ISLAM Kearifan UNIVERSAL untuk Maju, Modern dan Bahagia.

kenapa-masuk-mta-hindari-allah-pelindung-manusia-beriman

Segala pujian hanya untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT telah mengenalkan dirinya dan juga syareatnya kepada seluruh umat manusia di seluruh muka bumi, agar manusia mengenal keagungan Allah dan ke Maha Bijaksanaan Allah atas seluruh makhluqnya. Allah berfirman

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS  7 Al A’raaf: 54)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa`at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS 32 As-Sajdah:4)

Begitulah Allah Tuhan Pencipta, pemilik dan pemelihara semesta alam memberi tahu manusia, agar setiap manusia bisa hidup merdeka dari belenggu penjajahan jiwa atau kesyirikan yang sering membelenggu jiwa manusia.

Di zaman ini seorang anak yang cerdas ketika ditawari untuk memilih dua mainan, yang satu sebuah kitiran kertas dan yang lain sebuah Drone, pasti anak cerdas tersebut akan memilih permainan drone. Namun karena orangtuanya mungkin saja miskin maka dia akan menakuti-nakuti anaknya tentang permainan drone dan mendesak anaknya untuk memilih permainan kitiran kertas karena tidak punya uang untuk membeli permainan drone.

Allah SWT dari zaman ke zaman telah menjadikan Islam sebagai agama pembebas dari penjajahan, kebodohan dan keterbelakangan. Allah berkali-kali meyakinkan umat pada generasi di setiap zaman untuk meninggalkan budaya lokal yang berbahaya dan memerintah manusia untuk memilih budaya UNIVERSAL yang menyelamatkan diri-diri manusia, sebagaimana firman-Nya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"( QS 2 Al Baqarah:170)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُواْ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (QS 5  Al-Maidah:104)

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَـمًّى قَالُواْ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ

Berkata rasul-rasul mereka: "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata. (QS 14 Ibrahim:10)

Segala puji bagi Allah, Manusia zaman dulu sering meragukan ajakan para Nabi dan Rasul, boleh jadi karena sempitnya pengetahuan mereka, sehingga mereka suka menolak ajakan para Rasul. Zaman hari ini zaman informasi telah terbuka lebar. Pengetahuan sejarah pertumbuhan bangsa-bangsa besar telah terbuka lebar, apakah manusia tetap saja ingin hidup seperti katak dibawah tempurung ?.

Sempitnya pandangan tentang ilmu budaya manusia, dan kesombongan diri yang berlebihan, rasa superior yang menonjol, menjadikan manusia enggan dituntun oleh Allah SWT Tuhan semesta Alam, untuk menuju  jalan kebebasan, kemerdekaan, kemajuan, kecerdasan dan keselamatan. Dan masih banyak yang memilih untuk tetap merasa hebat diri hidup dalam budaya kesyirikan yang  beku dan tertinggal dan membelenggu, astaghfirullah.

1.Allah memerdekakan Umat manusia di Zaman Nabi Ibrahim

Sebuah kisah kenabian yang paling luar biasa besar adalah jasa Nabi Ibrahim untuk memerdekakan umatnya dari belenggu-belenggu syaitan, namun Nabi Ibrahim malah dihukum oleh masyarakatnya.  Sebagimana Allah memaparkan tentang kemerdekaan dan kemuliaan serta kemodernan Nabi Ibrahim di zamannya, sebagimana firman Allah,

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ ﴿٧٥﴾ فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَباً قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ ﴿٧٦﴾ فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغاً قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

  1. Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.
  2. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
  3. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".(QS 6 Al An’aam: 75 sd 77)

Ketika Nabi Ibrahim mengajak umatnya untuk menyembah hanya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, maka Nabi Ibrahim mendapatkan penentangan demi penentangan dan bahkan diberi hukum bakar kepada Beliau, sebagaimana firman Allah;

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْئاً وَلَا يَضُرُّكُمْ ﴿٦٦﴾ أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿٦٧﴾ قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ ﴿٦٨﴾ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْداً وَسَلَاماً عَلَى إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩﴾ وَأَرَادُوا بِهِ كَيْداً فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ ﴿٧٠﴾ وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطاً إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

  1. Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa`at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?"
  2. Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
  3. Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak".
  4. Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim".
  5. mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.
  6. Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.(QS 21 Al Anbiyaa’ : 66 sd 71)

Tidak mudah mengajak umat manusia untuk merdeka, cerdas dan modern. Belenggu belenggu jiwa yang telah dibelenggu syaitan menjadikan manusia lebih suka terbelenggu dan tertinggal, karena di dalamnya ada kenikmatan hawanafsu sesaat yang bisa direguk dalam bentuk janji-janji syaitan yang membelenggu.

وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَوْثَاناً مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُم بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُم بَعْضاً وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ

Dan berkata Ibrahim: "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela`nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.(QS  29 Al Ankabut: 25)

Tipu daya syaitan kepada manusia, telah menjadikan manusia bersikukuh pada keyakinan yang dimurkai Allah. Dan lebih suka, terbelenggu, terjajah, terbodohkan, tertinggal, namun ada janji-janji setan yang menghias optimis di hati. Padahal semuanya adalah janji-janji setan, janji janji kosong yang mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS 2 Al Baqarah :257)

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

  1. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS 6 Al An’aam:112)

 

  1. Kemajuan Pesat Bangsa-Bangsa Pemeluk Agama Islam

Bila manusia mau membuka mata aqal  dengan kecerdasan dan membuka mata hati dengan kesucian dan kearifan tanpa dengki dan iri. Maka Islam telah membangkitkan energi kebaikan yang luar biasa bagi pemeluknya.

Sejak dari bangsa Arab yang pertama dipilih oleh Allah untuk memeluk Islam dan mendakwahkan Islam,  Demikian pula bangsa Persia, Bangsa Mesir, Bangsa Afrika, di zaman yang masih penuh kegelapan penuh dengan keyakinan gelap yang membelenggu seluruh bangsa-bangsa dunia termasuk bangsa Eropa. Allah telah membuat bangsa Arab pengamal Al-Qur’an menjadi bangsa Pioneer kemajuan yang tak tertandingi.

Tidak bisa disangkal, kemajuan Eropa adalah buah persinggungan antara orang-orang Eropa dengan bangsa Arab yang mengamalkan Al-Qur’an. Portugis dan Spanyol menjadi pioner bangsa-bangsa Eropa menjadi penjelajah dunia setelah mereka bersinggungan dengan bangsa Arab yang mengamalkan Al-Qur’an.

Allah telah memberi stimulus yang maha dasyat kepada mereka yang mau mengimani Al Qur’an dengan petunjuk Allah SWT, menjadi bangsa yang maju pesat, selama mereka mau menggunakan aqal dan hati bersihnya. Firman Allah mengajak manusia untuk melakukan eksplorasi terhadap alam semesta sebagaimana firmanNya;

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولاً فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS 67 Al Mulk:15)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.(QS 55 Ar Rahman:33)

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ﴿٢٤﴾ أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ﴿٢٥﴾ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

  1. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
  2. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
  3. Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai `Arsy yang besar".(QS 27 An Naml 24 sd 26)

Allah SWT, pencipta, pemilik dan pemelihara semesta alam telah memberikan penjelasan yang amat gamblang tentang ilmu-ilmu modern yang harus di ekplorasi manusia, sejak dari ekplorasi di bumi, di angkasa hingga pengelolaan tambang-tambang di bumi digunakan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia dalam rangka beribadah kepada Allah.

  1. Syaitan Menggoda Manusia Lewat Budaya Manusia.

Allah Tuhan pencipta, pemilik, pemelihara semesta alam  begitu sayang kepada umat manusia, manusia telah diberi berbagai kemampuan, kecakapan dan kelebihan untuk dapat menjadi kalifah di muka bumi, untuk memakmurkan bumi. Namun Allah memberi tahu bahwa tugas utama manusia adalah  untuk beribadah kepada Allah.

Disamping itu Allah SWT mengingatkan ada makhluq-makhluq yang iri dan dengki kepada kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia yaitu syaitan. Dan syaitan ini tiada henti-hentinya untuk menyesatkan manusia, dan bila manusia tidak mau mendekat kepada Allah maka manusia akan selalu dibujuk dan ditipu daya untuk disesatkan syaitan.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

  1. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
  2. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).(QS 7 Al A’raaf :16-17)

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾ قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ ﴿٤١﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

  1. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
  2. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".
  3. Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).
  4. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS 15 Al Hijr:39 sd 42)

Manusia sering ditipu oleh syaitan lewat ritual-ritual yang memang dituntun oleh syaitan, agar kemudian manusia jauh dari Allah dan kemudian bersombong kepada Allah dan menentang serta durhaka kepada Allah.

إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِ إِلاَّ إِنَاثاً وَإِن يَدْعُونَ إِلاَّ شَيْطَاناً مَّرِيداً ﴿١١٧﴾ لَّعَنَهُ اللّهُ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً ﴿١١٨﴾ وَلأُضِلَّنَّهُمْ وَلأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأَنْعَامِ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ اللّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً ﴿١١٩﴾ يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً

  1. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,
  2. yang dila`nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),
  3. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
  4. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.(QS 4 An-Nisaa’ 117 sd 120)

Bila manusia mengikuti bujukan syaitan dan ajakan syaitan, maka hari hari manusia yang seharusnya digunakan untuk beribadah kepada Allah dan untuk melihat tanda-tanda keagungan  Allah di semesta bumi dan semesta alam Raya, telah terjebak dan terbelenggu dalam ketakutan oleh  syariat yang dibuat syaitan. Dan manusia menjadi  beku, tertinggal, dan muncul berbagai penyakit penyakit hati yang sulit disembuhkan.

  1. Kesimpulan Ringkas

Umat Islam perlu belajar sejarah kejayaan umat Islam dari zaman ke zaman. Bagaimana ketika umat Islam kokoh memegang petunjuk Allah Al-Qur’an dan As Sunnah secara murni dan lurus, maka kemajuan, kesuksesan, kemodern akan disematkan kedalam diri umat Islam.

Namun umat Islam tidak hidup dalam alam tersendiri, sebagaimana Nabi Ibrahim telah hidup dalam lingkungan masyarakat yang jauh dari Allah dan kemudian beliau mendapatkan perlawanan yang keras dari kaumnya. Biasa syaitan menyesatkan manusia lewat budaya-budaya lokal yang sering dipenuhi dengan keyakinan kesyirikan yang membelenggu, dan kadang umat islam masih mencampur aduk dengannya.

Islam selalu mengajak kepada kesucian, kebersihan jiwa, kemajuan dan kecerdasan aqal, mengajak manusia untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah disemesta bumi dan semesta alam raya.

Islam mengajak kepada canggih, modern, menjadi manusia yang mampu melihat keagungan Allah SWT Tuhan yang Maha Tinggi, Tuhan yang Maha Kaya, Tuhan pemilik Ars Yang Agung. Semoga umat Islam segera sadar akan nikmat Allah yang begitu besar kepada mereka, dan menjauhi segala kesyirikan yang terbungkus dengan budaya lokal.

Wallahu a’lam.