Hadist-Hadist Tentang IKHLAS

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, ibadah kita, amal kita tidak akan diterima oleh Allah SWT kalau tidak kita lakukan dengan ikhlash karena Allah dan untuk mencari ridla Allah.

Allah SWT berfirman :

Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (162) tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (163) [QS. Al-An'aam : 162-163]

Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketha'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.(11) Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". (12) Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku". (13) Katakanlah, "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketha'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". (14) [QS. Az-Zumar : 11-14]

Allah tidak mau menerima amal seseorang kecuali yang dilakukan dengan ikhlash karena Allah. Dalam hadits di sebutkan :

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, "Bagaimanakah pendapat engkau apabila ada seorang laki-laki berperang untuk mencari pahala dan nama ? Lalu apa yang ia dapat ?". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Ia tidak mendapatkan apa-apa". Orang itu mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali, dan Rasulullah SAW menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa". Kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mau menerima amal kecuali amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan mencari keridlaan-Nya". [HR. Nasai 6 : 25]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah Tabaaroka wa Ta'aalaa berfirman, "Aku tidak mau dipersekutukan. Barangsiapa beramal suatu amal yang mana didalamnya ia menyekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan ia pada sekutunya itu". [HR.Muslim juz 4, hal. 2289]

Oleh karena itu Allah tidak mau menerima amal ibadahnya orang munafiq. Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. [QS. AnNisaa' : 142]

Bahkan di dalam hadits disebutkan bahwa ada tiga golongan yang pada tata lahirnya mereka itu beramal baik, tetapi karena dilakukan karena riya',menginginkan pujian orang, maka di akhirat Allah tidak mau menerima amalnya dan akhirnya mereka dimasukkan ke neraka.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang pertama-tama akan diberi keputusan pada hari qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada ni‟matnya, maka ia mengakuinya. Allah berfirman, "Apakah yang kau lakukan padanya ?". Dia menjawab, "Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati syahid". Allah berfirman, "Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya disebut sebagai pahlawan dan pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian itu". Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Kedua) seorang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur'an, lalu dihadapkan kepada ni‟matnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman, "Apakah yang kau lakukan padanya ?". Dia menjawab, "Saya mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur'an hanya untuk-Mu". Allah berfirman, "Kamu berdusta, tetapi kamu mempelajari ilmu supaya disebut sebagai seorang yang 'alim, dan kamu membaca Al-Qur'an supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur'an, dan telah dikatakan orang yang demikian itu". Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Ketiga) seorang hartawan yang diberi keluasan kekayaan yang bermacam-macam oleh Allah, lalu dihadapkan kepada ni‟matnya, maka dia mengakuinya.Allah berfirman, "Apakah yang kamu lakukan padanya ?". Dia menjawab, "Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta, melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu". Allah berfirman, "Kamu dusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu, agar dikatakan sebagai orang yang dermawan, dan telah dikatakan orang yang demikian itu". Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka". [HR. Muslim juz 3, hal. 1514]

Dalam hadits lain disebutkan :
Dari Mahmud bin Lubaid, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu sekalian itu adalah syirik kecil”. Kemudian para shahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah ?”. Rasulullah SAW menjawab, “(Syirik kecil itu ialah) riya‟. Besok pada hari qiyamat ketika para manusia diberi balasan dengan amal-amal mereka, Allah „azza wa jalla akan berfirman kepada mereka, “Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang dahulu kamu berbuat riya‟ padanya ketika di dunia, maka lihatlah olehmu sekalian apakah kamu mendapati pahala pada mereka ?”. [HR. Ahmad, juz 9, hal. 160, no. 23692]

Dari Abu Musa RA, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, "Ada orang yang berperang supaya mendapatkan harta rampasan, ada lagi orang yang berperang untuk mendapat sebutan (cari nama), dan ada lagi orang yang berperang supaya dipuji orang (sebagai pemberani), siapa diantara mereka itu yang termasuk dijalan Allah ?. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Barangsiapa yang berperang agar supaya kalimat Allah itu yang paling tinggi, maka dialah yang (berperang) dijalan Allah". [HR. Bukhari juz 3, hal. 206]

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, oleh karena itu hendaklah semua ibadah dan amal kita, kita lakukan dengan ikhlash untuk mencari ridla Allah SWT, karena amal perbuatan itu akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya,

Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan mendapatkan sesuai apa yang ia berniat hijrah padanya". [HR. Bukhari juz 1, hal. 2]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan harta-bendamu, tetapi Allah melihat (menilai) pada hatimu dan amalmu". [HR. Muslim juz 4, hal. 1987]

Rasulullah SAW mengetengahkan contoh orang yang beramal ikhlash sebagai berikut. :

Dari Abdullah bin 'Umar RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Pada masa dahulu sebelum kalian ada tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam di dalam suatu gua. Setelah mereka itu masuk ke dalam gua itu, tiba-tiba jatuh sebuah batu besar dari atas bukit dan menutup pintu gua itu. Lalu mereka berkata, "Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kamu sekalian dari bahaya batu ini, kecuali kalian berdo'a kepada Allah dengan amal-amal shalih yang pernah kalian lakukan. Kemudian salah seorang diantara mereka berdo'a, "Ya Allah, dahulu saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah tua, dan saya biasa tidak memberi minuman susu diwaktu petang kepada seorangpun sebelum kepada keduanya, baik kepada keluarga atau hamba sahaya. Dan pada suatu hari, saya pergi agak jauh karena mencari sesuatu sehingga tidak bisa kembali kepada kedua orangtuaku kecuali sudah larut malam dan ayah ibu saya sudah tidur. Kemudian saya memerah susu untuk keduanya. Lalu saya mendapati kedua orangtuaku sedang tidur nyenyak dan sayapun tidak mau membangunkan keduanya, dan sayapun tidak suka memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum kepada keduanya, baik kepada keluarga maupun kepada hamba sahaya. Maka saya tetap menunggu bangunnya ayah dan ibuku, dengan membawa bejana wadah susu itu menunggu mereka bangun hingga terbit fajar. Kemudian ayah dan ibuku bangun lalu minum susu yang saya perah itu. Ya Allah, jika saya berbuat itu benar-benar karena mengharapkan keridlaanMu, maka keluarkanlah kami dari bahaya batu ini". Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu. Nabi SAW bersabda : Dan orang yang lain (orang yang kedua) berdoa, "Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada seorang gadis anak paman saya. Saya sangat mencintainya, sampai saya ingin berzina dengannya, tetapi dia selalu menolak. Pada suatu hari, tibalah tahun paceklik dan wanita yang sangat saya cintai itu datang (minta bantuan) kepada saya, maka saya berikan kepadanya uang seratus dua puluh dinar dengan janji bahwa ia mau menyerahkan dirinya kepada saya. Kemudian ia pun memenuhi janjinya, dan ketika saya berleluasa padanya, ia berkata, "Tidak halal bagimu memecahkan tutup kecuali dengan haqnya !". Lalu saya tidak jadi menyetubuhinya, dan saya tinggalkan ia, padahal saya sangat mencintainya, dan saya biarkan uang emas yang telah saya berikan kepadanya itu. Ya Allah, jika saya berbuat yang demikian itu semata-mata mengharap keridlaan-Mu, maka keluarkanlah kami dari bahaya ini". Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka tetap belum bisa keluar dari gua itu. Nabi SAW bersabda : Dan orang yang ketiga berdo'a, "Ya Allah, dahulu saya mempunyai banyak buruh dan karyawan. Dan pada waktu gajian, saya telah memberikan gajinya kepada mereka itu, kecuali satu orang yang belum saya berikan gajinya, karena dia pergi dan tidak mengambil gajinya itu. Kemudian gaji orang tersebut saya kembangkan sehingga menjadi harta yang banyak. Kemudian setelah waktu yang lama, orang itu datang kepada saya dan berkata, "Hai hamba Allah, berikanlah gaji saya !". Lalu aku menjawab, "Semua yang kamu lihat itu dari gajimu, berupa onta, sapi, kambing dan budak penggembala itu". Orang itu berkata, "Hai hamba Allah, janganlah kamu mengejek kepadaku". Lalu saya berkata, "Sungguh saya tidak mengejek kepadamu". Lalu dia mengambil semuanya itu dan menggiringnya, dan tidak meninggalkan sedikitpun dari semua itu. Ya Allah, jika saya berbuat yang demikian itu semata-mata mengharap keridlaan-Mu, maka keluarkanlah kami dari bahaya ini". Kemudian batu itu bergeser lagi sehingga mereka bisa keluar, lalu mereka keluar dan pulang dengan berjalan. [HR. Bukhari juz 3,hal. 51]
Demikianlah semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang beramal dengan ikhlash, dan semoga Allah mengampuni kita, Aamiin.
~oO[ @ ]Oo~