Bahaya Sangat Besar dari Budaya KORUPSI

qq2Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu cinta mengamalkan petunjuk-Nya.

Allah telah memberikan pendidikan yang amat tegas tentang pentingnya kejujuran dalam perdagangan dan pelayanan jasa kepada sesama umat manusia. Betapa Allah sangat-sangat benci kepada orang-orang yang curang sehingga Allah pernah memusnahkan suatu kaum disebabkan mereka membangkang kepada utusan Allah yang memperingatkan umatnya agar mereka tidak curang dan agar mereka berlaku jujur.

Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu'aib. Ia berkata:"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)". (QS. 11:84)

Dan Syu'aib berkata:"Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereaka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (QS. 11:85)

Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu". (QS. 11:86)

Mereka berkata:"Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal". (QS. 11:87)

Syu'aib berkata:"Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahnya) Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS. 11:88)

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpah kaum Nuh atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. (QS. 11:89)

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesengguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. (QS. 11:90)

Mereka berkata:"Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami". (QS. 11:91)

Syu'aib menjawab:"Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan". (QS. 11:92)

Dan (dia berkata):"Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu". (QS. 11:93)

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. (QS. 11:94)

Allah sangat membenci perilaku curang, bila manusia telah berbuat curang satu sama lain maka orang-orang jujur harus memberikan penjelasan-penjelasan agar mereka berbuat jujur dan menjauhi curang, karena bila mereka tetap tidak meninggalkan maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang tidak terduga datangnya. Betapa Allah sangat benci kepada perbuatan saling berbuat curang diantara umat manusia.

1. Ketidak JUJURAN bisa menjadi Budaya

Kejujuran perlu ditumbuhkan dalam system kehidupan bersama. Bila dalam sebuah kelompok manusia yang terorganisasi, maka seluruh elemen organisasi harus menyadari pentingnya kejujuran. Baik bagian pimpinan, wakil pimpinan, bagian perencana anggaran, bagian pelaksana sarana prasarana, bagian penerima barang, jasa dan seluruh lingkaran organisasi harus menyadari tentang kerugian besar akibat perbuatan tidak jujur.

Ketidak jujuran mendatangkan laknat Allah, mendatangkan azab Allah, berarti pasti mendatangkan dosa dan siksa jiwa. Bila jiwa masih peka maka hidup ini akan selalu dibebani dengan dosa dan kegelisahan dan kegundahan. Namun bila hati sudah tidak peka maka azab-azab akan bisa datang kepada pelakunya dalam bentuk berbagai kesulitan, kesusahan, penyakit dan kesialan-kesialan hidup.

Walaupun hidup dengan melimpah harta dunia hasil ketidak jujuran, namun hati susah, atau kesialan-kesialan jiwa datang silih berganti. Atau pula sesuatu yang juga mendatangkan kesulitan dalam mendekat kepada Allah, sehingga hidup tidak pernah bisa khusu' beribadah kepada Allah, hidup tidak dapat bahagia, tenteram dan damai. Atau bahkan dibiarkan oleh Allah untuk lebih bersenang-senang dan bergirang-girang namun diakhir hayat tidak ada kesempatan bertaubat, sehingga mati dengan membawa dosa yang melimpah ruah dan pasti memasukkannya kedalam siksa neraka di akherat.

Orang sangat faham bahwa perilaku tidak jujur sering dimulai dari palsunya sebuah laporan, baik itu laporan fiktif atau pula laporan yang di markup. Pada awalnya laporan yang benar hanya diboncengi dengan tambahan-tambahan yang kecil-kecil untuk mengantisipasi pajak dan laju inflasi, namun berikutnya lebih berani lagi untuk menambahkan boncengan-boncengan yang lebih besar untuk menutup kebutuhan-kebutuhan tak terduga, dan berikutnya bisa lagi diboncengi dengan tambahan-tambahan lain yang memang sengaja untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, dst-dst. Dan kemudian ketiga-tiganya menjadi budaya umat manusia, dan dianggab sebagai sesuatu yang biasa tanpa beban dosa.

Amat kontradiktif dengan pesan yang disampaikan dengan penuh kearifan dan kewibawaan dari seorang Ustadz yang menyampaikan kepada umatnya, agar dalam mempertanggung jawabkan sebuah proyek bangunan misalnya dikatakan, pelaksana harus mampu mempertanggung jawabkan sampai " Sebuah paku, atau pula selembar kertas" yang dipakai dalam proyek-proyek yang sedang ditangani.

2. Membangun Kejujuran Sebagai Syarat KEJAYAAN SEBUAH BANGSA

Dari sejarah yang terjauh hingga sejarah masa kini, sebuah kehidupan pemerintahan dikatakan mulai miring-miring dan menuju keruntuhan bila sudah ada dua tanda, yaitu pajak yang samakin meninggi dan penyimpangan tentang uang dan harta oleh para pemegang amanah. Sebaliknya kehidupan pemerintahan dikatakan sangat sehat bila seluruh elemen kehidupan masih mencintai kejujuran dan bahkan suka untuk berkurban untuk kokoh tegaknya keserasian jalannya kehidupan pemerintahan.

Masa-masa sulit, masa-masa perjuangan menuju kemerdekaan, banyak orang yang hidup dengan rajin mendekatkan diri kepada Allah, mehiasi dirinya dengan sifat-sifat kesholihan dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, baik untuk indifidu atau untuk kehidupan sosial. Banyak orang berkurban melepaskan harta bendanya untuk tercapainya kemerdekaan tanpa mengharap balas budi materi, namun ingin balasan dari Allah Tuhan Yang Maha Kaya di akherat kelak.

Dalam dunia yang merdeka, ditengah-tengah peradaban yang maju tegaknya kejujuran sering terwujud dimulai dengan membangun jiwa sholih, jiwa dermawan dan jiwa suka beramal ikhlas bagi setiap indifidu manusia. Manusia yang sholih dan dermawan akan menghindari tindak-tindak menyimpang bahkan mereka sering membentuk lembaga-lembaga amal yang mengelola dana-dana masyarakat yang dikelola untuk membangun "Perusahaan Perusahaan Penghasil Keuntungan", yang akan dijalankan dengan penuh kejujuran dan amanah, sehingga dapat menopang kesejahteraan kehidupan masyarakat termasuk mendukung kuatnya sebuah Negara.

Aspek cinta untuk berkurban, sifat jujur, sifat amanah, sifat dermawan, dapat mendukung terciptanya sebuah system pemerintahan yang kuat dan dicintai oleh umat. Keberkahan sering Allah curahkan ke dalam masyarakat yang demikian itu, sehingga sebagaimana Allah berfirman

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ……….(QS. 7:96)

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)

………….Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. (QS. 65:2)
Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. 65:3)

Sikap jujur dan amanah dan taqwa dalam sebuah pribadi dan masyarakat luas akan menghadirkan keberkahan yang dijanjikan oleh Allah. Allah dapat memberikan ilham-ilham dan hikmah-hikmah kepada siapapun untuk mendapatkan jalan keluar dengan cara yang bersih dan mulia.

Manusia-manusia yang dinamis, penuh hikmah dan petunjuk Allah dalam tatanan masyarakat akan menghasilkan akselerasi keberhasilan yang luar biasa. Allah akan mencurahkan keberkahan kepada mereka. Berbagai macam ide-ide untuk meningkatkan sumberdaya manusia akan terinspirasi dan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Manusia-manusia yang bertaqwa akan Allah tunjuki bagaimana cara membangun dan meningkatkan sumberdaya manusia dalam berbagai bidang yang dapat menghasilkan produktifitas untuk dirinya, bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang melimpah-limpah untuk di dermakan kepada orang lain.

.

3. Tanda-tanda Keruntuhan sebuah Umat

Manusia tidak perlu jauh-jauh berpikir ngelantur jauh kesana kemari. Cukup dilihat kedalam diri atau ke tetangga sebelah yang dekat-dekat saja. Seseorang pernah hidup miskin dan papa. Namun Allah beri kesempatan untuk melihat jalan terang, akhirnya Allah berikan kepadanya jalan-jalan lapang dan berhasil membangun sebuah keberhasilan dunia yang mengagumkan.

Namun disebabkan sifat manusia yang lemah dan dhoif, keberhasilan dunia yang gemerlap sering membawanya lupa tujuan hidup yang utama dan lupa membagi waktu. Sehingga mulailah melupakan Allah, melepas iman dan taqwanya, dan kemudian mulailah bergaul dengan manusia-manusia yang suka memperturutkan hawanafsu. Begitu lemah iman, taqwa dan amal sholihnya, sehingga setelah sukses sebentar diatas, kemudian hati tergoda, sehingga kesuksesannya yang dibangun puluhan tahun, menjadi hancur semalam di meja judi dan dikamar pelacuran dengan dihiasi minuman keras dan makanan lezat. Cerita-cerita demikian sudah sangat klasik dan klise.

Bagaimana bila umat yang banyak, sebuah generasi, baik yang hidup diatas garis kemiskinan atau yang hidup dibawah garis kemiskinan pun ternyata sudah salah menempuh jalan hidup. Manusia-manusia telah melupakan Allah, melepaskan iman dan taqwanya. Ada yang melepas iman dan taqwanya dengan sarana-sarana yang sangat remeh temeh dengan benda semacam MULTI MEDIA, disusul dengan tumbuhnya sifat-sifat negatip berupa kemalasan dan putus asa, maka apa yang akan terjadi proses berikutnya, adalah Klasik dan Klise.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)

Semoga Allah mengampuni dan menunjuki kita agar kita tidak menjadi umat yang menempuh jalan keruntuhan. Semoga Allah menyadarkan kita. Semoga Allah melepaskan kita dari kebodohan dalam beragama. Semoga Allah menguatkan kita agar kita memilih jalan iman dan taqwa. Budaya korupsi yang memaharajalela sebenarnya cermin lemahnya keimanan dan ketaqwaan semesta manusia.

Namun tidak ada satupun manusia yang mau disalah-salahkan!!! , Wallahu a'lam.


8 komentar pada “Bahaya Sangat Besar dari Budaya KORUPSI

  1. <<seharusnya hukum islam diberlakukan dinegeri ini,bukan hukum buatan manusia…dan hukuman mati untuk para koruptor…

  2. Budaya KORUPSI bisa dengan mudahnya tumbuh dengan SUBURNya di Negara dengan mayoritas penduduknya UMAT MUSLIM dan Negara dengan penduduk ISLAM terbanyak di DUNIA. What’s Wrong? Yang perlu dititik beratkan disini adalah tentang HUKUM. Kenapa sebuah negara yang Mayoritas penduduknya ISLAM kok masih Pake Produk HUKUM BELANDA ( Hukum KAFIR ) Ini harusnya menjadi PR yang sangat MULIA bagi yang terhormat para wakil rakyat. Problem ini menjadi HAMPIR IMPOSSIBLE manakala para wakil rakyatnya lebih mementingkan kepentingan diri dan partainya dengan memilih berpikir KERAS supaya dapat SANGU 15M tiap bulannya ketimbang memikirkan NASIB RAKYATNYA. Perlu kita renungkan bersama lebih seksama bahwa KORUPSI di INDONESIA ini mayoritas PELAKUNYA adalah kaum NON MUSLIM dan KORUPSI yang dilakukan NON MUSLIM itu sangat GILA2-an. Namun herannya UMAT MUSLIM yang mayoritas cuman bisa DIAM dan sebagian dari mereka sibuk mencari cara supaya bisa KORUPSI seperti mereka. Padahal UMAT ISLAM pelaku korupsi yang kecil dengan sangat mudah DIPENJARAKAN sedang pelaku Korupsi yang NON MUSLIM dengan sangat mudah MEMENJARAKAN para HAKIM. Sungguh sangat IRONIS. Na’udzubillah…

  3. Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang senantiasa ingat pada Alloh dipagi dan senja hari dengan mengharap keridoannya. Adalah satu solusi untuk mengikis habis sifat ingin memiliki sesuatu yang bukan haknya dengan menghalalkan segala macam cara. Tumbuhkan rasa malu dalam diri, rasa senantiasa selalu diawasi oleh Alloh SWT, dan rasa senantisa dibayang-bayangi rasa dosa yang berat. Mari dimulai dalam diri kita,dari hal-hal yang sederhana dan mulai saat ini juga.

  4. Korupsi tidak akan terjadi jika masing masing individu sudah mau tunduk dan patuh sesuai dengan apa yang sudah dituntunkan dalam qur’an dan sunnah.

  5. Sudah jadi rahasia umum di negri kita,korupsi bukan aib bagi pelakunya.mulai dari rakyat bawah sampai pejabat.apa sebab?karena ihsan tdk ada pd mereka.mereka tak takut pd azab Allah.mereka hanya ingin kaya dng instan.mari sama2 kita ngaji,lalu kita amalkan.insyaallah anak cucu kita tak ada yg korupsi lagi.karena takut Allah.

  6. Korupsi memang kejahatan yg luar biasa dinegri ini, dan tidak akan bisa dibrantas selama penduduknya belum bisa membudayakan kejujuran.

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.