Bunuh Diri Jalan Haram Mengakhiri Frustasi

icon-bunuhdiri-mta Kasus terjun bebas dari lokasi parkir lantai 4 di Solo Grand Mal (SGM) masih terus diselidiki aparat kepolisian. Namun korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.......Solopos, 04 Januari 2010 -

Peristiwa diatas adalah realita yang terjadi di masyarakat sekarang. Dan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya telah berjejer kisah-kisah yang hampir sama walau motifnya berbeda. Di berbagai tempat, dengan pelaku dari anak kecil sampai dengan dewasa. Seorang anak yang malu belum bayar sekolah, Seorang usahawan sukses yang terlilit hutang, seorang yang malu karena gagal dalam jodoh sampai kepada seorang yang tidak kuat menanggung kemiskinan sehingga memilih jalan haram (baca:bunuh diri). Naudzubillah min dzalik..memang dunia ini makin tua, semakin pijakan keyakinan kita tidak kuat maka diri ini akan mudah tergerus  dan terombang-ambing situasi jaman yang sangat dinamis. Didukung dengan semakin canggihnya syetan menggoda manusia untuk mengekor kepadanya menuju Neraka.

Sobat, Putus asa dari rahmat Allah Ta'ala termasuk dosa besar. Allah Ta'ala berfirman:

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

"Ibrahim berkata :'Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.'"(Q.S. Al Hijr: 56)

Dan firman-Nya:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."(Q.S. Yusuf : 87)

قُلْ يعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلى اَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، اِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [QS. Az-Zumar : 53]

... وَ لاَ تَقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

..... dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS. An-Nisaa' : 29]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيْهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا، وَ مَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِى يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا، وَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ، فَحَدِيْدَتُهُ فِى يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا. البخارى و مسلم و الترمذى و النسائى

Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menerjunkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka dia di neraka jahannam menerjunkan diri di dalamnya, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun untuk bunuh diri, maka racunnya itu di tangannya dia meminumnya di neraka jahannam kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata tajam itu di tangannya dia melukai dengannya di neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya". [HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: الَّذِى يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِى النَّارِ، وَ الَّذِى يَطْعُنُ نَفْسَهُ يَطْعُنُ نَفْسَهُ فِى النَّارِ، وَ الَّذِى يَقْتَحِمُ يَقْتَحِمُ فِى النَّارِ. البخارى

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bunuh diri dengan menggantung diri, dia akan menggantung diri di neraka. Orang yang menikam dirinya (dengan senjata tajam) maka dia akan menikam dirinya di neraka. Dan orang yang bunuh diri dengan menerjunkan diri dari tempat yang tinggi, maka dia akan menerjunkan diri di neraka". [HR. Bukhari]

Maka berputus asa dari rahmat Allah dan merasa jauh dari rahmat-Nya merupakan dosa besar. Kewajiban seorang manusia adalah selalu berbaik sangka  terhadap Rabb-nya. Jika dia meminta kepada Allah, maka dia selalu berprasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Jika dia beribadah sesuai dengan syariat, dia selalu optimis bahwa amalannya akan diterima, dan jika dia ditimpa suatu kesusahan dia tetap berprasangka baik bahwa Allah akan menghilangkan kesusahan tersebut.

Anda mesti pernah merasakan sakit kan, siapa sih yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya ? Hewan unta di gurun pasir aja yang terkenal tangguh mesti juga pernah sakit.  Tingkat keparahan sakit kita bisa bervariasi, dari flu yang hanya beberapa hari, walaupun kadang flu bisa berlangsung beberapa pekan, sakit gigi, diare, maag, tifus, DB, cicunguknya, TBC hingga yang mungkin bisa dikategorikan parah dan butuh perawatan selama beberapa bulan, tahunan bahkan seolah tidak kunjung berakhir.

Saat sakit itu yang tidak boleh kita lupa adalah tentu saja berikhtiar mencari penyembuhan dengan cara yang terbaik dan dibenarkan agama, dan berdo'a kepada Allah ta'ala untuk mendapatkan kesembuhan. Dalam menghadapi sakit, ketika ikhtiar sudah kita lakukan dan do'a terus kita panjatkan, kita perlu menenangkan hati dengan bersabar menerima penyakit yang kita derita tersebut. Sakit adalah salah satu bentuk ujan yang Allah Swt untuk melihat tingkat kesabaran dan keimanan kita.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia menurunkan pula obatnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 12]

Bagi yang tidak mengerti atau tahu tapi tidak sabar maka jalan mengikuti syetan akan ditempuh bahkan sampai bunuh diri sekalipun, na'udzubillahi mindzalik.  Dalam sakit ada kafarat untuk penghapusan dosa, ini manakala kita menghadapi sakit yang menyambangi kita itu dengan kesabaran, mengembalikan semua urusan kepada Allah Swt, Zat Yang Maha Menyembuhkan.

Ingatlah bagaimana kisah nabi Ayub as yang diuji oleh Allah Swt dengan sakit yang cukup lama, bertahun-tahun, hingga bahkan isterinya tidak sabar untuk menunggui beliau. tetapi nabi Ayub terus bersabar dengan terus berikhtiar mengobati penyakitnya dan berdo'a untuk mendapatkan kesembuhan. Do'a minta kesembuhan seorang nabi Ayub as ternyata tidak serta merta dikabulkan Allah Swt, perlu waktu bertahun-tahun hingga kemudian Allah swt mengembalikan kesehatan nabi Ayub as, dan mengembalikan kebahagiaan keluarganya seperti semula. Sakit memang menjadi ujian kesabaran bagi seorang manusia mulia dan sabar yang bernama Ayub as.

Ujian kesabaran sering kali terkait dengan lama waktu ketika seseorang terkena penyakit atau tertimpa suatu musibah. Kita perlu menyadari bahwa penyakit perlu waktu penyembuhan yang bervariasi, dari yang hanya beberapa hari atau beberapa pekan, hingga ada yang perlu waktu beberapa bulan, bahkan beberapa tahun... karena itu yang terbaik bagi kita adalah bersabarlah, dan ketahuilah bahwa berlalunya waktu merupakan bagian dari proses penyembuhan. Kesembuhan yang sempurna kadang perlu waktu yang tidak sebentar.

عَنْ اُسَامَةَ بْنِ شُرَيْكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: تَدَاوَوْا فَاِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً اِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ: اَلْهَرَمُ

Dari Usamah bin Syuraik, bahwa Nabi SAW bersabda, "Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak mengadakan penyakit kecuali mengadakan obatnya, kecuali satu penyakit (yang tak ada obatnya) yaitu umur tua". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 3]

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: لِكُلّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَاِذَا اُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِاِذْنِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

Dari Jabir, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Setiap penyakit ada obatnya. Maka jika bertemu (cocok) obat itu dengan penyakitnya, sembuhlah orang yang sakit itu dengn idzin Allah 'Azza wa Jalla". [HR. Muslim juz 4, hal. 1729]

Terakhir, Sebenarnya tidak hanya masalah Sakit yang berpotensi menimbulkan rasa frustasi yang hebat (jika tidak sabar). Beberapa hal lain yang dapat menimbulkan efek frustasi yang berlebih ternyata tidak jauh dari kita. Seperti : Kekuasaan dan jabatan, Masalah Harta, Ketahanan dalam mencari Ilmu, Perihal jodoh dan Keluarga, Malu dengan kehinaan dan hal lainnya. InsyaAllah bisa dibahas ditulisan mendatang. Dakwahkan ilmu anda dengan tulisan, maka akan menjadi abadi walau anda telah tiada.

Referensi  :

Brosur MTA

-       Larangan Bunuh Diri

-       Risalah Janaiz (1)


7 komentar pada “Bunuh Diri Jalan Haram Mengakhiri Frustasi

  1. adakah yg bsa memberi solusi tepat dan solusi real agar ga bunuh diri? persoalan rumit dan ga terpecahkan, saya juga manusia punya batas kesabaran…yg tidak mengalami bisa saja menyalahkan , tp bagaimana dengan yg kami rasakan…sapa yg peduli..?

  2. Bagi yang tidak mengalami memang gampang menyalahkan orang, kalau mereka mengalami belum tentu mereka tahan. Saya tidak setuju bunuh diri tetapi bisa memahami persaaan orang yang bunuh diri. Mudah2an orang yang bunuh diri diampuni Tuhan sebagaimana QS Nissa : 29.

  3. Alhamdulillah, kita dirahmati Allah, sehingga masih mampu mengingat kembali qur’an dan hadits tersebut dan Insya Allah untuk seterusnya. Tetapi bagaimana kalau orang yang terkena gangguan kejiwaannya-sebut Bipolar-yang pada suatu episode tertentu selalu ingin bunuh diri. Akal/pikirannya sering tidak mampu menerima masukan dan terjadi pergeseran dengan perilaku dan perasaannya. Kita peduli dan berusaha konsultasi ke ahli, dokter psikatri, psikolog dan ahli kesehatan mental, walau biasanya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, yang sering menjauhkan diri dari kesabaran atau mudah mendekat pada keputus asaan. Kita juga harus menjaga/mengantisipasi setiap saat terhadap perilakunya untuk mencegah bunuh diri. Lalu upaya apa yang masih harus dilakukan? adakah do’a lain yang selain Nabi Ayub panjatkan? Tapi saya yakin Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  4. semua itu tergantung kesadaran dan keyakinan kita. . . seharusnya hidup itu harus disyukuri. . hidup itu indah asal kita nikmati. bunuh diri menurut saya tindakan yang BODOH

  5. Yah… kenapa orang harus bunuh diri? padahal hidup itu adalah anugrah yang harus di syukuri… apapun persoalan yang menimpa kita itu sebenarnya adalah yang terbaik buat kita… bukan masalah yang menjdi masalh… tapi bagaimana kita mensikapi sebuah masalah? masalah yang berat sekalipun sebenarnya bisa menjadi masalah yang ringan kalo semuanya kita kembalikan pada Allah…..ingat “Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya.” mudah2an kita termasuk orang-orang yang selalu diberi petunjuk oleh_Nya.amiin

  6. Benarlah Rasulullah SAW; mengapa menempuh ilmu itu tiada putus sepanjang hayat, permasalahannya adalah stress bisa terjadi bila Ilmu yang dipunyai < dari situasi yang dihadapi, makanya ayo ke pengajian terus tuntut ilmu, agar ilmu yang qta punya ada diatas situasi yang qta hadapi……..sekali lagi Alhamdulillah……..

  7. semuanya kembali kepada iman yang bersemayam dalam dada kita….jadi mari banyak banyak kita bersyukur terhadap nikmat iman yang Allah karuniakan kepada kita.dan sebagai salah satu wujud rasa kesyukuran kita…..mari mudahkan hati kita untuk PEDULI DAN EMPATI kepada sekeliling kita….semoga kejadian BUNUH DIRI gaya dan cara apapun tak akan menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah dan solusi bagi saudara kita yang tipis imannya.SUDAHKAH KITA PEDULI DAN MERABA KESUSAHAN SAUDARA DI SEKITAR KITA??

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.