Bagaimana Agar Tidak Marah dan Putus Asa?

Pertanyaan : Assalaamu ‘alaikum ustadz, bagaimana caranya supaya tidak marah ? dan bagaimana cara menghilangkan putus asa ? - dari Supriyani, Pilangsari, Potronayan

Jawab :
Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Diantara sifat orang yang beriman itu mampu menahan amarah. Allah SWT berfirman :
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafqahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [QS. Ali ‘Imraan : 133 - 134]

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. [QS. Asy-Syuuraa : 37]

Hadits-hadits Rasulullah SAW

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, ”Nasehatilah saya, ya Rasulullah”.Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan marah”. Orang itu mengulanginya beberapa kali. Nabi SAW bersabda, ”Jangan marah”.[HR. Bukhari juz 7, hal. 99]

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam bergulat, tetapi orang yang kuat itu ialah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah.[HR. Bukhari juz 7, hal 99]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ”(Ya Rasulullah), ajarkanlah kepadaku sesuatu dan jangan banyak-banyak, agar aku bisa menghafalnya”. Beliau bersabda, ”Jangan marah”.Orang tersebut mengulanginya beberapa kali, Nabi SAW menjawabnya,”Jangan marah”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 250, no. 2089, ini hadits hasan shahih gharib]

Dari Humaid bin Abdurrahman dari seorang shahabat Nabi SAW, ia berkata : Ada seorang laki-laki berkata, ”Ya Rasulullah, nasehatilah saya”.Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan marah”. (Perawi) berkata : Lalu orang laki-laki itu berkata, ”Kemudian saya berfikir ketika Nabi SAW menyabdakan apa yang beliau nasehatkan itu, jika demikian, marah itu mengumpulkan kejahatan seluruhnya”. [HR. Ahmad juz 9, hal. 57, no. 23231]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apa yang bisa menjauhkan saya dari murka Allah ‘Azza wa Jalla ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan marah”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 587, no. 6646, dla‘if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Lahii‘ah]

Dari Jariyah bin Qudamah, sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, ”Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan (nasehat) dan ringkaskanlah, mudah-mudahan aku bisa menjaganya”.Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan marah”.Orang itu mengulangi lagi beberapa kali, masing-masingnya Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan marah”. [HR. Ahmad juz 5, hal. 406, no. 15964]

Dari Abu Darda‘, ia berkata : Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, ”Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepada saya atas suatu amal yang bisa memasukkan saya ke surga”.Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan marah, maka bagimu surga”. [HR. Thabarani dalam Al-Ausath juz 3, hal.182, no. 2374]

Untuk mengatasi marah, kalau berdiri supaya duduk, kalau duduk supaya berbaring. Dan juga supaya berwudu, Ada juga supaya membaca ta’awudz.

Di dalam hadits disebutkan :Dari Abu Dzarr, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada kami, ”Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, niscaya akan hilang marahnya. Dan jika belum hilang marahnya, maka hendaklah ia berbaring (tiduran)”.[HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no. 4782]

Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, ”Saya pernah datang kepada ‘Urwah bin Muhammad As-Sa‘diy, lalu ada seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu. (Setelah berwudlu) kemudian ia berkata : Ayahku menceritakan kepadaku dari kakekku yaitu ‘Athiyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudlu”.[HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no. 4784]

Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ada dua orang saling mencaci di sisi Nabi SAW. Lalu salah seorang diantara keduanya menjadi marah, dan merah mukanya. Kemudian Nabi SAW melihat kepada orang itu dan bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya, kalimat itu ialah : A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk)”. Maka berdirilah seorang laki-laki diantara orang yang mendengar sabda Nabi SAW tersebut menghampiri orang yang marah itu dan berkata, “Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tadi ?”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya. Kalimat itu ialah : A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim”. Lalu orang yang marah itu berkata, “Apakah engkau menganggap aku ini gila ?”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2015]

Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ketika kami duduk di sisi Nabi SAW, ada dua orang saling mencaci. Lalu salah seorang diantara keduanya menjadi marah, merah mukanya. Kemudian Nabi SAW bersabda, ”Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkanya pastilah hilang marah itu darinya, seandainya ia mengucapkan : A‘uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk)”. Kemudian orang-orang berkata kepada laki-laki tersebut, ”Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh Nabi SAW tadi ?”.Orang yang marah itu menjawab, ”Aku ini tidak gila !”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 99]

Putus asa itu sifat orang kafir. Orang Islam tidak boleh putus asa, karena semua yang baik maupun yang buruk itu merupakan ujian dari Allah.

Allah SWT berfirman :
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yuusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.[QS. Yusuf : 87].