Hakekat Membangun Jiwa Manusia Dan Jiwa Bangsa

Pada awal abad 20, ketika bangsa Indonesia belum mengenal ilmu psikologi modern, bangsa kita telah menghasilkan pemimpin-pemimpin berkwalitas nasional dan internasional dengan kwalitas yang tinggi. Banyak tokoh-tokoh yang tumbuh secara alami dari kalangan masyarakat, walaupun kita belum memiliki sarana pendidikan yang memadai.

Jendral Sudirman, tokoh spektakuler yang tidak diragukan lagi loyalitas dan daya juang serta sifat ksatria yang luar biasa, Ki Hajar Dewantoro, pejuang pendidikan yang memiliki jiwa sosial dan disiplin yang tinggi, Dan masih banyak lagi, bahkan ratusan ribu manusia-manusia yang memiliki jiwa yang besar dan mulia, baik yang dikenal atau yang tidak dikenal, yang telah mengabdikan dirinya untuk kesejahteraan bangsanya. Berkorban segala jiwa dan raganya untuk kesejahteraan, kebahagiaan , serta kemajuan bangsa. Yang semuanya berbuat dan berkarya iklash kepada Allah mengharap pahala di akherat, kehidupan yang mulia, bahagia dan kekal abadi.

Hakekat membangun jiwa sebenarnya adalah membangun kedisiplinan dalam berIBADAH mendekat kepada Allah Tuhan yang Maha Esa. Allah memperkenalkan 99 nama kemuliaan Allah (Asmaul Husna), dengan memperkenalkan ke 99 nama tersebut memudah bagi makhluqnya untuk mengenalNya, mendekat kepadaNYa dan bahkan mendapatkan cahaya petunjuknya, sehingga manusia memiliki sifat-sifat yang mulia

.

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 16:60)

.

Allah dzat Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Kuasa, Maha Suci, Maha Adil, Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Yang Memiliki Segala Keagungan.

Dan masih banyak lagi sifat-sifat Maha Tinggi yang Allah miliki. Bila manusia selalu berusaha mendekat kepada Allah Sang Pencipta, Pemelihara, Pelindung, seluruh Alam, maka sifat-sifat mulia itu akan terpancar kepada mereka.

Hakekat ilmu yang berkedudukan tinggi disisi Allah adalah ilmu yang membimbing jiwa manusia kepada ketaqwaan, ilmu yang memberi pengajaran kepada jiwa tidak hanya terpesona dengan ilmu materi semata. Sebagaimana firman Allah

.

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. (QS. 38:45)

Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (QS. 38:46)

Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik. (QS. 38:47)

.

Membangun jiwa didalam Islam dilakukan dengan proses sholat dan membaca Al-Quran. Al-Qur'an dan sholat adalah sesuatu yang menyatu. Dengan sholat yang disiplin waktunya, manusia ingin selalu dekat kepada Allah, selalu menyembah, menyanjung puji, memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Sempurna, menyadari akan kelamahan jiwa dan raganya dan selalu memohon perlindunganNya dan kekuatan dari-Nya.

Dengan membaca Al-Qur'an manusia mengetahui akan perintah dan larangan Allah. Apa jalan-jalan yang mendatangkan kecintaan Allah, dan apa pula jalan-jalan yang dimurkaiNya. Apa jalan yang membawa dirinya selamat dan apa pula jalan yang membawa dirinya celaka.

Kemudian berusaha mendidik diri agar dia selalu berjalan dijalan yang diridhoinya dan menjauhi jalan yang dimurkainya, agar selalu mendapat curahan kasih sayang dan ampunan Allah, terlindungi dari segala hal-hal yang menyusahkan dalam hidupnya di dunia dan diakherat.

.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah Shalat.Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

.

Para sahabat Rasulullah Muhammad SAW, dengan Shalat dan Al-Qur'an, 14 abad yang lalu telah dididik Al-Qur’an dan as-Sunnah dan kemudian mampu mengIslamkan dunia atas kehendak Allah.

Walaupun hanya dengan berkendaraan unta dan kuda. Masyarakat dijaman itu jauh dari kemajuan tekologi informasi. Tetapi keadaan yang demikian memberi kesempatan manusia untuk menjaga kesucian tabiat kemanusiaan mereka sehingga ketika Islam datang, mereka segera menerimanya, karena Islam memang selaras dengan tuntutan jiwa yang suci, jiwa yang ingin hidup mulia dan bahagia. Dan itu semua ada didalam perpaduan antara Al-Qur'an dan Shalat.

Para orang-orang sholih dan cerdas, memiliki keutamaan didalam menghapal dan menghayati Al-Qur'an. Dan selalu dilantunkan dalam waktu sholat. Al-Qur'an sebagai pembersih jiwa, Sholat sebagai pembersih dan penenang jiwa. Jiwa-jiwa yang selalu kenyang dengan ingatan, penghayatan dan pengamalan Al-Qur'an akan meninggi menuju pada keutamaan, meninggi menuju ketinggian sifat dimana Al-Qur'an telah diwahyukan. Karena memang Al-Qur'an datangnya dari Allah yang memiliki sifat yang Maha Tingi lagi Maha Mulia.

.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28)

Alif Laam Raa',(inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, (QS. 11:1)

Thaahaa. (QS. 20:1)

Kami tidak menurunkan al-Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, (QS. 20:2)

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), (QS. 20:3)

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (QS. 20:4)

Haa Miim (QS. 45:1)

Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.- (QS. 45:2)

sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (QS. 56:77)

pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (QS. 56:78)

tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (QS. 56:79)

Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam. (QS. 56:80)

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qurn ini, (QS. 56:81)

kamu (mengganti) rezqi (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah). (QS. 56:82)

.

Membangun jiwa adalah membersihkan diri dari sifat-sifat lemah dan jahat bawaan manusia, sifat sifat yang demikian berusaha untuk ditekan, dikendalikan dan ditekan sekuat-kuatnya. Sebaliknya sifat-sifat utama manusia dibangun, dikuatkan dan dimaksimalkan potensinya dengan memahami, menghayati dan mengamalkan firman-firman Allah Al-Qur'anul karim.

.

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (QS. 91:7)

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, (QS. 91:8)

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (QS. 91:9)

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. 91:10)

Membangun jiwa dapat dilakukan dengan bertekun berIBADAH kepada Allah Tuhan Yang Mulia, mengetahui segala perintah-Nya dan larangan-Nya, perintah dijalankan dan larangan dijauhi, dengan selalu ingat tujuan utama hidup yaitu hidup bahagia di dunia dan di akherat kelak.

.

1. Hal yang harus dihindari karena merusak Jiwa

Manusia sering tertipu oleh bisikan manis dan menggoyahkan, menggiurkan dan menawan, tetapi sebenarnya merusak, menyengsarakan dan menghancurkan. Bisikan syaitan musuh Allah. Mereka biasa menipu manusia dengan menghasung manusia untuk berbuat hal-hal yang dilarang oleh Allah dengan jalan tipuan, dengan diputar balik.

Dengan melakukan perbuatan tersebut manusia akan dimurkai oleh Allah dan jauh dari Allah, serta tidak lagi mendapat pertolongan dan perlindungan Allah.

Jiwanya akan menjadi rusak dan terhina, sehingga menjadi makluq yang celaka di dunia dan di akherat(naudzubillah). Beberapa pesan Allah agar diketahui manusia yang ingin mulia dan jauh dari kenistaan, perlu mengetahui hal-hal yang perlu ditinggalkan. Beberapa nasehat Allah agar kita meninggalkan beberapa hal yang merusak jiwa diantara lain adalah,

.

a. Meninggalkan ajakan dan bujukan syaitan

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:168)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu", (QS. 36:60)

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 43:62)

.

b. Meninggalkan kemusyrikan

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata):"Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, (QS. 11:25)

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan". (QS. 11:26)

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang keadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang keadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (QS. 19:43)

Wahai bapakku, janganlah kamu meyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Yang Maha Pemurah. (QS. 19:44)

Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab oleh Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". (QS. 19:45)

.

c. Tidak mengikuti jalan jalan sesat

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153)

.

d. Tidak berbuat hal yang buruk walau memikat

Katakanlah:"Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan". (QS. 5:100)

.

e. Menghindari dari bujukan syaitan tentang memperlihatkan aurat manusia.

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. 7:27)

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di)surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (QS. 20:121)

Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (QS. 20:122)

Allah berfirman:"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan seat dan ia tidak akan celaka. (QS. 20:123)

.

f. Meninggalkan hal-hal yang nyata-nyata dilarang

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:90)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan Shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. 5:91)

Katakanlah:"Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 6:145)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:275)

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. 17:32)

.

g. Meninggalkan berita bohong dan makanan haram

Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) diantara orang-orang yahudi. (Orang-orang yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan:"Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka ) kepadamu maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) dari pada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan didunia dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (QS. 5:41)

Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta keputusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka, jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi Mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. 5:42)

.

h. Meninggalkan perbuatan yang dilaknat Allah

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (QS. 5:78)

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS. 5:79)

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (QS. 5:80)

.

i. Menjauhi Mempercakapkan kebatilan (kemauan jahat dan rendah) yang dilarang oleh Allah

(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. 9:69)

.

Contoh-contoh diatas adalah sebagian kecil dari apa-apa yang dilarang Allah yang Allah kemukakan sebagai contoh perbuatan buruk umat manusia dijaman nabi Muhammad SAW, dan perbuatan tersebut bisa saja diperbuat oleh manusia dari bangsa yang manapun dan di jaman kapanpun.

Allah memberi contoh kepada umat Islam yang baru dituruni kitab suci disaat itu, bahwa bangsa yang telah menerima kitab suci dari Allah pun dapat menyimpang dari jalan yang benar.

Dan Allah melarang perbuatan yang seperti itu, dan Allah benci kepada para pelakunya. Dan masih banyak lagi perkara-perkara yang bernuansa, dosa, kedurhakaan, kesesatan yang dapat merusak kesehatan jiwa yang menjadikan jiwa menjadi lemah dan celaka.

.

2. Pelaksanaan Pengamalan Islam adalah Obat Jiwa

Membangun jiwa adalah perbuatan pertama dan utama yang perlu dibangun, karena memang jiwalah yang akan kembali kepada Allah untuk menerima balasan surgaNya atau dihinakan dengan Neraka di akherat kelak

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. (QS. 6:62)

Pembangunan jiwa lebih penting dari pada pembangunan raga, jiwa akan kelal abadi, sebaliknya kehidupan dunia hanya kehidupan yang sangat sementara, penuh dengan ujian, cobaan, kesenangan, kesusahan, permainan.

.

Dan (ingatlah) akan hari yang (di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, di waktu itu mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (QS. 10:45)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau.Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS. 47:36)

.

Membangun jiwa memerlukan kecermatan sebagaimana membangun raga. Didalam dunia materi atau dunia raga ada sesuatu yang memperkuat raga (vitamin, obat, dll) ada pula yang merusak raga (bakteri,virus,jamur,dll). Maka dalam membangun jiwa manusia perlu mencermati apa saja yang menjadi penyebab kuatnya jiwa, dan apa pula yang menjadi lemahnya jiwa

Apa saja yang menjadi kuatnya jiwa maka harus diusahakan dan diberikan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya apa saja yang menjadi lemahnya jiwa dan merusak jiwa harus diketahui dan ditinggalkan, dibuang sejauh-jauhnya. Segala perbuatan kesholihan perlu dipelajari dan diamalkan dengan sebaik-baiknya. Segala perbuatan yang jahat-jahat perlu dipelajari, diketahui dan dijauhi sejauh-jauhnya. Salah satu penyakit jiwa adalah disebabkan karena perbuatan dosa, kedurhakaan kepada Allah, dan memperturutkan hawa nafsu rendah yang dimurkai oleh Allah.

Manusia memang diciptakan dengan jiwa yang lemah kecuali bila mereka mau untuk selalu mendekat kepada Allah dan Mengagungkan-Nya, dengan jalan IBADAH, meyakini akan Keagungan Allah, selalu bertasbih kepada Allah, mengikuti petunjuk Allah yang Maha Bijaksananya, maka jiwa akan semakin memiliki kekuatan. Maka disitulah peran besar tentang fungsi belajar dan memahami serta usaha mengamalkan Al-Qur'an dan Al-Hadist. Keduanya adalah dua sumber ajaran kesholihan yang akan menguatkan jiwa.

Belajar Al-Qur'an dan Al-Hadist bukan kewajiban para Ustadz dan Ulama saja. Tetapi adalah kewajiban bagi seluruh lapisan umat manusia yang ingin mendapat keteguhan jiwa, keselamatan, kebahagiaan, kesholihan dan ampunan serta ridho Allah di dunia dan di akherat. Namun bila mereka menemui jalan buntu maka meraka wajib bertanya kepada Ahlinya (para Alim Ulama Solih ahli ketaatan dan kebaikan)

.

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (QS. 16:43)

.

Allah telah menunjukkan akan kehendak Allah pada kehidupan umat manusia. Islam adalah peneguh jiwa, obat jiwa dan jalan keluar dari kelemahan jiwa.

.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. 10:57)

.

Bila manusia senantiasa berbuat yang baik dan benar dan menjauhi segala bentuk-bentuk kejahatan maka kesejahteraan dan keamanan senantiasa menyertainya. Sebaliknya bila manusia telah memperturutkan kelemahan jiwanya, memperturutkan hawa nafsu kesenangannya, maka terjadilah kekacauan, keonaran, kekisruhan, kebingungan, kedukaan, kehancuran, kemelaratan dan kesedihan.

.

Allah telah membuktikan akan kebenaran Al-Islam disepanjang sejarah dan akan berulang-berulang dan berulang. Siapa yang mengetahui, mengamalkan, dan memperjuangkan, pasti Allah membelanya dan menyelamatkannya di dunia dan di akherat. Allah menyehatkan jiwa dan raganya.

…………., Seungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. 22:40)

(yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan Shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. 22:41)

.

Jiwa bisa rusak karena dosa dan pelanggaran, menyebabkan kegelapan hati, kesesatan jiwa dan pola berfikir. Diawali dari melanggar aturan Allah, meremehkan aturan Allah, dan merasa cukup dengan keadaan dirinya, serta memperturutkan hawa nafsu yang dimurkai oleh Allah.

.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (QS. 96:1)

Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. (QS. 96:2)

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, (QS. 96:3)

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS. 96:4)

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 96:5)

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS. 96:6)

karena dia melihat dirinya serba cukup. (QS. 96:7)

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). (QS. 96:8)

.

Manusia bisa tersesat jiwanya karena mengikuti dan membiarkan hawa nafsu menguasainya, diperturutkan tanpa aturan, dan akhirnya akan menyengsarakan dan merugikan orang yang mengikutinya.

.

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (QS. 7:175)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)

Maka apakah orang-orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya (QS. 47:14)

.

Kita perlu yakin bahwa pengamalan IBADAH Islam adalah obat jiwa. Jangan kita hanya melihat kepada sebagian umat Islam yang masih menempuh jalan celaka dan jalan sengsara pada saat ini, tapi lihatlah Islam dari sumber aslinya. Banyak orang mengaku Islam tetapi tidak pernah menyentuh dan mempelajari kitab Al-Qur'an dan kitab Al-Hadist. Pengakuan berhenti pada pengakuan. Sehingga masih banyak umat Islam belum menjadi cermin bagi Islam itu sendiri.

Keindahan dan Rahmat Allah didalam Islam belum terwujud dalam kehidupan keseharian, karena umat Islam sedang terbuai dengan hal-hal yang menyenangkan dan mengasyikkan, tetapi menghancurkan jiwa raganya, menghancurkan kebahagiaannya baik di dunia dan di akherat.

Tapi tetaplah yakin bahwa pengamalan Islam adalah Rahmat bagi seluruh Alam, pembebas manusia dari segala kedukaan, meneguhkan jiwanya, obat jiwa, pembangun jiwa, selama mereka setia mengamalkannya. Wallahu a’lam


2 komentar pada “Hakekat Membangun Jiwa Manusia Dan Jiwa Bangsa

  1. jiwa yang mulia, jiwa yang mencintai dan dicintai dzat yang Maha Mulia Allah SWT, dan selalu merasa tenteram untuk selalu bertasbih mengagungkan-Nya dan tidak sempat untuk mengikuti bujukan syaitan laknatullah

  2. sebaik2 jiwa adl jiwa yg selalu menerima kebenaran(al-qur’an).dan seburuk2 jiwa adl yg selalu mencari-cari setiap kesalahan orang lain dan menolak kebenaran.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.