Bersatu Sebagai Modal Kemenangan

Semangat Ikhlas di soloraya

Sudah kita ketahui bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Dengan populasi umat ISlam sekitar 200 juta jiwa, negeri ini menjadi negeri dengan umat inslam terbanyak didunia.
Jumlah tersebut belum bisa dibanggakan karena ternyata dalam berbagai aspek, kehidupan umat Islam sering kalah dalam berkompetisi.

Dalam masalah politik,pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih belum bisa menjadi pemimpin. Ada maqalah yang mengatakan LAA GHALAABATA ILLAA BILQUWWATI, WALAA QUWWATA ILLAA BIL-ITTIHAADI, WALAA ITTIHAADA ILLAA BIL-FADLAAILI, WALAA FADLAAILA ILLAA BIDDIINI, WALAA DIINA ILLAA MAA WAAFAQAL-KITAABA WAS-SUNNAH.

Terjemahan bebas ke bahasa Indonesia kira-kira adalah :

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, tidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan, tidak ada keutamaan kecuali dengan agama, tidak ada agama kecuali yang sesuai dengan AlQur'an dan As-Sunnah."

Artinya umat Islam tidak akan memenangi kompetisi di berbagai aspek kehidupan kecuali mereka berhasil menempuh lima tangga menuju kemenangan dan memiliki kekuatan yang memadai.

Tangga Pertama dari lima tangga tersebut adalah belajar AlQur'an dan sunah Nabi Muhammad SAW.
Tangga kedua adalah hidup beragama sesuai dengan Alqur'an dan As-Sunnah
Tangga ketiga membangun keutamaan dengan akhlaqul karimah. Berbasis akhlaqul karimah itulah umat Islam membangun persatuan dan kesatuan (tangga keempat).
Dengan persatuan dan kesatuan itu umat Islam menghimpun kekuatan (tangga kelima)

Untuk membangun persatuan dan kekuatan itu Allah mengingatkan umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh kepada tali (agama)Allah dan tidak bercerai berai (QS.Ali Imran : 103)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Untuk itulah dakwah AlQuran dan As Sunnah harus digencarkan ke seluruh penjuru negeri. Jangan sampai ada yang menghalangi dakwah Al-Qur'an dan As-Sunah. Umat Islam harus memanfaatkan semua potensi untuk mendukung kelancaran dakwah tersebut.

Para juru dakwah harus ikhlas dalam dakwahnya untuk mencari ridha Allah semata. Jangan ada yang memasang tarif dalam berdakwah. Kita harus yakin bahwa Ar-Razzaaq itu adalah Allah dan Allah pasti memberikan rizki yang banyak kepada hamba-Nya dari jalan yang lain.

Kita harus memberi kesempatan kepada masyarakat seluas-luasnya untuk belajar Al-Qur'an dan As-Sunah dan janganlah kesempatan itu dipersulit dengan kewajiban membayar dalam belajar Al-Qur'an dan As-Sunah..

Orang kaya dan miskin harus mendapatkan akses yang sama untuk mempelajari AlQuran dan AsSunah karena hanya melalui belajar Alquran dan AsSunah mereka bsa menjadikan orang yang bertaqwa dan selamat dari siksa api neraka.

Luruskan niat dalam berdakwah hanya karena Allah. Dalam QS Asy Syuuraa : 23 Allah berfirman,

قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ

"Katakanlah, "Aku tidak minta upah atau seruanku kecuali (aku berharap akan tumbuhnya) kasih sayang dalam kekeluargaan)"

Kasih sayang dalam kekeluargaan diantara sesama umat Islam ini akan tumbuh setelah mereka belajar dan mengamalkan Al-Qur'an dan As-Sunah dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih sayang dalam kekeluargaan yang dilandasi tauhid itulah yang akan mengikat mereka dalam satu persatuan dan kesatuan yang akan membuahkan kekuatan.

Dengan kekuatan itulah umat ISlam akan mempu berkompetisi dalam memperoleh kemenangan dengan pertolongan Allah.InsyaAllah

Al-Ustadz Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat MTA