Diantara Syarat Utama Persatuan Umat Islam.

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Agung, Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Yang tidak membutuhkan pertolongan dari seluruh makluqnya dan selalu menolong seluruh makluqnya di semesta raya alam semesta.

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفاً فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ ﴿١٨٩﴾ فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحاً جَعَلاَ لَهُ شُرَكَاء فِيمَا آتَاهُمَا فَتَعَالَى اللّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

  1. Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
  2. Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS 7 Al-A’raaf ayat 189 sd 190)

 

Manusia perlu terus menerus menyucikan hatinya dari kebanggaan diri atas segala karya yang telah dicapainya dalam kehidupannya.  Manusia tidak memiliki kekuatan sebutir dzarahpun bisa mengurusi dirinya sendiri senjak di  alam Ruh, di Alam kandungan dan alam dunia serta alam kubur dan alam akherat kecuali semuanya dalam kasih sayang dan pertolongan Allah semata.

Tidak layak bagi manusia yang mungkin saja telah merasa mampu membangun sebuah kebesaran atau kemegahan suatu karya kemudian melupakan pertolongan Allah SWT. Bisa saja manusia merasa hebat karena bisa membangun kebesaran sebuah bangunan fisik, atau bangunan non fisik semisal perkumpulan sosial , perkumpulan partai, wadah-wadah  pengajian, penemuan-penemuan ilmiah yang bermanfaat bagi banyak manusia atau memiliki anak-anak yang cerdas dan sholeh yang menjadi kebanggaan. Jangan sampai itu semua menjadi sebab munculnya kesombongan pribadi atau kesombongan kelompok.

Kesuksesan dan pertolongan yang Allah berikan jangan sampai membuat lupa diri dan kemudian bangga diri dan melupakan segala jasa yang telah Allah berikan dan kemudian melupakan Allah SWT.

 

فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

  1. Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni`mat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi ni`mat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (QS 49 Az-Zumar ayat 49)

 

Allah dan Rasulnya telah mendidik kita umat Islam untuk selalu mengingat pertolongan yang Allah berikan kepada kita secara terus menerus. Dan berusaha agar selalu berjalan dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulnya Muhammad SAW dengan jalan ittiba’ (mengikut) Rasulullah.

Sehingga seluruh capaian-capaian yang besar-besar yang kadang membuat hati ingin muncul bersombong segera dapat dipadamkan dan dikembalikan kepada mengagungkan Allah dan bershalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. Allah DIA yang telah memberi kebaikan kepada seluruh umat manusia dan mendidik umat manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah dengan didikan yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW.

Manusia perlu menyadari bahwa sebelum Nabi Adam diciptakan, maka yang memelihara alam semesta sendirian adalah Allah SWT. Dan demikian pula ketika Nabi Adam dan milyaran anak cucunya diciptakan juga yang memelihara alam semesta beserta isinya juga Allah sendirian.

Maka manusia perlu selalu bergantung kepada Allah dan kemudian selalu memohon kekuatan dan pertolongan kepada Allah. Dan bila Allah telah memberi kekuatan dan keberhasilan kepada mereka sudah selayaknya seluruhnya dikembalikan kepada Allah SWT. Dalam kesyukuran dan kelemahan diri manusia yang tidak memiliki kekuatan sebesar dzarahpun, kecuali semua dengan pertolongan Allah semata.

Manusia-manusia yang selalu merasa lemah dihadapan Allah dan selalu merasa bahwa segala pertolongan adalah dari Allah maka tidak akan pernah menyombongkan diri, baik dalam skala pribadi maupun dalam skala kelompok, skala golongan, skala jamaah, ataupun bahkan dalam skala semesta manusia.

Bumi disemesta alam raya tidak lebih dari setitik debu yang melayang-layang di angkasa, demikian pula kedudukan manusia di muka bumi sungguh amat lemah. Tanpa pertolongan dan perlindungan Allah SWT, maka dipastikan tidak akan ada kehidupan di muka bumi.

Manusia-manusia yang selalu berendah diri dihadapan Allah dan selalu bersyukur kepada Allah adalah modal utama untuk tercapainya persatuan dan kesatuan umat manusia dalam hidup di muka bumi. Satu sama lain tidak akan saling berbagangga diri, tetapi satu sama lain akan saling bantu membantu dalam rangka bersyukur kepada Allah dan dalam rangka menambah amal sholih yang akan dibawa ke alam berikutnya. Dunia tidak akan diisi dengan perlombaan kesombongan tetapi dunia akan diisi dengan perlombaan berbuat amal sholih.

  1. Mengagungkan Allah SWT.

Allah SWT memerintah manusia selalu mengagungkan Allah SWT. Mengagungkan Allah adalah dengan selalu mengakui kebesaran Allah dan mengikuti petunjukNya.

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

  1. Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS 42 Asy Syuraa ayat 13)

 

{س} وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيداً عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

  1. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS22 Al Hajj ayat 78)

 

Agar seluruh kelompok-kelompok Umat Islam bisa bersatu, tidak ada jalan lain kecuali harus kembali kepada jalan yang sama, menuju kepada dasar yang sama dan cara mengamalkan yang sama. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya dzat yang dipatuhi dan Rasulullah sebagai satu-satunya panutan yang harus diikuti, tanpa membanggakan siapapun. Seluruh pengikut Rasulullah semuanya memiliki satu kesamaan, mencintai Allah dan Rasulnya dan para penerus Rasulullah SAW.

 

  1. Tiada kemenangan kecuali dengan pertolongan Allah.

Tidak mungkin manusia yang amat lemah ini akan dapat mendapatkan kemenangan demi kemenangan, kehormatan demi kehormatan, kecuali semuanya harus ditempuh dengan berendah diri kepada Allah, dengan mengikuti petunjuk Rasulullah SAW.

 

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ﴿٤٠﴾ الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

  1. ..........Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
  2. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS 22 Al Hajj ayat 40 sd 41)

 

إِن يَنصُرْكُمُ اللّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ وَعَلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكِّلِ الْمُؤْمِنُونَ

  1. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal.(QS 3 Ali Imraan ayat 160)

 

  1. Ketauhilah Sebab Bercerai Berai pada Umat Islam

Seorang muslim bila ingin hidup dalam persatuan yang kuat harus mengetahui sebab sebab perpecahan. Perpecahan sering disebabkan karena adanya menjauh dari Kitab Suci Al-Qur’an dan mulai membanggakan diri dengan pendapat masing-masing, dan tidak mau memakai nasehat Allah dan Rasulnya.

 

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

  1. dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.(QS 6 Al An’aam ayat 153)

 

Umat Islam harus sangat memahami kitab sucinya, yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an jangan hanya menjadi bahan bacaan, tetapi selain sebagai bacaan yang akan menambah pahala juga sebagai petunjuk yang harus dipahami artinya dan maknanya.  Dengan memahami Al-Qur’an maka akan sampai kepada jalan setia kepada Islam yang sesungguhnya.

 

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿٣١﴾ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

  1. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
  2. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS 30 Ar-Ruum ayat 31 dan 32)

 

Kembalilah kepada Al-Qur’an dan kembalilah kepada mengagungkan Allah dan bukan mengagungkan kelompok dan golongan. Dengan mengagungkan kelompok dan golongan maka semua itu akan menjadikan amal seseorang menjadi sia-sia.

 

  1. Sebab persatuan Umat Islam menjadi sangat KOKOH.

Persatuan umat Islam akan menjadi sangat kokoh bila manusia mau kembali mengingat kepada kelemahan dirinya dan mengakui kebesaran Allah. Dan  kemudian rajin berjalan di jalan yang Allah cintai.

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلاً

  1. Kawannya (yang mu'min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?(QS 18 Al Kahfi ayat 37)

 

Menyadari akan kelemahan diri disaat sedang menggapai kesuksesan adalah salah satu jalan terbaik mengingat ketidak berdayaan manusia. Sehingga seluruh capaian yang telah didapat dikembalikan kepada Allah SWT. Tanpa sedikitpun merasa ada jasa besar dalam dirinya. Dengan rasa yang demikian maka kesombongan menjadi pudar dan berubah menjadi amalm sholih yang akan diterima di akherat kelak.

 

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

  1. supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS 48 Al Fath ayat 9)

 

Kemenangan selalu saja dari Allah bukan dari yang lain, maka disaat kita menang maka yang harus diucapkan oleh manusia adalah syukur kepada Allah. Bahwa apa yang telah dicapainya itu tidak ada lain adalah karunia Allah semata, agar manusia selalu beriman kepada Allah dan Rasulnya, menguatkan agamanya dan mengagungkan Allah dan selalu digunakan untuk bertasbih kepada Allah di waktu pagi dan petang. Dan itulah tujuan hidup diadakannya manusia di muka bumi, dan itulah jalan hidup seorang mukmin.

 

Dengan pemahaman yang demikian maka tidak ada lagi kelompok umat islam yang bangga diri, bangga jumlah, bangga kekuatan, bangga capaian, tetapi semua membanggakan Allah SWT yang selalu menolong mereka dalam perjalanan hidup di alam Ruh, di alam kandungan, di alam dunia, di alam kubur dan di alam akherat. Wallahu a’lam.