di tengah-tengah mereka pada hari itu akan mendapat pahala lima puluh orang yang beramal seperti dia". Perawi berkata : Dan menambahkan kepadaku selain dia, ia berkata, "Ya Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang dari mereka ?". Beliau menjawab, "Pahala lima puluh orang dari kalian". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 123]

Semoga Allah memilih kita menjadi bagian dari para penegak sunnah Rasulullah SAW, sehingga berhak mendapatkan janji-Nya, aamiin.

~oO[ @ ]Oo~

Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA)


7 komentar pada “Islam Menjadi Asing Kembali

  1. Orang yang memelihara jenggot dianggap asing oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan mereka mengejeknya sebagai teroris. Orang-orang yang mengajak merapatkan shaf shalat berjamaah dianggap asing oleh orang-orang yanag shalkat berjamaah dalam shaf yang berantakan.

    Wallaahu a’lam.

  2. Pertanyaan kita seberapa banyakkah orang – orang asing yang ada dinegari kita ini?
    Semoga rekan – rekan di MTA berlomba-lomba menjadi orang asing seperti apa yang dijanjikan oleh Allah Swt dan akan memperoleh pahala 50 kali pahala para sahabat Rasulullah SAW.

  3. buat Andhika AW
    kalau saya pernah dengar menggenggam bara api itu,kalau kita menggenggam dengan sungguh2.maka bara api itu akan mati,tapi nek kita egla-egle(ora tenanan) maka tangan kita yang terbakar.

  4. … karena akan datang di belakang kalian hari-hari keshabaran. Shabar pada waktu itu seperti orang yang menggenggam bara api….. mohon penjelasan maksudnya apa ya Pak Ustadz? supaya kita lebih hati-hati.

  5. Sukron Pak Ustadz atas tauziyahnya.. Untuk menjadi manusia asing berdasarkan hadits diatas memang membutuhkan ILMU guna AMALIAH ISTIQAMAH kearah sana.. so.. bagi umat yang mengaku Islam harus berani menjadi manusia GHURABA agar janji Allah sampai kpada qt, sehingga bencana dinegeri ini jg semakin berkurang tidak malah tambah terus seperti ini.. qt gk tau setelah MERAPI ini apalagi yaa.. Saudara2ku mari qt sadari tugas qt manusia sebagai hamba ini, dan tidak memposisikan layaknya sprt khaliq.. Pripun Mau ?

  6. 51. Adz Dzaariyaat : 56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    59. Al Hasyr : 18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    66. At Tahrim : 6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

    3. Ali ‘Imran
    196. Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri.
    197. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.