Doa-Doa TERBAIK untuk Anak dan Cucu Moyang

Segala puji hanya untuk Allah semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Segala puji bagi Allah, keberhasilan manusia dari zaman ke zaman sering diukur dari tampak luar, berupa kemegahan gedung, kegesitan kendaraan, keramaian pasar, kesibukan pabrik, banyaknya upacara-upacara seremonial saling memuji dan penghormatan, dan banyak lagi tampilan tampilan duniawi yang tampak indah megah penuh dengan kegiatan hingar bingar, sukaria dan penuh girang.

Secara lebih spesifik lagi, manusia sering mendendang untuk anaknya dengan dendang yang sangat merdu tentang cita-cita untuk anaknya yang masih bayi, apakah didendang untuk jadi Lurah, Camat, Bupati, Gubernur atau Presiden. Demikian pula ketika orang melihat Gaji yang diterima, manusia mendendang anak-anaknya dengan profesi-profesi yang berlimpah uang, seperti jadi dokter, jadi pegawai bank, jadi kontraktor, jadi pilot atau profesi-profesi sejenis yang bermandikan uang.

Allah SWT telah memberikan contoh 3 profesi yang bermandikan uang dan jabatan serta kenikmatan namun disebabkan semuanya tidak memiliki fondasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah maka semuanya pulang ke akherat menjadi penghuni neraka.

Tiga contoh nyata dalam Al-Qur’an masing masing adalah Fir’aun, Haman dan Qorun. Fir’aun si penguasa Yang sangat Kuat, Haman si cerdas dalam ilmu dan teknologi dan Qorun si  Super Hartawan di masa lampau. Yang semuanya berujung pada kesengsaraan di alam kubur , sebagaimana dalam firman Allah

وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءهُم مُّوسَى بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ ﴿٣٩﴾ فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

  1. Dan (juga) Karun, Fir`aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
  2. Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS Al-Ankabut 39 dan 40)

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

046.Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".( QS. Al Mukmin ayat 46)

Segala puji bagi Allah, manusia perlu memahami berita dari Allah ini, agar manusia memahami dan manusia segera menempuh jalan Allah. Membangun kehidupan dari indifidu hingga kalangan yang luas tidak dimulai dari membangun fisik, tapi harus dimulai dan dilandasi dengan membangun fondasi, berupa membangun ke Islaman, Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT, dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi dari anak cucu yang disanding hingga cucu cicit yang tidak tersanding (CUCU MOYANG).

Do’a Nabi Ibrahim kepada CUCU MOYANG

Allah SWT telah memberikan sesuatu yang berharga kepada umat Islam lewat kisah-kisah dalam Al-Quran, sepertihalnya hubungan antara Nabi Ibrahim dan Rasulullah Muhammad SAW. Allah telah memberi ilham kepada Nabi Ibrahim tentang bagaimana agar rahmat Allah SWT, turun dari gemerasi tanpa terputus.

Nabi Ibrahim dengan istrinya bernama Sarah, mendapat generasi penerus ketika telah berumur tua, dan bahkan merasa bahwa istrinya mandul, maka Allah telah memberikan kepada beliau seorang anak dan diberinama Ishaq, dan kemudian akan melahirkan Ya’qub kekasih Allah (Israil) dan nabi-nabi yang banyak di kalangan bani Israil.

Namun Nabi Ibrahim juga memiliki putra dari istrinya yang bernama  Hajar, telah melahirkan Ismail, seorang anak yang sangat patuh dan Allah mengujinya agar disembelih, untuk menguji kecintaan Nabi Ibrahim, dan dari anak turun Nabi Ismail nantinya lahirlah Rasulullah Muhammad SAW. Kita melihat do’a do’a Nabi ibrahim kepada Allah tentang hal ini sebagaimana Allah berfirman.

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَاماً قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ ﴿١٢٤﴾ وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ ﴿١٢٥﴾ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿١٢٦﴾ وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١٢٧﴾ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿١٢٨﴾ رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ ﴿١٢٩﴾ وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلاَّ مَن سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

  1. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim".
  2. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud".
  3. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo`a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
  4. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
  5. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
  6. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  7. Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

(QS 2, Al Baqarah ayat 124 sd 130)

Segala puji bagi Allah, begitu MENGGELEGAR contoh yang berbaris dalam untaian ayat-ayat yang sangat indah untuk dihayati dan dipahami. Bagaimana kita semua umat Islam untuk mencontoh doa Nabi Ibrahim sebagai doa yang amat-amat-amat-amat-amat penting bagi kehidupan kita di Dunia ini, untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akherat.

 

Nabi Ibrahim diberi putra ketika beliau sudah tua, dan beliau telah menjadikan anak-anak beliau selalu dididik untuk selalu tha'at kepada Allah SWT. Anak-anak yang disandingnya selalu dididik menjadi penyampai kebenaran.

Bila kita lihat satu persatu ayat ayat diatas, maka kita bisa mengambil hikmah yang luar biasa, yang melimpah penuh dengan mutiara hikmah abadi bagaimana membangun generasi yang sukses dari zaman ke zaman.

Nabi Ibrahim telah melalui ujian demi ujian dari Allah SWT, sehingga beliau benar-benar faham apa itu yang menjadikan keridhoan Allah, sehingga beliau berdo’a dengan do’a do’a yang bersifat Universal dan bersifat kekal, dan itulah suatu kesuksesan yang tidak terputus dari zaman ke zaman.

Nabi Ibrahim memohon agar rahmat Allah itu terus turun kepada beliau dan seluruh anak turun beliau baik yang disanding maupun yang tidak disanding.

Pertama, agar diri seseorang yang patuh kepada Allah, selalu perhatian dengan ibadahnya kepada Allah, dan selalu menjaga tempat tempat ibadah mereka untuk selalu lestari dari zaman ke zaman.

Kedua, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar Negri mereka menjadi negri yang aman , dan sekaligus mohon kesejahteraan, terpenuhi segala kebutuhan dan kecukupan untuk hidup dalam rangka ibadah kepada Allah.

Ketiga, nabi Ibrahim memohon agar diri beliau dan anak turunnya selalu dibimbing agar seluruh ibadahnya diterima oleh Allah, dan Ikhlas untuk Allah.

Keempat, Nabi Ibrahim bermohon agar dirinya dan seluruh anak turunnya selalu tunduk patuh kepada Allah.

Kelima, Nabi Ibrahim memohon agar Allah selalu mengirim utusan yang akan mengajari kebenaran haqiqi kepada anak cucunya, sehinggga selalu dapat tekun dalam beribadah dan tha’at tunduk patuh kepada Allah, SWT.

KESIMPULAN

Segala puji bagi Allah, Tuhan pemilik semesta Alam yang menunjuki Nabi Ibrahim. Kita sebagai umat Islam di berbagai KOTA dan DESA, dan di berbagai PROPINSI dan di berbagai NEGARA, untuk bisa mencontoh kepribadian yang sangat UNIVERSAL  dari pribadi Nabi IBRAHIM, dan demikianlah kita semua bisa berperilaku seperti beliau dan selanjutnya juga berdo’a seperti beliau, sehingga kelestarian KEDAMAIAN dan KETENTERAMAN serta KEBAHAGIAAN, akan selalu menyelimuti, DESA, KOTA dan NEGARA kita masing-masing.

Dan yang lebih utama lagi adalah bagaimana, generasi TUA selalu mengusahakan sarana-sarana untuk lancarnya proses pewarisan, ilmu, iman dan amal yang  Islami yang dapat berjalan dengan tertib dari generasi ke generasi, sehingga do’a dan harapan yang selalu dilantunkan kepada Allah akan dapat terpelihara dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, hingga diri dan semuanya masuk ke dalam Surga Allah SWT. Wallahu a’lam