Bersama Membangun Moral Bangsa

icon-mari-membangun-bangsaDrama rapat paripurna DPR yang membahas hasil Pansus Bank Century hari pertama berakhir ricuh. Pimpinan sidang secara sepihak menutup sidang sementara masih banyak usul dan saran dari para anggota dewan.

Banyak anggota dewan yang kecewa dengan tindakan tersebut merangsek, menyerbu pimpinan sidang untuk memprotes keputusannya. Tak bisa dihindari keributanpun terjadi. Sementara itu, di luar sidang tidak kalah sengit mahasiswa yang berdemonstrasi bentrok dengan polisi.

Pagar kawat berduri disingkirkan demonstran dengan mobil. Lemparan batu dibalas dengan water canon. Begitulah sekelumit potret kualitas moral kalangan elit politik dan elit pelajar di negeri ini. Dunia menyaksikan perbuatan mereka yang mempermalukan bangsa.

Para elit politik tidak mahir bermain cantik dalam memperjuangkan kepentingan konstituen. Kalau mereka saling mendahulukan emosi, berteriak-teriak, saling menunjukkan keberingasan dan keganasan di dalam gedung DPR yang terhormat, lalu bagaimana dengan akar rumput mereka ?. Wajarlah bila lebih beringas dan lebih ganas. Ironis sekali, anggota dewan yang terhormat malah berbuat tidak terhormat.

Begitu pula yang terjadi di kalangan elit pelajar yang disebut sebagai mahasiswa. Mestinya memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana menyampaikan aspirasi secara elegan, tetapi justru berperi-laku seperti anak jalanan. Begitu pula aparat keamanan (Kepolisian) memukuli mahasiswa, bahkan merusak kantor (HMI) seolah-olah di negeri ini semua tanpa  aturan, semua dipimpin oleh hawa nafsu. Begitulah gambaran rendahnya kualitas moral (akhlak) bangsa kita yang selama ini terlena sibuk membangun fisik, kurang memperhatikan pembangunan akhlak.

Slogan pembangunan manusia seutuhnya, tidak lebih dari sekedar pemanis bibir belaka. Padahal menurut Imam As-Sauqi: "Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya, bila rusak akhlaqnya, maka rusaklah bangsa itu".

Kerusakan akhlak bangsa ini terjadi di semua lini. Dari kalangan pelajar tingkat SD sampai perguruan tinggi, dari rakyat biasa sampai pejabat tinggi Negara, tidak ketinggalan di kalangan penegak hukum pun sudah terjadi mafia di berbagai bidang. Kalau di kalangan elit pelajar, politik, penegak hukum dan pejabat Negara sudah begitu rendah kwalitas akhlaqnya, apa yang kita harapkan dari mereka itu semua ? Negeri ini dihuni oleh masyarakat yang mayorits beragama Islam.

Sedang Islam mengajarkan umatnya untuk tunduk patuh kepada Allah dan rasul-Nya. Rasulullah saw sendiri bersabda:"Innamaa buitstu liutammima makaarimal-akhlaaq" (Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak).

Maka mestinya kalau umat Islam taat kepada agamanya akan menjadi manusia berakhlak mulia. Rasulullah saw sendiri telah memberikan teladan bagaimana berakhlak mulia, sehingga Allah memujinya:"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung". Budi pekerti yang agung atau akhlak mulia Rasulullah saw tersebut seharusnya menjadi teladan yang baik (uswah hasanah) bagi umat Islam seperti yang telah difirmankan Allah dalam QS Al Ahzab : 21.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah"

Kalau umat Islam mengambil nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah saw sudah pasti drama sidang paripurna hari pertama serta anarkhisme dan pengrusakan yang dilakukan oleh para demonstran juga aparat keamanan, tidak akan terjadi.

Saudaraku, mari kita utamakan membangun akhlak bangsa ini, kita mulai dari diri kita masing-masing dan keluarga, sebagaimana petunjuk Allah SWT,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Pembangunan yang mengabaikan pentingnya akhlaq pasti akan berakhir dengan sia-sia. Prestasi anak bangsa yang bermoral akan dirusak oleh mereka yang tidak bermoral. Gelorakanlah da'wah untuk membangun akhlaq yang mulia di semua lini, baik di rumah, di sekolah, di kantor, di kampus, di parlemen sampai di Istana Negara.

Utamakan kejujuran, karena kejujuranlah yang menjadi pangkal semua kebaikan. Dan jauhilah kebohongan, karena kebohongan merupakan pangkal semua kejahatan. [HR. Muslim].

Semoga Allah membimbing bangsa ini menuju kemuliaan akhlaq, sehingga negeri ini menjadi Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur, negeri yang baik dan penuh ampunan dari Allah SWT, aamiin.

~oO[ @ ]Oo~

oleh : Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina

Dimuat di Harian Solopos, 12/3/2010


9 komentar pada “Bersama Membangun Moral Bangsa

  1. SELAMAT BERJUANG DIJALAN ALLOH DENGAN HARTA DAN JIWA UNTUK MEMPERBAIKI AKHLAQ RAKYAT INDONESIA YANG AMBURADUL INI….!.tak akan bisa memperbaiki akhlaq bangsa ini,kecuali kembali pada QURAN DAN SUNNAH.

  2. Etika, moral dan ahlak sudah terkubur dihati petinggi negeri ini, sekelumit kata mudah-mudahan dapat untuk menjadi ingatan kita sebagai berikut :
    Jangan bangga dengan gaun dan jas mu yang mahal, karena pakaianmu yang terakhir adalah “kain kafan”.
    Jangan bangga dengan kendaraanmu yang mahal dan mewah, karena kendaraanmu terakhir adalah “karanda”.
    Jangan bangga dengan tempat tidurmu yang empuk, karena tempat tidurmu yang terakhir adalah “tanah”.
    Jangan bangga dengan istanamu yang indah gemerlapan, karena istanamu yang terakhir adalah “alam kubur”.
    Jangan bangga dengan tahta dan gelarmu yang tinggi, karena gelarmu yang terakhir adalah “almarhum dan almarhumah”.

  3. ALHAMDULILLAH RADIO MT@ OK, SMOGA TIADA GANGGUAN TERUTAMA PERSADA FM 102.20
    DI DAERAH KAMI PERBATASAN KAB PATI. TRIMS, DENGAN ADANYA RADIO DAKWAH YANG MENURUT SAR,I SAYA + SEMANGAT TUK MENDUKUNG,,,

  4. Salam MTA!!!
    Radio MTA-fm untuk Jogja belum terakses dengan baik. Sangat membantu warga. Mohon segera diperbaiki dan dioptimalkan jaringannya.
    MTA Bisa!!!

  5. Melihat pola tingkah laku sebagian besar masyarakat, baik dari generasi tua maupun mudanya sungguh sangat memprihatinkan dan membuat hati ini meradang. Sangatlah tepat apa yang katakan oleh Syaikh Muhammad Abduh, bahwa “Keindahan ajaran Islam ditutupi oleh kelakuan sementara umat Islam” (Al-Islam mahjub bil muslimin)……

  6. Sebaiknya mbangun moral bangsa, melaui individu-individu rakyatnya dulu,
    Pertanyaannya Moral yang baik itu untuk Indonesia bagaimana ?????
    Indonesia ini kan Bhineka Tunggal Ika …………………
    Semoga MTA salah satu pelopor membangun moral yang baik.

  7. Alhamdulillah radio persada fm sangat bagus diterima di wilayah randublatung.

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.