Penuhi Kebutuhan dan Kubur Keinginan

Sabit dan cangkul atau tracktor adalah kebutuhan bagi seorang petani padi saat mengerjakan sawah. Sedang pesawat Televisi bagi petani adalah keinginan. Jangan terbalik, beli sabit dan cangkul nomor sekian, pesawat televisi malah menjadi nomor wahid. Allah berfirman “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (QS Al Mukminun 1-3). Allah menjelaskan orang yang beruntung adalah orang yang beriman, bukan orang kaya, punya jabatan, punya anak (anak kandung maupun anak buah). Perkataan Allah adalah benar adanya. Jika Allah sudah mengatakan untung, maka sungguh akan untung, meskipun manusia sedunia mengatakan...


Kerja Keras, Cerdas, Cermat dan Ikhlas

RASULULLAH Saw mengajarkan kepada umatnya agar dapat mandiri. Qaddirun alal kasbi yang berarti memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri. Tidak berpangku tangan dan tergantung pada orang lain. Dengan demikian ia akan menjadi pribadi yang berwibawa dan terhormat. Tidak diremehkan orang lain. Dalam hidup ini manusia memiliki pelbagai kebutuhan baik primer, sekunder ataupun tersier. Oleh karena itu manusia perlu bekerja agar mampu memenuhi kebutuhannya tersebut dengan memperhatikan 4 karakter. Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Bekerja dengan empat karakter ini insya Allah akan meminimalkan kegagalan, pemborosan dan kecelakaan kerja yang mestinya tidak perlu terjadi. Seorang menejer memberikan tugas kepada asistennya untuk mengundang relasi...


Bermedia Sosial dengan Bijak

Imam Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang definisi orang Islam, yakni : "Al muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi" Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Artinya orang Islam itu pandai mengendalikan ucapan yang bersifat mengancam keselamatan orang-orang Islam yang lain seperti ghibah, namimah, fitnah, berita bohong dan sejenisnya. Dia juga pandai mengendalikan perbuatannya termasuk tangannya agar tidak merugikan orang lain. Dulu kita tidak pernah berpikir bahwa jari tangan kita bisa menyebarkan ghibah, namimah, fitnah, berita bohong dan sejenisnya. Sekarang pada era informasi ini kita menyaksikan betapa banyak ghibah, firnah, namimah dan berita...


Waspadai Sifat Suka Berhutang

Hutang-Piutang memang dibolehkan dalam Islam. Tetapi muamalah yang ini sangat berpotensi meninggikan keimanan sekaligus bisa merontokkan keimanan pula bahkan juga memisahkan ukhuwwah. Baik sebagai pemberi hutang atau pelaku yang melakukan hutang. Sahabatku, Apabila ingin berhutang, maka niatkanlah dengan hati yang jujur untuk menyeleksi bahwa ini adalah kebutuhan yang benar-benar penting dan pokok. Tangguhkan niat hati untuk segera melunasi hutang tersebut pada waktu yang telah dijanjikan. Insya Allah, Allah akan membantu pelunasannya. Salah satu bahaya berhutang adalah disebut DHOLIM karena "ganiat" untuk membayar padahal dirinya mampu. Apabila telah sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka segeralah membayar hutang tersebut dan jangan menunda-nundanya, terkecuali pada...


Jangan Menyakiti Tetangga

Assalaamu ‘alaikum ustadz, Mohon dicatatkan hadits yang artinya lebih kurang sebagai berikut : Pernah ada shahabat yang menyampaikan kepada Rasulullah SAW bahwa “Si fulan termasuk orang yang shalat, puasa, zakat dan hajji, namun dia sering menyakiti hati tetangganya. Bagaimanakah yang demikian itu ya Rasulullah ?” . Lalu jawab beliau, “Fin naar !” . dari Eddy Santoso, Jaten, Karanganyar Jawab : Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Ini adalah hadist-hadistnya. (1) Dari Abu Hurairah bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah rajin (banyak) melakukan shalat, tetapi dia sering menyakiti orang dengan lisannya”. Beliau SAW bersabda, “Ia di neraka”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah,...


Membaca Al-Qur’an ketika Haid

Assalaamu ‘alaikum ustadz, Apakah wanita yang sedang haidl itu boleh membaca Al-Qur’an, ustadz ? Jawab : Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Wanita haidl boleh membaca Al-Qur’an. Memang ada hadits yang menjelaskan bahwa wanita haidl tidak boleh membaca Al-Qur’an, tetapi hadits itu dla’if. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang yang berjunub dan wanita yang haidl tidak boleh membaca sesuatu dari Al-Qur’an”. [HR. Abu Dawud,Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nailul Authar juz 1, hal. 266] Dari Jabir, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita yang sedang haidl dan yang sedang nifas tidak boleh membaca sesuatu dari Al-Qur’an”. [HR. Daruquthni, Nailul Authar juz 1, hal. 267] Hadits-hadits tersebut...


Perjuangan Pendiri MTA dalam Menumpas Sisa-sisa Pemberontak PKI

Abdullah-Thufail-Saputro

30 September 1965. Bangsa Indonesia digemparkan dengan kejadian pemberontakan yang dilakukan oleh simpatisan, anggota, dan pengurus Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka melakukan makar dengan membunuh para jenderal Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). (more…) ...