Cara Jitu Mengusir Syaitan Dari Rumah2

gdSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang selalu berjalan dalam petunjuk-Nya. Amien

Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan syukur kepada Allah. Begitu cintanya Allah kepada kita semua, sehingga ketika umat manusia sedang terkungkung dalam kesesatan dan kebodohan menghadapi kehidupan, maka Allah turunkan para Nabi dan Rasul.

Allah sangat mengasihi kepada umat manusia, ketika umat manusia berbondong-bondong takut dan mengekor kepada "BERHALA/ BRAH - OLO". Ketika manusia sedang menghinakan dirinya. Disebabkan kebodohannya, derajad manusia yang tinggi dan mulia telah merosot kepada derajad yang rendah dan hina, takut dan bersimpuh dihadapan berhala, termasuk berhala syaitan dan berhala hawa nafsu.

Marilah kita menyambut kasih sayang Allah tersebut dengan penuh rasa syukur, rasa cinta dan ingin berterimakasih kepada Allah dengan cara mendakwahkan pola hidup yang benar, hidup ber islam ini, kepada siapapun yang mau kembali kepada derajad yang tinggi dan mulia. Menjadi hamba Allah yang ditunjuki, dilindungi dan dirahmati oleh Allah Tuhan semesta Alam di dunia dan akherat.

.

1. Islam yang Indah dan Mena'jubkan

Alhamdulillah, kita hidup dizaman modern, kita melihat dengan mata kepala kita bahwa untuk mewariskan ilmu dibutuhkan waktu-waktu pengajaran yang sangat intensif, dalam ruang yang memadai, dengan kurikulum yang ditata rapi dan disampaikan oleh para guru yang profesional. Begitulah estafet perguliran segala macam ilmu dari generasi ke generasi.

Di zaman Rasulullah Masjid adalah tempat ibadah dan sekaligus tempat belajar dan mengajar ilmu Al-Islam, dan demikianlah secara turun temurun dari generasi ke generasi. Umat Islam datang ke masjid tidak hanya untuk melaksanakan ibadah sholat 5 waktu saja, namun di dalam masjid tersebut dilakukan juga proses belajar mengajar apa-apa yang datang dari Allah dan Rasulnya. Namun sebelum itu perlu diketahui bahwa rumah-rumah para sahabat Rasulullah adalah tempat-tempat belajar mengajar Al-Islam sebelum terwujudnya sebuah masjid.

Dari proses yang demikian maka umat Islam menyadari, bahwa kebaikan seorang islam itu tidak hanya terwujud cukup dengan rajin datang sholat 5 waktu ke masjid. Namun umat Islam harus memahami juga akan luasnya perhatian Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Bila umat Islam secara tekun dan istiqomah belajar Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka manusia akan dibikin ta'jub terheran-heran, dan betul-betul merasakan akan ketinggian dan keberkahan Islam dalam kehidupan.

Kemuliaan yang demikian tinggi dan luas, menjadikan kita sering merasa berkecil hati, mampukah kita menggapai seluruh apa yang telah dibukakan oleh Allah akan segala rahasianya dan mampukah kita dengan umur yang sependek ini dapat menemukan dan menikmati mutiara-mutiara Islam yang berlimpah ruah.

Walhasil bahwa ketinggian Islam haruslah tetap berjalan dari generasi ke generasi, sehingga walaupun kita sudah tua, dan baru saja mengenalnya, namun seharusnya kita mempunyai kesadaran, bahwa generasi penerus haruslah mampu membangun kwalitas diri lebih baik dari generasi kita. Waktu kita yang amat pendek di dunia ini harus diisi juga dengan menyemai generasi baru untuk lebih memahami dan mengamalkan tentang keberkahan dan kemuliaan hidup ber-Islam.

.

2. Pemuliaan Keluarga Dengan PENDIDIKAN Al-Islam

Perubahan pola kehidupan umat manusia dari waktu ke waktu terus bergeser dan berubah. Kita menghadapi zaman baru dimana para pengajar-pengajar yang super cerdik, super memikat, super menarik telah hadir di dalam rumah-rumah kita dengan sangat rajin dan setia. Dialah guru-guru kita di hari ini yaitu Siaran TELEVISI.

Dia adalah guru-guru yang lebih ampuh dari guru-guru kelas, lebih ampuh dari guru-guru masyarakat dari zaman kapanpun. Perubahan yang pelan tapi pasti telah terjadi secara Evolusi-Revolusi, keduanya berjalan dengan sangat presisi mengajar kepada seluruh masyarakat dunia. Pengajaran yang terus menerus disampaikan dan diulang-ulang, maka secara Evolusi-Revolusi telah menjadikan manusia menjadi murit-murit setia dari apa saja yang diceritakan oleh si guru cerdik siaran TELEVISI.

Untuk saat ini, manusia-manusia generasi zaman kini telah banyak yang menjadi murit setia si guru cerdik yang satu ini, dan kemudian meninggalkan sesuatu yang sangat bermanfaat, meninggalkan sopan santun dan lembut hati, meninggalkan kemuliaan pengajaran Islam, meninggalkan pola hidup Islam, meninggalkan Masjid-Masjid tempat Ibadah kepada Allah, dan terlelap sibuk dalam dekapan si guru cerdik nan pintar si-siaran TELEVISI yang menghimbur dengan aneka rona kelezatan angan-angan dan khayalan, bahkan dibumbui dengan daya tarik hawa nafsu yang paling merusak aqal dan hati suci, sebagaimana candu-candu telah merusak aqal dan hati suci umat manusia di masa lampau, sehingga ketagihan, ketagihan dan ketagihan.

Walhasil, hanya kesadaranlah yang perlu dihentakkan dalam diri kita masing-masing. Apakah waktu kita yang amat pendek di dunia ini hanya akan tersia-siakan dengan bersimbah dalam kungkungan angan-angan dan khayalan yang dihiburkan kepada kita, dan kemudian kembali ke alam akherat dengan membawa seabreg dosa dan kemenyesalan. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang demikian.

.

3. Proses NYATA Estafet Generasi Islam dalam sebuah keluarga.

Untuk saat ini, kerusakan yang telah ditimbulkan oleh si guru cerdik siaran Televisi telah menusuk ke pusat jantung setiap anggota keluarga. Sehingga masjid-masjid tempat dilimpahkannya Nikmat dan Rahmat Allah pun telah menjadi sepi dan tidak diminati.

Untuk datang sholat 5 waktu secara berdisiplin saja sudah tidak lagi diminati, apalagi untuk belajar Islam dengan sungguh-sungguh di dalamnya. Proses evolusi-revolusi karya si guru cerdik telah berjalan berdampingan, manusia telah berbondong-bondong merasa lezat menetap di bumi dalam dekapan syaitan di neraka dunia dan kemudian berlanjut di neraka akherat. Seolah tidak ada minat kuat untuk mempersiapkan diri kembali ke Jannah Surga yang tinggi, di sisi Allah Tuhan Pencipta Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Bijaksana.

Untuk dapat mengatasi problem yang demikian rumit, maka umat Islam harus berlaku cerdik dan cerdas pula. Mulailah kita sadarkan diri kita sekeluarga, bahwa hidup di dunia adalah tempat ujian dan cobaan dan mulailah dengan sungguh-sungguh untuk menyenangi dan mencintai Al-Islam.

Segala puji bagi Allah, marilah kita bersungguh-sungguh mengatasi masalah rumit ini dengan sungguh-sungguh. Di saat ini tumbuh banyak lembaga-lembaga pengajian Islam ada di mana-mana, namun hasil kajian banyak yang ter-erosi oleh siaran-siaran TELEVISI yang saat ini menyajikan campur-aduk antara yang baik dan yang sangat buruk. Yang dengannya dapat merusak keimanan dan ketaqwaan, ibarat madu dicampur dengan racun. Manisnya dan khasiatnya madu telah tercampur dengan sesuatu yang merusaknya dan menyebabkan kerusakan.

Maka orang-orang yang telah rajin mengaji di berbagai lembaga-lembaga pengajian, Mulailah di rumah-rumah mereka disediakan ruang khusus atau tempat khusus untuk beribadah, bersholat, berdzikir, ber-muhasabah, bertadarus, atau juga untuk proses ta'lim Al-Qur'an dan As-Sunnah lengkap dengan penjelasannya yang sahih untuk segenap anggota keluarga

Kemudian cintailah dan isilah ruangan tersebut dengan aktifitas sebagaimana di tempat-tempat pengajian dan di masjid-masjid. Bila orang-orang awam, mereka sangat peduli menyediakan ruang makan dan meja makan untuk memenuhi dan menjaga kesehatan jasmani mereka. Maka marilah di rumah-rumah umat Islam disediakan tempat-tempat khusus atau ruang khusus untuk tempat makan makanan rohani untuk menjaga kesehatan rohani mereka.

Orang-orang awam biasa menjadikan ruang makan mereka sebagai ruang komunikasi diantara segenap anggota keluarga, maka ruang-ruang khusus untuk ibadah inilah yang lebih sangat tepat untuk membangun kasih sayang bagi segenap anggota keluarga. Dan disanalah dijalankan proses pendidikan dan pengajaran Al-Islam bagi segenap keluarga, sejak dari ayah, ibu, anak, menantu, cucu dan pembantu dan seluruh elemen yang ada dalam keluarga. Alangkah indahnya bila dipimpin langsung oleh ayah sebagai seseorang yang faham ilmu dan amal agama, yang beriman dan bertaqwa. Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah, inilah ruangan khusus yang penuh berkah yang seharusnya dimiliki oleh setiap keluarga Islam.

Dengan dilengkapinya ruang-ruang khusus di rumah-rumah umat Islam, ruang ibadah dan ruang ta'lim, maka kita berharap keindahan Islam terbangun disegenap anggota keluarga, dari Ayah dan Ibu, anak, menantu, cucu, hingga kepada seluruh para pembantu-pembantunya. Dan sekaligus Sang Guru Cerdik si TELEVISI pintar perlu diletakkan pada proporsinya. Hal-hal yang baik boleh saja ditonton, tapi kalau hal-hal yang baik saja juga disisipi dengan iklan-iklan yang jelek dan jahat maka si guru cerdik perlu dibekukan, dan diambil seperlunya yang baik-baik saja.

Sudah sa'atnya kita untuk selalu bersyukyur kepada Allah dengan nikmat Islam yang demikian melimpah ruah di dunia dan di akherat, namun sayang di saat ini pengajian-pengajian yang menjamur demikian besar dan luasnya pun hasilnya masih ter-rusakkan oleh pengaruh besar siguru cerdik siaran jelek si TELEVISI pintar, yang saat ini siarannya bila dipandang dengan kacamata Islam, isinya bercampur aduk antara kebaikan dan kejelekan-kejelekan.

Sehingga bertahun-tahun seseorang telah mengaji, bertahun-tahun pula tidak bisa menjadi baik dan santun. Karena kebaikan yang akan tumbuh dalam jiwanya terus menerus dirusak oleh siaran-siaran yang penuh dengan angan-angan yang buruk dan memikat yang dapat merusak iman dan taqwa dan merusak kehalusan dan kesopanan jiwa dan perilaku seseorang.

Semoga kesungguh-sungguhan umat islam mensyukuri nikmat Allah yang demikian besar, Allah akan membalas umat Islam dengan kemuliawan, ketinggian dan kewibawaan. Sehingga umat Islam tidak lagi menjadi obyek yang dipermainkan, tetapi bisa menjadi subyek yang tekun dan rajin menyebarkan Islam dari generasi ke generasi, ke segenap penjuru dunia, demikian insyaAllah.

Semoga Allah memberi pertolongan kepada kita untuk mewujudkan kesungguh-sungguhan kita untuk menggapai surgaNya, di dunia dan di akherat. Wallahu a'lam.


18 komentar pada “Cara Jitu Mengusir Syaitan Dari Rumah2

  1. Di abad modern seperti sekarang ini televisi yang kadang disebut dengan si kotak ajaib atau si gelas kaca, dapat membelenggu diri kita sepanjang kita tak pandai – pandai menyikapinya. Si kotak ajaib alias si gelas kaca ini tak ayal lagi secara cerdik dapat membuat diri menjadi terkesima atau brutal jika dikemas dgn tayangan yang sejuk atau tayangan yg menyesatkan dan berdampak kepada perubahan prilaku, etika, tatanan hidup dan kekerasan. Dengan adanya media dakwah antara lain seperti MTA yang kita cintai ini adalah merupakan BENTENG yang KOKOH sebagai pertahanan diri. Semoga MTA dapat berdiri dengan tegak dan tangguh, berdampak kepada ummat yang dapat mengkaji, memahami, menghayati dan mengamalkan sumber ajaran Islam yang sebenarnya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Amin.

  2. aku cocok dengan mta karena AL isro’ ayat 36 atau 37 yaaa..yang wama laisa laka bihi terus hadisnya taroktufikum tapi kalau aku belum tau yang oran haid boleh baca Qur’an SERTA BACA QUR’AN TIDAK WUDHU tolong aku agar aku semakin yakin karna aku belum bisa ngaji di mta aku baru denger radio sama kadang buka internet

  3. alhamdullilah sekarang bisa menjadi warga mta,semga dengan meluruskan niat yang ikhlas kita bisa menggapai ridhonya ALLAH S W T Amin

  4. alhamdulillah dengan adanya MTA saya merasa sangat gembaira, karena kajian-kajian MTA menjelaskan hukum-hukum islam menurut al-Qur’an dan sunnah.

    horeeeeeeeeee………………………
    joze cah,,,,,,,,,,,,,,,,,

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.