DIKLAT SAR MTA 2017

pelatihan-water-rescue-dklat-dasar-sar-mta-2017

Mengawali tahun 2017, SAR MTA menyelenggarakan diklat SAR terhadap 105 anggota baru. Pelaksanaan diklat dimulai pada 2 Januari 2017 dan berakhir hari ini, sabtu (7/1).
Komandan SAR MTA Pusat Ali Akbar mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota SAR MTA, maka perlu di rekrut anggota baru dan dibekali dengan ketrampilan dan pengetahuan tentang seluk beluk SAR.

“Pada diklat kali ini kami berikan pengetahuan dan ketrampilan tentang, Jungle yang dilaksanakan di Cemara Kandang-gunung Lawu, vertikal climbing atau panjat tebing di gunung Gamping, Water Rescue di Waduk Delingan Karanganyar, serta MFR (Medical Fast Responder). “ ujarnya.

Instruktur SAR dari Basarnas Surakarta Arief Sugiharto disela-sela kesibukannya memberikan pelatihan mengatakan bahwa SAR MTA sudah memiliki peralatan yang cukup lengkap, namun demikian perlu adanya penambahan berupa peralatan menyelam (diving), karena di Soloraya sendiri sering terjadi orang hilang tenggelam baik di sungai maupun di danau.

Saat ini anggota SAR MTA berjumlah 250 orang. Peralatan yang dimiliki SAR MTA berupa 4 perahu karet berikut mesin tempelnya, ini digunakan untuk laka air. Kemudian 3 buah gergaji mesin yang sering dipakai untuk evakuasi korban puting beliung yang merobohkan rumah dan pepohonan. 1 set peralatan panjat tebing.

Kesigapan SAR MTA juga sudah teruji diberbagai medan dan kejadian.bencana alam Dan SAR MTA siap setiap saat bila diperlukan oleh warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Keberadaan SAR MTA sudah diakui oleh Basarnas, lembaga yang menaungi kegiatan SAR Nasional. Kiprah SAR MTA sudah banyak dirasakan oleh masyarakat yang terkena bencana, hampir disetiap ada bencana SAR MTA selalu terlibat baik dalam proses evakuasi maupun pertolongan pertama.

Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina menyampaikan pesan kepada segenap anggota SAR MTA agar senantiasa menjaga keikhlasan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan ini. dan berharap SAR MTA tidak hanya berhenti pada diklatsar saja, namun harus semakin meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta pengetahuan yang bisa bermanfaat buat orang banyak.

Sebagai apresiasi terhadap perjuangan dakwah dan perjuangan kemanusiaan oleh SAR MTA, maka kurangnya perlengkapan akan segera dipenuhi untuk kelancaran tugasnya. (nova)


Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.