Fungsi Al-Qur’an sebagai Cermin Sehari-hari

quran1Segala puji hanya bagi Allah, berapakalikah anda sehari bercermin ???, tentu minimal adalah dua kali, yaitu sehabis mandi saat ketika ingin bersisir. Apa yang kita inginkan dengan bercermin tiada lain karena kita ingin merapikan diri dan menata diri agar tampak rapi bersih dan nyaman serta tapil dengan penampilan yang baik disegenap lingkungan pergaulan. Bagaimanakah dengan keindahan dan kerapihan jiwa-jiwa kita??? sudahkan kita juga sudah bercermin sedikitnya sehari dua kali ???

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga sentiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan syukur kepada Allah yang telah menunjuki kita untuk hidup di jalan Islam, jalan lurus, jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT, jalan bagi hamba-hambanya yang diselamatkan di dunia dan di akherat. Sungguh Allah telah berfirman yang artinya :

.

………….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu……(QS. Al-Maaidah[5]: 3)

.

Al-Qur'an telah dijadikan oleh Allah sesuatu yang jelas dan dimudahkan untuk dibaca, dimengerti dan diamalkan

Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat)………….(QS. Ali-'Imran[2]: 7)

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran. (QS. Al-Qamar: 22)

.

Al-Qur'an akan terasa dingin sejuk dan menenteramkan bagi orang-orang yang rajin di jalan kebenaran atau bagi mereka yang ingin kembali menempuh kepada jalan kebenaran.

Katakanlah:"Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (QS. Al-Israa': 107)
dan mereka berkata:"Maha suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". (QS. Al-Israa': 108)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. (QS. As-Sajdah: 15)

.

Namun Al-Qur'an akan menjadi Sesuatu yang tidak menarik dan terasa sesak dan menyusahkan bagi mereka yang masih senang bergelimang dalam dosa dan masih mabuk dengan perbuatan dosa, bahkan menjadi kesusahan bagi orang-orang yang berteman dengan syaitan

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (QS. Luqmaan: 7)

Mereka berkata:"Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)". (QS. Fushshilat: 5)

Dan al-Qur'an itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan. (QS. Asy-Syu'araa': 210)
Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur'an itu, dan merekapun tidak akan kuasa. (QS. Asy-Syu'araa': 211)
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar al-Qur'an itu. (QS. Asy-Syu'araa': 212)

Bahkan bila dosa telah meliputi diri seseorang dan sudah merasa senang dan mendapatkan keuntungan-keuntungan dengan perbuatan dosa, biasanya mereka akan menjadi manusia yang berusaha menghalang-halangi orang-orang yang akan menempuh jalan yang lurus (Al-Qur'an ) dan bahkan membuat jalan yang lurus dibuat-buat menjadi bengkok.

Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali-'Imran: 99)

(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat". (QS. Al-A'raaf: 45)

(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (QS. Ibraahiim: 3)

.

Begitu mudahnya Allah memilah milah umat manusia. Bila seseorang merasakan kelezatan dengan belajar Al-Qur'an maka mereka adalah orang-orang yang biasa hidup dalam kebaikan, sehingga kebaikan yang datangnya dari Allah (Al-Qur'an) akan terasa menenteramkan hatinya. Sebaliknya orang-orang yang terbiasa berbuat mengabaikan kebenaran, melampaui batas, sombong, ingkar, sering berbuat dosa dan kejahatan, Al-Qur'an akan menjadi sesuatu yang susah dan menyesakkan hati.

Begitulah pula bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya yang telah menjadi barometer keutamaan dan kemuliaan manusia di jaman nya hingga jaman datangnya hari Qiyamat. Mereka adalah orang-orang yang amat mencintai Al-Qur'an untuk dibaca, dipahami dan diamalkan dan didakwahkan. Bila seseorang dengan kesibukan di jaman hari ini, hatinya terus menerus terpanggil dengan Al-Qur'an, untuk dicintai, dipelajari dan diamalkan, dan didakwahkan, maka hati orang tersebut masih dalam fitroh kebenaran.

.

Namun bila dalam jaman yang sesibuk ini, kesibukan-kesibukan kehidupannya telah melunturkan kecintaanya kepada Al-Qur'an, berarti mereka telah menempuh jalan yang salah, jalan yang menjauhkan manusia dari Allah, jalan menuju kesesatan.

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus). (QS. Al-Mu'minuun: 74)

Kecintaan sahabat-sahabat Rasulullah kepada Al-Qur'an benar-benar merupakan bukti nyata kenikmatan dan kebahagiaan yang beliau-beliau rasakan di dalam dada. Segala keutamaan yang ada pada diri sahabat Rasulullah SAW tersebut bisa kita wujudkan dalam diri kita umat Islam dan kita wariskan turun temurun kepada generasi-generasi selanjutnya, agar dengan itu Rahmat Allah terus menerus turun bagi kehidupan umat manusia di muka bumi.

.

Dapat dibayangkan betapa susahnya manusia yang hidup tanpa rahmat Allah, dan terus menerus ditipu syaitan atau ditipu oleh manusia-manusia penipu. Untuk kemudian menjauh dari rahmat Allah. Sungguh kita perlu terus menerus berpegang teguh kepada wasiat Allah yang artinya:

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-An'aam: 153)

iklan-almarah-12-20093Dan juga wasiat Rasulullah SAW kepada kita semua yang artinya :

Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah SAW. (HR. Muslim)

Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur'an. (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)

Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur'an ibarat rumah yang bobrok. (Mashabih Assunnah)

.

Bila kita melazimi kebiasaan baik sahabat-sahabat Rasulullah SAW ini maka kitapun akan mendapatkan keutamaan-keutamaan para sahabat sebagaimana dalam firman Allah yang artinya:

……..tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, (QS. Al-Hujuraat: 7)

Setiap hari bila kita hendak pergi bertemu dengan orang banyak, kita selalu berusaha bercermin terlebih dahulu. Agar kita bisa tampil dengan penuh kerapihan dan keindahan. Demikian pula bila kita setiap hari bercermin dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka kita akan dapat pula merapikan dan menyempurnakan jiwa-jiwa kita, sehingga hidup selalu dalam keindahan ilmu, iman dan amal sholih. Wallahu'alam.


7 komentar pada “Fungsi Al-Qur’an sebagai Cermin Sehari-hari

  1. Setiap permasalahan kita kembalikan ke ALQURAN DAN HADIST ( SUNNAH ). Tapi kebanyakan manusia terutama di lingkungan saya tinggal, masih menggunakan ADAT ISTIADAT atau MITOS. bagaimana kita harus meyingkapi hal ini..????

  2. Alangkah baiknya kalau ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang dipublikasikan tersebut disertai dangan teks arabnya (walau tidak semua).

  3. Akhlak rosullah adl Alqur’an,nabi SAW pun uswah kita..jd mari berakhlak dg alqur’an dlm kehidupan keseharian.

  4. Orang yang mencintai Al Quran ini adalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya serta berjihad fii sabilillah dengan harta dan jiwa mereka. Orang-orang ini lebih mencintai Alloh dan Rosul-Nya, mereka ingin membersihkan diri dan mereka juga tidak dilalaikan oleh perhiasan dunia. Mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya, insya Allah.

  5. Thoyyib…, dan yang menghindarkan kita tidak termasuk dari 72 golongan yg masuk neraka adalah masalah pemahaman. Karena semua golongan itu mengaku mengikuti Qur’an sunnah semua, dan yang membedakan ternyata adalah PEMAHAMAN mereka. sedangkan menurut Rosululloh S.A.W yg selamat pemahamannya adalah yg sama dengan beliau dan para sahabatnya.(maa ana ‘alaihi wa ashabih). Oleh karenanya marilah kita pahami Al-Qur’an sebagaimana Rosululloh S.A.W dan para sahabat memahaminya, dan jangan sekali kali meninggalkan hadits shohih apalagi mencampakkannya dalam menafsirkan ayatulloh. karena hanya beliaulah yg tahu makna sebenarnya BUKAN otak kita. Apakah kita merasa bisa menganggap ada hadits yg salah karena tdak sama dg ayat Al-Qur’an, Tentu tidak, karena semua hadits Shohih tdk ada yg bertentangan dgan Qur’an. Bagi yg menganggap ada hadits yg bertentangan maka sesungguhnya yg mengatakan itu adalah Ro’yu(aqal) nya sendiri. Wallohua’lam bishowab.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.