Bahaya Budaya Bohong dan Budaya Curang

jujur-jangan-bohong

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Allah SWT memberikan penjelasan tentang bahaya budaya bohong yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Perbuatan yang tercela yang telah menjadi budaya merupakan sebuah sinyal bahaya yang akan menjadi penyebab kerusakan ikatan persatuan umat manusia. Dengan maraknya kebohongan dan kecurangan ditengah tengah masyarakat menunjukkan bahwa kwalitas iman di masyarakat tersebut semakin menipis dan semakin sirna.

Bahaya Budaya BOHONG.

Sumber haqiqi keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan dalam masyarakat yang baik adalah dengan diantaranya karena iman dan taqwa masih tertanam kuat di tengah kehidupan. Manusia menghargai nilai moral yang tinggi, hidup bersih dari segala sifat tercela. Terangkat tinggi kwalitas moral seseorang dengan penuhnya pahala-pahala jiwa yang dihasilkan dari perbuatan mulia dan perbuatan yang penuh dengan keikhlasan mencari ridho Allah SWT.

Ketika iman mulai memudar, biasanya diawali dengan mengabaikan moral mulia dan mulai memburu kelezatan nafsu dan kelezatan materiil, pandangan hati manusia tertutup kabut kegelapan dosa,  sehingga tidak bisa tembus pandang tentang kemuliaan haqiqi, kemuliaan karena dimuliakan Allah, kemuliaan yang kekal hingga alam akherat.

Umat-umat beragama yang terdahulupun Allah telah mengingatkan dengan akibat buruk dari budaya bohong, yang itu semua biasanya digunakan untuk mengejar kelezatan nafsu dan kelezatan fisik, yang sering terbungkus dengan dosa-dosa besar. Allah mengingatkan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لاَ يَحْزُنكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُواْ آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هِادُواْ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِن بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَـذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُواْ وَمَن يُرِدِ اللّهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿٤١﴾ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِن جَآؤُوكَ فَاحْكُم بَيْنَهُم أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِن تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيْئاً وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُم بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

  1. Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.
  2. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (Q.S.5. Al Maidah ayat 41 sd 42)

 

Ketika manusia tidak lagi mengetahui bagaimana cara menumbuhkan dan merawat iman di hati, dan kemudian berbelok kepada cinta dunia dan berebut kelezatan dunia, maka biasanya akan memicu tumbuhnya budaya bohong dan kemudian tumbuh dan membesar di tengah-tengah kehidupan. Dan inilah bibit-bibit yang akan menimbulkan perpecahan di tengah tengah kerukukan umat manusia.

Allah ingatkan kesukaan berbohong dan memakan harta haram tidak hanya menyerang orang-orang awam, namun bahkan bisa terjadi di golongan-golongan yang seharusnya menjaga kemurnian ajaran Allah. Sedemikian besar bahaya bohong, yang dapat menyerang ke tengah tengah jiwa manusia yang seharusnya menjadi pelestari kemurnian  ajaran Allah di muka bumi.

Bahaya Budaya Curang.

Perbuatan curang juga dilakukan oleh mereka yang sudah tercabut iman dan taqwanya dari hati. Orang beriman dan bertaqwa sering melakukan sedekah untuk mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin, kebahagiaan di dunia dan di akherat. Namun ketika orang sudah kehilangan iman dan taqwa maka mereka akan sangat bersemangat dalam mengejar kenikmatan nafsu dan kenikmatan fisik dengan cara-cara curang. Akhirnya mereka melakukan kecurangan-kecurangan untuk memenuhi ambisinya.

Allah telah pernah memusnahkan sebuah kaum yang di tengah-tengah mereka merajalela perbuatan curang, sebagaimana Allah firmankan :

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْباً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَوْفُواْ الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٨٥﴾ وَلاَ تَقْعُدُواْ بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجاً وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ وَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

  1. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".
  2. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S.7 Al-A’raaf ayat 85 sd 86)

Kecurangan yang merajalela di tengah-tengah masyarakat mengakibatkan datangnya hukuman Allah kepada mereka, dan kemudian mereka dimusnahkan oleh Allah dengan datangnya Azab yang luar biasa. Kecurangan yang merajalela di tengah-tengah umat manusia, disamping mendatangkan kerugian besar diantara mereka, ternyata juga mendatangkan kutukan diantara mereka dan bahkan murka Allah kepada mereka.

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُواْ فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ ﴿٩١﴾ الَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيْباً كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَا الَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيْباً كَانُواْ هُمُ الْخَاسِرِينَ ﴿٩٢﴾ فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالاَتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ فَكَيْفَ آسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ 

  1. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,
  2. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi.
  3. Maka Syu`aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?" (Q.S.7 Al-A’raaf ayat 91 sd 93)

 

Allah SWT menjelaskan firman-Nya kepada umat Islam supaya umat Islam menjauhi segala penyebab yang menimbulkan kerugian diantara mereka dan juga penyebab kekacauan dan kemusnahan mereka.

Lemahnya ilmu, iman dan taqwa di tengah-tengah masyarakat merupakan sinyal bahaya lampu merah yang harus segera diperbaiki, sebelum kemudian berubah menjadi musibah, bencana dan adzab yang akan memporak porandakan kesejahteraan, kebahagiaan kehidupan umat manusia , baik di dunia dan di akherat.

Heterognitas dari kumpulan manusia, diperlukan standarisasi yang cerdas, jangan sampai bercampurnya manusia yang baik dan manusia yang buruk di tengah-tengah kehidupan, menjadikan kehidupan semakin menuju kwalitas rendah. Kecintaan manusia berbohong dan curang jelas-jelas bahwa mereka hanya bekerja sangat keras dan sangat giat, namun hanya untuk memenuhi tuntutan nafsunya dan ambisinya. Tanpa ada tujuan menggapai kehidupan mulia di sisi Allah, baik di dunia dan di akherat.

Pentingnya pelestarian pendidikan rohani yang dapat mengenalkan umat manusia bagaimana cara menumbuhkan, merawat dan melestarikan iman dan taqwa di hati perlu terus menerus digalakkan. Sekolah-sekolah yang mendidik siswa untuk berakhlaq mulia, berbudi pekerti luhur harus terus ditumbuh kembangkan.

Allah SWT  Tuhan yang Maha Agung, yang menciptakan semesta alam yang dihuni Trilyunan Galaksi tersebar di semesta alam. Telah berjanji akan memberi keselamat, rahmat dan barokah bagi seluruh makhluqnya yang selalu memelihara iman dan taqwanya, hingga sampai berjumpa dalam nikmat dan rahmatNYa di SurgaNya di Akherat kelak. Wallahu a’lam