Dandim Karanganyar Tinjau Pembukaan Lahan Ponpes MTA

KARANGANYAR - Setelah menempuh berbagai persyaratan mulai dari hak milik sertifikat, Izin Mendirikan Bangunan atau IMB hingga sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat pemerintah setempat, proses pembangunan pondok pesantren MTA dimulai pada hari Senin (19/03) pagi.

Pembukaan lahan calon Ponpes MTA yang berada di dusun Tunggulsari, desa Pojok, kecamatan Mojogedang, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Senin (19/03) pagi. Lahan dengan luas mencapai 10 hektar ini rencananya akan didirikan pondok pesantren dengan kurikulum Kulliyatul Mualimin Islamiyah atau KMI, yang setara jenjang SMP dan SMA.

Pada tahap pertama, dilakukan pembukaan lahan dan akses jalan masuk untuk memperlancar lalu lintas kendaraan pengangkut material menuju lokasi pembangunan. Pimpinan pusat MTA Al Ustadz Drs Ahmad Sukina, Dandim 0727 Karanganyar Letkol Infanteri Muhammad Ibrahim Mukhtar beserta jajarannya melakukan peninjauan proses pembukaan lahan.

Setelah singgah di gedung MTA Mojogedang 2, Ustadz Ahmad Sukina beserta Dandim mengendarai mobil menuju lokasi pembukaan lahan. Ustadz Ahmad Sukina menyampaikan, pendirian Pondok Pesantren merupakan sarana menyiapkan generasi penerus bangsa yang lebih baik, serta bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI.

Sementara Kepala Dusun Tunggulsari, Sukadi mewakili masyarakat menyampaikan sangat mendukung pendirian pondok pesantren MTA. Beliau berharap dengan adanya Ponpes ini bias memberikan kompensasi moral dan lapangan bagi masyarakat.

Sedangkan Dandim 0727 Karanganyar berharap, keberadaan Ponpes MTA nantinya mampu memberikan sumbangsih Bela Negara, serta pembinaan generasi muda menjadi generasi yang lebih baik.